Mr. Dave, I Love You!

Mr. Dave, I Love You!
Kedatangan Edo si Manusia Aneh



"Apa agenda mu hari ini?" Dengan telaten, Dave menyupi Ana sembari mengajaknya bicara.


"Hwarwusnywa kwe kwampwus twapwi gwarwa-gwarwa kwamw-mmmphh ..."


"Stop!" Dave menutup mulut Ana yang masih dipenuhi makanan. "ditelan dulu makanan nya baru jawab." Tutur Dave lembut.


"Issshhh ... Kenapa di tutup mulut ku?" Kesal Ana setelah menepis tangan Dave yang menutupi mulutnya setelah menelan habis makanan di mulut.


"Makanya telan dulu baru bicara, sayang."


Cara Dave berbicara benar-benar berubah menjadi manusia lembut dan sangat manis. Seakan sifat dingin dan datar nya hilang begitu saja saat bersama Ana. Sepertinya jatuh cinta memang benar membuat sifat orang berubah.


"Kan kamu tanya, ya aku jawab lah." Sahut Ana dengan nada kesal.


"Kamu lucu kalau cemberut, bikin aku pengen makan kamu lagi." Dave terkekeh sembari mengacak-acak rambut Ana yang baru setengah kering karena tadi hanya dikeringkan menggunakan handuk.


"Issh ... tuh kan, rambut ku hadi berantakan!" Kesal Ana dengan nada bersungut-sungut. Bibir nya mencebik kesal walau sebenarnya tidak terlalu kesal, ada rasa senang yang menyelinap di sela-sela hati keras nya saat diperlakukan seperti ini.


Lagi-lagi Dave menganggapi dengan senyuman, Ana jadi bertanya-tanya dalam hati. Apakah mungkin, seorang bepergian melewati jalur udara membuat sifat aslinya ikut menghilang terbang terbawa udara?


Tak berselang lama tiba-tiba bunyi bel apartemen mampu membuyarkan konsentrasi mereka.


"Siapa yang datang?" Dave menatap Ana penuh selidik. Tidak mungkin juga dia memiliki kerabat di sini, karena setahu nya orang tua Ana tidak ada yang berasal dari London. Bukan hanya itu, penasaran nya bertambah saat mengingat Ana baru beberapa hari disini, jadi sangat tidak wajar bila langsung mendapat teman akrab bahkan sampai tahu tempat tinggal Ana.


"I don't know. Mungkin supir ku sekaligus orang yang ditugaskan Daddy untuk menjaga ku," Ana berargumen sendiri.


"Ya, sudah. Sebaiknya buka kan pintu nya."


Dave tidak ingat kalau saat ini wanita nya sedang tidak bisa berjalan, sedang Ana hanya mengangguk lalu mencoba bangkit.


Saat hendak melangkah, area inti nya masih sangat terasa nyeri. "Ssshhh ... " Ana spontan mendesis. Di saat itu pula, Dave baru menyadari wanita ya sedang tak bisa berjalan.


"Biar ku bantu." Dengan sigap Dave langsung membantu mencegah Ana saat ingin melangkah, dan menggendong nya dengan posisi ternyaman Ana yaitu ala bridal style.


"Kenapa tidak bilang kalau masih sakit?" Protes Dave terdengar begitu khawatir.


"Lupa." Cicitnya.


"Sama, aku juga lupa. Kalau tidak lupa, pasti aku lebih dulu menggendong mu dari pada sampai melihat mu kesakitan seperti tadi." Dave menjelaskan alasan nya tanpa di minta. Hal ini benar-benar membuat Ana semakin heran dibuat nya.


"Kenapa sekarang kamu jadi cerewet sekali?" Ana menatap lekat setiap lekuk pahatan indah wajah Dave.


"Aku cerewet?" Dave mengulangi, matanya sedikit melebar saat mendengar nya.


"Ya, kau jadi cerewet. Tidak seperti dulu, si manusia dingin yang tingkat kebekuan nya melebihi es kutub, si kaku seperti kanebo kering, dan si datar seperti tembok!" Katanya dengan bersungut-sungut.


