Mr. Dave, I Love You!

Mr. Dave, I Love You!
Rindu



Hari ini adalah hari keberangkatan Dave ke London menyusul gadis yang sudah memporak-porandakan seluruh jiwa raga nya.


Tanpa berpamitan ataupun meminta izin pada daddy Alex selaku orang tua Ana, Dave nekat pergi karena tak akan mungkin mendapatkan izin bertemu Ana bila berpamitan terlebih dahulu.


Berbekal izin dari mami bulan dan papi Ello, Dave pergi ke kota London tanpa tahu arah tempat yang akan dituju.


Dari beberapa informan yang sudah diutus oleh nya, Ana tinggal di sebuah unit apartemen besar dekat kampus di pusat kota London. Orang suruhan nya belum memberi tahu pasti alamat Ana, karena saat mendapatkan informasi, pesawat Dave segera take off hingga terpaksa harus mematikan sambungan internet, dan kebetulan di pesawat yang ditumpangi nya belum ada layanan internet yang aman.


.


.


.


Setelah menghabiskan waktu lebih dari enam belas jam, Dave akhirnya berhasil menginjakkan kaki di tanah yang sama di mana gadis nya berada.


"Aku datang, Ana. Ku harap aku tak mendapat kekecewaan atas jawaban mu nanti." Gumam Dave pada diri sendiri sebelum melangkah menuju mobil jemputan. Tentu saja orang yang menjemput Dava adalah orang-orang suruhan nya.


Tanpa menunggu lama, Dave masuk ke dalam mobil, memposisikan diri menuju l kursi belakang. Mobil yang di naikin nya melaju menuju ke salah satu hotel terdekat dengan apartemen tempat Ana tinggal.


Sebenarnya tadi Dave sudah menyuruh anak buahnya untuk membeli arau menyewa salah satu unit apartemen di sana, tetap karena untuk saat ini semua unit sudah berpenghuni, dia harus bersabar menunggu beberapa waktu sampai ada salah satu owner unit apartemen menyewakan apartemen nya.


Setelah menghabiskan waktu hampir satu jam, Dave sudah berada di kamar hotel dekat apartemen Ana.


Dari kejauhan dia bisa melihat gedung yang ditempati gadis yang memiliki hati nya. Ingin sekali rasanya dia berlari menuju ke sana, tetapi saat ini bukanlah waktu yang tepat. Mengingat hari semakin larut, waktu sudah menunjukkan pukul sebelas malam waktu setempat. Jadi, Dave putuskan untuk sabar menunggu hingga esok tiba.


Tak ingin rasa rindunya pada Ana semakin membuncah, dave lebih memilih menyibukkan diri dengan mengepak barang-barang nya lalu pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri.


Berlama-lama di kamar mandi adalah caranya untuk mengalihkan pikiran, berharap dia tak terus menerus terbayang bayang wajah indah Ana yang akan semakin membuat nya tersiksa. Karena bila dia sudah tak tahan, dikhawatirkan dia akan nekad pergi ke sana. Sedangkan saat ini bukanlah waktu yang tepat.


"Ana, Aku sangat merindukan mu." Mata Dave terpejam sembari menikmati air hangat di bathub, tetapi bibir nya menggumam kan nama Ana.


"Kenapa aku baru menyadari kalau ternyata kau sudah mengambil seluruh jiwa ku? Bahkan aku tak bisa mengendalikan diri ku yang selalu memikirkan mu, Ana? Kenapa kau terus menyiksa ku?" Tanpa terasa kepalan tangan Dave memukul-mukul dadanya sendiri. Rasa nya ia begitu tak kuat menahan rasa ini. Rasa yang entahlah, sulit sekali dia jabarkan. Hatinya terasa ngilu dan sakit, tetapi tak tahu apa penyebabnya.


"Aarrghh ...!" Dave menjerit sekeras mungkin sembari memukul-mukul dada nya, berharap ini bisa menghilangkan rasa frustasinya. Tanpa terasa air mata itu mengalir dengan sendirinya, bahkan Dave tak mengetahui kalau dia sedang menangis.


Ini adalah kali pertamanya, seorang David Sanjaya Grey mengeluarkan air mata sepanjang hidupnya. Sebelum nya, dia tak pernah sekalipun mengeluarkan air mata meski masalah yang dihadapi sangatlah sulit. Tapi tiba-tiba air mata itu keluar begitu tanpa meminta izin terlebih dahulu pada sang pemilik nya.


...PROMOSI NOVEL "TERPAKSA MENJADI WANITA PEMUAS."...


Elma Abigail adalah seorang gadis dari pasangan Abraham Abigail dan Aline Abigail. Seharusnya dia menjadi anak kedua dari pasangan itu, sekaligus anak bungsu.


Namun, nasib naas menimpa kakaknya. dia nekad melakukan bunuh diri setelah mendapatkan penghianatan dari seorang laki-laki bernama John. Dialah laki-laki yang telah membuatnya menjadi hamil, namun tak mau bertanggung jawab, hingga Lea Abigail memilih bunuh diri.


