
Seperti yang telah dikatakan sebelumnya, dua jam setelah nya Davian menepati janji dengan menyodorkan cctv kepada Dave.
Dalam rekaman itu keduanya terbukti tidak bersalah. Ada tiga orang yang sengaja membawa Dave serta Sonya ke dalam sebuah kamar di hotel xxx.
Satu orang membawa Sonya yang sudah tidak sadarkan diri ala bridal style. Sedangkan dua orang memapah tubuh Dave ke dalam kamar yang sudah tak sadarkan diri pula.
Namun, ketiga orang itu tidak dikenalinya karena menggunakan penutup wajah.
Dave masih harus bekerja keras untuk menemukan titik celah di rekaman itu supaya bisa mengetahui pelaku sebenarnya.
Ada dua kemungkinan motif orang tersebut menjebak nya bersama Sonya.
Yang pertama karena orang itu adalah musuh Dave.
Dan yang kedua orang itu berasal dari musuh Sonya. Tetapi yang menjadi pertanyaan, kenapa harus melibatkan nya bila memang penjebakan itu murni untuk menjebak Sonya.
Dalam hal ini, yang paling dirugikan adalah pihak Sonya. Akibat dari permasalahan itu, hubungan pernikahan nya diambang kehancuran.
Tetapi Dave juga ikut mendapatkan dampak nya. Billy, suami dari Dave memutuskan kerjasama yang telah terjalin erat. Bahkan tidak segan mengancam nya untuk bertanggung jawab atas apa yang ia lakukan.
Billy meminta menikahi istri nya Sonya setelah menceraikannya, tapi sampai saat ini Billy tak kunjung mengucapkan kata talak. Justru dia lebih sering mengurung istri nya lalu menyakiti fisik Sonya untuk meluapkan semua emosi Brian.
Memang semenjak Billy memergoki istri nya sedang tidur dalam pelukan Dave tanpa menggunakan busana apapun, dia sering menghabiskan waktu nya untuk meminum alkohol.
Hari-hari nya dihabiskan untuk mabuk-mabukan entah itu di rumah ataupun di club, lalu saat pulang ke rumah istri nya menjadi objek kekerasan.
Meniduri Sonya dengan begitu brutal dan sangat kasar. Seperti saat ini, Billy sedang dalam pengaruh alkohol dan menyetubuhi istrinya dengan begitu kasar.
Dia terus meracau sembari menghentakkan tubuh nya di atas tubuh Sonya dengan begitu liar.
"Katakan Sonya!! Apakah aku kurang memuaskan mu?!! Katakan Jallang!!" Kata Billy sembari terus bergerak-gerak liar bahkan tak segan memukul istri nya saat Sonya tidak bersuara.
Tubuh Sonya sudah di penuhi tanda merah serta lebam akibat siksaan yang diberikan Brian.
Dan apa yang di lakukan Billy kali ini sangat membahayakan kandungan nya yang masih berumur beberapa minggu.
Billy terus menghentakkan milik nya dalam inti sang istri dengan begitu brutal nya. Padahal Sonya sudah meminta suaminya agar lebih melambatkan tempo karena merasa perutnya sangat sakit.
Sonya terus memohon pada suaminya agar tak melukai bayi dalam kandungan nya.
Tapi Billy tak memperdulikan nya sama sekali. Karena dia lebih mengharapkan bayi yang masih dalam kandungan itu mati agar tidak terus-menerus terbayang-bayang tubuh istri nya yang di jamaah laki-laki lain.
Sungguh, Sonya tak kuasa menahan sakit dalam perut nya, dia tahu darah dagingnya sedang memperjuangkan hidupnya saat ini.
Wanita itu hanya bisa menangis, meratapi nasib dirinya dan nasib anaknya. Dia tidak tahu harus bagaimana lagi, suami nya tidak mendengarkan penjelasan nya kalau anak di kandungan nya adalah darah dagingnya sendiri.
"Aaaahhhkk...!!" Sonya berteriak keras saat merasakan perutnya begitu sakit. Dia tidak kuat lagi. Tangan nya mencengkram kuat spray saat perut nya benar-benar kesakitan.
"Billy, ku mo-hon ber-hen-ti." Kata Sonya lirih, suaranya sangat lemah karena kehabisan tenaga.
Air matanya terus mengalir merasakan dirinya begitu tersiksa.