"Baiklah, mulai sekarang aku tidak akan cerewet lagi." Suara nya berubah dingin, tatapan mata nya sangat datar. Benar-benar berubah menjadi manusia kutub lagi.


"Iiiihhh ..." Ana mencubit keras dada Dave yang hanya terbungkus oleh kimono mini milik Ana.


Dave terus berjalan dengan ekspresi yang masih saja datar hingga mereka sampai di depan pintu apartemen. Dave membuka kan pintu dengan posisi Ana yang masih berada dalam gendongan nya.


"Hello, baby girl. I miss yo-oh my god!" Tatapan seseorang yang baru datang langsung mengarah pada Dave yang sedang menggendong nya dengan tatapan begitu terkejut.


Bagaimana tidak terkejut? Wanita yang sudah berhasil membuat nya terpikat pada pandangan pertama, saat ini sedang berada dalam gendongan laki-laki dengan posisi sangat intim. Terlebih saat melihat baju yang dikenakan laki-laki yang sedang menggendong Cia, yaitu hanya membalut tubuh nya dengan kimono mini, sedang Cia nya hanya menggunakan gaun yang sangat tipis dan tidak menutupi seluruh area tubuh nya.


Lalu apa itu? Bercak-bercak merah keunguan terpampang jelas di area leher dan sekitarnya, Laki-laki yang baru saja datang itu sudah bisa menebak apa yang baru saja terjadi di antara dua manusia itu.


Dia menggeleng-gelengkan kepala menatap tak percaya dengan apa yang di lihat nya.


"Impossible." Gumam nya pada diri sendiri. Dia masih terlalu shock dengan apa yang dilihatnya.


"Siapa dia?" Tanya Dave dengan suara dinginnya.


Belum sempat membuka mulut, kini gantian laki-laki yang baru saja datang membuka suara.


"Who is he, baby?" Tanya laki-laki itu seakan menuntut penjelasan. Jari telunjuk nya diacungkan ke depan wajah Dave.


Sedangkan Dave hanya menatap datar laki-laki yang baru saja datang dengan tatapan sulit di artikan.


Hingga detik berikutnya, tatapan mereka saling beradu seakan-akan sedang berperang menggunakan isyarat mata. Entahlah, Ana pun tak tahu arti dari tatapan mereka.


Hingga beberapa detik kemudian, mereka bahkan belum ada yang ingin mengakhiri kontak mata itu, membuat Ana semakin tak karuan.


Ana yang melihat situasi seperti nya tidak mengenakan, akal pintar nya berusaha mencari ide untuk memecahkan situasi yang begitu awkward ini.


"Auuhhsshh sakiiiitttt ..." Tiba-tiba Ana berteriak kesakitan. Membuat dua tatapan mata yang saling beradu itu terputus dan mengalihkan pandangan nya pada Ana.


"Apa nya yang sakit, sayang?"


"Cia, what happen? Are you okay?"


Dua laki-laki itu bertanya bersamaan, membuat Ana bingung ingin menjawab pertanyaan dari siapa dulu. Dan dia mengambil jalan aman dengan cara merintih kesakitan tanpa menanggapi pertanyaan mereka.


Hari ini aku mau ngebut 4 bab untuk novel ini, doain semoga dapet petunjuk biar nggak blank ya ...🤣


Terimakasih teman-teman ku yang masih setia baca novel-novel ku meski aku nya sering ngeluh n ngambek.


But, dalam lubuk hati ku aku sangat mencintai kalian. Cinta ku tidak kalah besarnya cinta Ana pada Dave loh ...🤣


Jadi, berhubung aku cinta kalian, aku nggak mau tamatin novel ini dini ya...


Okey ... Garis bawahi! Aku nggak mau tamatin dini. Tapi, ada tapi nya nih ... kalau aku berubah pikiran ya nggak tahu juga.🤣


Wkwkwkwk aku suka gaje, pengen hiburan, makanya gini.😆