Tahun demi tahun Elma lalui dengan berat, karena tak lama setelah kakaknya meninggal, saham perusahaan menjadi turun seiring beredarnya kabar tentang putri sulung Abraham.


Abraham yang tak kuat mendengar berita itu terkena serangan jantung dan akhirnya mengembuskan nafas terakhirnya meninggalkan sang istri dan putri bungsunya.


Setelah kejadian itu, ibu Elma sering sakit-sakitan hingga dia didiagnosis mengidap penyakit jantung. Dan semenjak itulah, Elma yang seharusnya menikmati masa remajanya, dia korbankan demi menghidupi serta membiayai pengobatan ibunya.


Elma sudah putus asa ketika mendapati penyakit jantung ibunya anfal dan harus segera melakukan operasi, sedangkan biaya yang diperlukan sangatlah mahal.


Disaat itu pula, dokter jantung yang menangani ibunya memberikan penawaran pada Elma. Jika Elma mau menjadi pemuas hasratnya, seluruh pengobatan yang dilakukan sang ibu gratis. Bukan hanya itu, semua keperluan serta kebutuhan Elma akan dipenuhi dengan berlipat-lipat ganda apabila dia melakukan tugasnya dengan baik.


Tanpa pikir panjang, Elma mengiyakan begitu saja karena sudah tidak memiliki banyak waktu.


Seiring berjalannya waktu, Elma mulai melancarkan aksi balas dendamnya dengan bantuan Edo, seorang dokter sekaligus sugar daddy Elma.


Setelah mengorek semua informasi tentang John, ternyata laki-laki itu sudah menikah dengan seorang wanita cantik serta baik perangainya. Dia adalah seorang desainer terkenal keturunan dari keluarga kaya raya pula.


Sayangnya, tanpa disadari perempuan itu, nasib buruk menimpanya karena mendapatkan laki-laki tak bermoral seperti John. Dia tidak mengetahui bahwa selama ini John sering tidur bergonta-ganti wanita dibelakangnya.


Hingga suatu hari, Elma datang ke kehidupan John. Dia menyamar menjadi sekertaris John.


John benar-benar terpesona melihat wajah cantik serta tubuh indah Elma. Hingga hasrat lnya selalu mencuat saat didekat nya.


Secara sengaja, Elma menjadi seorang pelakor karena berhubungan dengan laki-laki beristri. Namun dibalik itu semua, dia juga mengorek semua kebusukan John hingga mendapatkan seluruh bukti kejahatannya selama ini.


Dia meringkuk ke dalam penjara dengan berbagai kasus, termasuk skandal dengan kakaknya hingga membuat sang kakak bunuh diri. Ataupun tentang korupsi yang dilakukannya di kantor keluarga sang istri.


.


.


.


Seorang gadis remaja berparas cantik nan anggun tersenyum berlari menuju seorang pemuda tampan berseragam putih abu-abu dilapisi jaket denim yang sedang bersandar di samping motor besarnya. Tak lupa kaca mata hitam bertengger di hidung mancungnya, kedua tangannya dilipat didepan dadanya seraya memandangi gadis cantik yang sedang berlari kearahnya.


Sudut bibirnya sedikit terangkat menampilkan senyum smirk penuh keangkuhan.


Gadis itu semakin mendekat, sedang laki-laki itu terlihat melambaikan tangan seraya menampilkan senyum yang sangat berbeda dengan senyuman tadi pada gadis yang sedang berlari kearahnya.


Gadis itu sama-sama masih menggunakan seragam berwarna putih abu-abu lengkap dengan sepatu serta yang berada di pundaknya.


Calea Abigail namanya, sering disapa Lea. Gadis cantik dan periang juga pintar. Terlahir dari keluarga terpandang, ayahnya memiliki perusahaan bidang marketing online yang cukup maju. Membuatnya banyak disukai laki-laki remaja sebayanya.


Namun, hatinya sudah terpaut pada sosok berparas tampan yang notabenenya adalah kakak kelasnya bernama John Mayer sejak awal masuk ke sekolah. Dia terpesona dengan sosok tampan nan angkuh yang sering bergonta-ganti memacari satu-persatu anak gadis di sekolahnya.


Keturunan dari keluarga Mayer yang kekayaannya tak akan habis tujuh turunan membuatnya sering bergonta-ganti wanita sesuka keinginannya.


Tak ada yang mampu menolak pesonanya, termasuk Lea sendiri. Dia sudah sangat mengidolakan John sejak memasuki bangku ke sepuluh, tetapi laki-laki itu baru menatapnya saat awal kelas sebelas lebih tepatnya setelah satu tahun lamanya Lea mencuri perhatiannya.


"Udah nunggu lama, ya?" Tanya gadis itu sedikit tak enak hati karena kekasihnya lebih dulu menunggu. Nafasnya sedikit naik turun karena berlari cukup kencang, takut kekasihnya marah bila menunggu terlalu lama.


Karena mendapatkan pelajaran tambahan membuatnya pulang lebih akhir dari pada murid lainnya.