"Apa?! berhenti?!! Bukankah kau ingin kepuasan??!! Bukankah kau ingin aku lebih kuat dan bertahan lama?! Maka nikmatilah setiap sentuhan ku! Jangan khawatir, aku sudah meminum jamu kuat. Aku akan bertahan bahkan hingga besok. Kau tidak perlu lagi meminta pria lain untuk memuaskan mu!" Kata Billy dengan mata tertutup karena sedang merengkuh kenikmatan yang diberikan istri nya.
Sayangnya dia juga tidak terlalu menikmati saat mengingat istri nya telah mengkhianati kesucian cinta nya.
Billy mengira, istri nya kurang puas dengan sentuhan nya hingga membuat Sonya mencari laki-laki lain. Oleh karena itu, Billy akan meminum jamu setiap waktu agar dirinya bisa memuaskan istri nya bahkan hingga wanita itu tak berdaya.
Dan terbukti, sejak kemarin Billy tidak menghentikan aktivitas nya dalam menyetubuhi istrinya. Dia hanya istirahat sebentar untuk meneguk alkohol, dan saat tubuh nya merasa lelah dia kembali meminum jamu khusus yang telah dipesannya agar kembali membangkitkan gairah nya.
"Billy... perutku sak-kit. Ak-ku bisa ke-gu-gu-ran." Kata nya dengan terbata-bata.
Dia sangat takut, anak dalam kandungan tidak selamat.
"Hahahaha...! Justru ini yang ku inginkan! Anak ini bisa mati!! Aku tidak sudi kau mengandung benih selain dariku!"
Plak!
Billy kembali dibuat emosi karena mengingat istri nya sedang mengandung benih orang lain, tanpa sadar dia kembali menampar istri nya.
Sonya sudah tidak memiliki tenaga untuk sekedar menjerit.
Saat Billy merasakan gelombang besar akan kembali datang untuk kesekian kalinya, dia semakin menambah tempo kecepatan.
Kedua tangan nya meraih dua benda menonjol milik istri nya yang sejak tadi ikut bergerak kesana-kemari akibat goncangan yang dia lakukan.
Billy meremas kuat dua benda itu, bahkan tak segan-segan memelintir pucuknya atau terkadang dia cubit begitu kuat hingga lecet.
Sonya benar-benar tidak merasakan nikmatnya bercinta, karena yang dia rasakan adalah kesakitan yang teramat di sekujur tubuh nya.
Seiring dengan keberingasan Billy dalam menghentakkan tubuh nya hingga titik terdalam, Sonya semakin merasakan kesakitan yang begitu hebat di dalam perutnya.
Saat akan mencapai pelepasan, konsentrasi Brian terganggu oleh bunyi ponsel. Tetapi dia tak menghiraukan. Billy lebih memilih merengkuh nikmat nya bercinta.
Namun saat ponsel itu terus-menerus berbunyi, Billy semakin dibuat meradang karena konsentrasi nya terganggu. Lalu dia semakin menghentakkan tubuh nya dengan begitu bringas.
Saat Billy merasakan akan ada gelombang besar datang dengan rasa yang begitu nikmat, berbeda dengan Sonya yang merasakan perut nya semakin sakit.
Hingga saat saat dipuncak kenikmatan dan Brian mengerang nikmat, Sonya memekik kesakitan yang teramat dahsyat.
"Aarrghh...!" Lenguhan panjang itu mengakhiri kebrutalan Billy dalam memompa tubuh istri nya. Billy mengeluarkan cairan benih cinta seperti biasa ke dalam kandungan istrinya.
"Aaarrkkhh..." Sonya juga ikut memekik karena perutnya terasa sakit.
Jika Billy mengeluarkan cairan kental berwarna putih, berbeda dengan Sonya yang mengeluarkan cairan kental berwarna merah begitu banyak.
Billy merasakan ada yang tidak beres dengan bagian bawah Sonya, karena merasa cairan yang keluar dari tubuh Sonya terlalu banyak hingga mengalir ke kaki serta bagian tubuh yang menempel di sana.
Saat dia ingin melihat ke bawah, perhatian nya kembali teralihkan oleh sebuah dering telepon. Dan mau tidak mau Billy mengangkat nya.
Saat dia meraih ponsel nya, suara panggilan itu telah berhenti. Dia ingin meletakkan ponselnya kembali, namun melihat ada sebuah pesan masuk dari seorang yang begitu dibencinya kembali ia urungkan.
Billy membuka pesan masuk itu yang ternyata isinya adalah sebuah rekaman video.
Matanya membulat sempurna saat melihat video itu, lalu pandangan Billy dia alihkan pada istri nya yang sudah menutup mata dengan nafas yang terlihat begitu lemah.
Huaaaaa salah namaaaa....!🤣