
Pagi kembali menyapa, dua manusia yang baru saja menghabiskan malam panas itu seakan tak merasa terusik oleh kehadiran sang surya yang sudah beraktivitas kembali memancarkan sinar serta memberi kehangatan setiap makhluk di muka bumi.
Ana terlihat semakin merapatkan tubuh pada Dave saat merasakan hawa dingin di sekitarnya akibat hembusan angin sejuk di pagi yang masuk ke celah-celah kamar, dia sangat menikmati sentuhan kulit Dave yang langsung menyentuh kulit nya karena saat ini mereka sama-sama belum menggunakan kain yang menutupi tubuh. Hanya satu selimut yang menutupi dua tubuh polos itu, dan itu atas permintaan Dave. Setelah berjam-jam mereka menghabiskan waktu bercintaa, Dave melarang wanita nya memakai baju kembali karena dia ingin merasakan hangatnya tubuh Ana saat didekap langsung oleh tubuh nya.
Jika ditanya mengapa Dave yang notabenenya baik-baik bisa menyetubuhi Ana sebelum menikah? jawaban nya tidak lain dan tidak bukan adalah karena mereka sudah diselimuti oleh ha-srat menggebu, dia sudah tidak bisa berpikir jernih karena dorongan setan lebih mendominasi perilakunya. Jadi, bisa saja mereka melakukan hubungan disaat keduanya saling mencintai dan menahan rindu lalu dipertemukan dalam ruangan tertutup, maka dorongan untuk berbuat lebih itu sudah terlintas dalam otak mereka.
Seakan-akan setan benar-benar sudah mendominasi cara kerja otak mereka, Ana justru terlihat senang dengan permintaan Dave. Dia bahkan tak segan-segan menempelkan buah da-da nya pada Dave, sehingga Dave dapat merasakan benda kenyal itu yang terasa sangat hangat dan tak kuasa untuk tidak menyentuh nya. Sehingga dalam tidurnya sekali pun, Dave tetap memegangi benda kenyal itu seraya memainkan nya.
"Eummh ..." Tubuh Ana menggeliat saat merasakan sekujur tubuh nya remuk redam setelah semalaman tak berhenti melakukan percintaan.
Kesadarannya sedikit demi sedikit mulai terkumpul, bayangan demi bayangan kegiatan yang dilakukan semalam mulai berputar di otaknya. Sontak saja Ana meraba sisi sebelah nya, ternyata apa yang terjadi semalam bukanlah mimpi. Dia benar-benar sudah melakukan nya dengan Dave. Pipi Ana merona saat mengingat semalam dia terus menyebut-nyebut nama Dave saat sesi Dave terus menggerakkan pinggul nya di atasnya.
"Dave."
Ana menggoncang lengan Dave agar laki-laki itu terbangun. Benar saja, tubuh Dave menggeliat dan tak lama kemudian dia membuka mata.
"Morning, sayang."
Suara serak khas bangun tidur keluar dari mulut Dave seraya menampilkan senyum lalu diikuti kecupan di bibir dan sedikit memberi nya luma-tan.
"Issh ... kenapa cium-cium sih? Baru bangun tidur juga!" Ana menggerutu sembari mengusap bibirnya saat setelah mendapatkan ciumaan paginya.
"Morning kiss, sayang." Dave semakin mengembangkan senyum saat melihat wajah ditekuk Ana yang menurutnya sangat menggemaskan.
"Tapi belum gosok gigi."
"Nggak papa, belum gosok gigi juga aku tetep suka."
"Isshh ..." Ana memukul dada bidang Dave sehingga tubuh nya sedikit merenggang, tak lagi saling menempel.
Dengan sigap Dave menangkap kepalan tangan Ana yang memukul dada nya. Dalam satu gerakan, Dave menggerak-gerakkan tubuh nya yang sudah berada di atas wanita nya.
"Dave ..!" Pekik Ana saat menyadari mereka belum menggunakan baju, dan saat ini bagian tubuh sensitif mereka saling menempel.
"Sayang, kita ulangi yang semalam, ya?" Pinta Dave sembari mengerjab-ngerjab kan matanya lucu, mencoba membujuk wanitanya.
Bukan tanpa alasan dia menolak Dave, yang semalam saja sudah membuat sangat kesakitan, tak bisa dibayangkan jika mereka melakukan lagi, yang pasti dia tak akan bisa berjalan. "nggak ada reka ulang! Aku nggak mau lakuin itu lagi." Imbuhnya.
Perkataan Ana ini benar-benar membuat senyum Dave tiba-tiba meredup, padahal dia sudah membayangkan olahraga pagi yang begitu indah dengan gaya baru. Tetapi wanita nya tak mau melakukan lagi.
"Why? Bukan kah kau juga menikmati?"
"Ya, semalam memang aku menikmati ... " Ana memalingkan wajah kearah lain, tak berani menatap Dave. "tapi sekarang aku menyesal, aku sudah mengkhianati kepercayaan mommy daddy. Aku bukan lagi anak yang baik." Tiba-tiba saja kelelahan bening kristal terjatuh dari pelupuk matanya.
Dave sampai tertegun dibuat nya, dia bahkan tak berpikir sampai sejauh itu semalam. Terlalu diselimuti oleh naf-su yang menggebu, sampai tak memikirkan akibat lain yang akan ditimbulkan selain mencari kepuasan sesaat.
"Maafkan aku." Lirih Dave. Dia beranjak dari atas tubuh Ana. "sekarang lebih baik kau mandi, aku akan siapkan sarapan." Dave tak berani menatap wajah sendu wanita nya. Dia tak tega melihat wajah itu, wajah yang seharusnya terlihat ceria, tetapi akibat perbuatannya itu Ana menjadi seperti ini.
Ana mengangguk lesu, lalu berusaha untuk turun dari ranjang setelah membelit tubuh nya menggunakan selimut, sehingga tubuh Dave terpampang jelas karena penutup selimut nya ditarik Ana. Meski tertatih dan terlihat seperti pinguin berjalan, tapi dia berusaha untuk bisa berjalan tanpa bantuan Dave.
Melihat Ana yang berjalan kesusahan, tanpa meminta izin terlebih dahulu, Dave langsung mengangkat tubuhnya.
"Dave, turun kan aku." Pinta Ana meronta dari gendongan.
"Diam lah, jika tidak ingin aku melakukan lagi pagi ini." Nada suara Dave terdengar mengancam, Ana tak berani untuk melawan lagi. Dia diam menurut saat Dave membawa nya sampai ke kamar mandi lalu merebahkan tubuh nya ke dalam bathtub lalu membuka selimut yang membelit tubuh wanitanya.
"Diam, dan jangan berkata apapun yang ku lakukan, bila tak ingin aku mengulangi seperti semalam." Dave lebih dulu mengancam saat Ana terlihat melayangkan protes.
Dave mengisi air dengan temperatur hangat, Ana dapat melihat bahwa senj-ata tem-pur Dave sudah kembali tegak. Bagaimana tidak tegak, saat melihat wanita dihadapannya tak mengenakan penutup tubuh sama sekali. Dua benda kenyal itu terpampang jelas dengan beberapa tanda yang menghiasi di sana. Tubuh Ana benar-benar sudah seperti macan tutul dengan belang-belang merah keunguan di sekujur tubuh nya.
"Da-dave ..." Suara Ana kembali bergetar saat Dave mulai menyabuni tubuhnya lalu sedikit memberi pijatan, terlebih saat ini tangan Dave yang nakal sudah berada di dua squishy nya yang sangat kenyal.
Mungkin ini yang dinamakan menyelam sambil minum air, dia bisa membersihkan tubuh wanitanya sekaligus mendapatkan kesenangan nya di pagi hari. Meski bagian di bawah sana semakin menegang, tetapi setidaknya dia juga bisa membuat Ana ikut merasakan apa yang dia rasakan.
"Bagaimana, sayang? Mau lagi?" Dave sengaja berbisik sembari menghembuskan nafas, agar Ana semakin dibuat tak karuan.
Dan ... Berhasil! Ana menganggukkan kepala nya tanda setuju, Ana memang sangat mudah terpancing, baru saja dia mengatakan menyesal telah melakukannya semalam. Tapi saat baru saja dimainkan squishy nya, Ana sudah lupa diri.