John meneguk ludahnya kasar saat menyadari tampilan kekasih nya yang terlihat begitu seksi dan menggoda. Kancing bajunya sudah terbuka dua dari atas, dia sedikit bisa mengintip dada kekasihnya melalui celah itu.


Roknya yang minim dan ketat membuat lekuk tubuhnya semakin terlihat, John sampai menahan nafas saat melihat tubuh menggoda kekasihnya. Dia melihat tubuh Lea dari atas hingga bawah dengan tatapan lapar, sedangkan Lea tak menyadari sama sekali dengan tatapan kekasihnya saat ini. Dia terlihat sibuk mengibaskan tangannya karena merasa begitu gerah dan haus. Tanpa sadar tangan kirinya mengangkat kerah bajunya hingga dadanya semakin terbuka lebar.


"Panas ya?" Tanya John. Suaranya sudah berubah serak. Seperti ada dorongan dibawah sana.


Bukan lagi rahasia umum kalau John memang laki-laki penggila ****, dia dan teman-temannya sering berpesta di sebuah tempat hiburan dan melakukan **** dengan para wanitanya.


Tetapi tidak tahu mengapa, Lea yang notabenenya gadis baik-baik bisa mencintai sebejat John.


"Sedikit." Kata Lea sedikit meringis. Sebelumnya dia tidak pernah mengatakan keluhannya pada kekasihnya. Tapi karena saat ini dia memang benar-benar merasa sangat gerah, terpaksa mengatakan yang sejujurnya.


"Kalau begitu lebih baik kita pulang ke apartemen ku dulu yang lebih dari sini." John mengambil keputusan. Tanpa menunggu persetujuan Lea, John langsung menyalakan motornya. Mau tak mau Lea naik ke atas motor itu, sedikit kesusahan sebenarnya saat membonceng motor kekasihnya.


Tapi lagi-lagi Lea mengeluh, dia terlanjur cinta mati pada kekasihnya dan tak ingin menjauhinya.


Seragam ketat serta rok pendek yang dipakai Lea membuat tubuhnya semakin menggoda. Siapapun yang melihatnya tak akan mengelak bahwa Calea Abigail memanglah sangat menggoda, termasuk John yang notabenenya kekasih dari Lea.


John sengaja menaikkan tempo kecepatan motor yang dikendarainya hingga Lea semakin merapatkan tubuhnya.


John dapat merasakan sesuatu yang kenyal dan hangat itu menempel sempurna di punggungnya.


Tubuh bagian bawahnya semakin bereaksi dengan baik, dia tidak sabar ingin segera membawa mangsanya ke dalam kandang.


Sekitar sepuluh menit kemudian motor itu berhenti di basement apartment.


John turun dari motor dengan terburu-buru, begitupun dengan Lea yang ikut turun dari motor dengan sedikit kesusahan karena postur tubuhnya tidak setinggi John.


Dengan sigap John ikut membantu Lea turun dari motor dengan merengkuh pinggangnya lalu mengangkat tubuh kekasihnya.


Pandangan keduanya bertemu, arah mata John tertuju pada bibir mungil berwarna ceri yang terlihat sangat sensual membuat nalurinya ingin segera menikmatinya.


Tanpa meminta persetujuan, John langsung menempelkan bibirnya pada bibir Lea. Gadis itu tersentak kaget saat tiba-tiba kekasihnya menyerang dengan brutal.


John menciumnya dengan sangat rakus dan penuh nafsu. Lea sampai tidak bisa mengimbangi, dia hanya bisa pasrah membiarkan kekasihnya menikmati bibirnya.


Ini adalah ciuaman pertama Lea, sebelumnya dia tidak pernah melakukannya karena memang tidak pernah pacaran. Tapi dia merelakan first kiss nya untuk orang yang begitu dia puja selama satu tahun ini.


Lea pasrah saja saat John menikmati bibirnya karena menurutnya masih dalam kadar kewajaran, tetapi bila John memintanya lebih maka dia akan menolak.


"Eummh..." Lea mulai kehilangan nafas, dia memberi kode pada John untuk menghentikan ciumannya dengan menepuk dadanya.


Tak lama John pun melepaskan tautan bibir itu dengan tatapan penuh gairah.


Mereka akhirnya berjalan menuju lift dengan bergandengan tangan. Sesampainya di lift, John sangat ingin kembali menyerangnya, tetapi dia urungkan karena tidak ingin Lea takut padanya.


Tak lama kemudian pintu lift terbuka, John menuntun Lea menuju apartemen nya dengan sedikit menyeret.


Lea memang selalu pasrah dengan perlakuan John. Dia tidak pernah membantah laki-laki itu.


Cinta memang membuatnya bodoh, Lea terperangkap dalam kebahagiaan semua yang tak pernah tahu akan kehidupan untuk kedepannya.


"Masuk." Kata John dengan nada memerintah.


Setelah Lea masuk, John langsung menutup rapat pintu apartemen.


Lea terlihat celingukan melihat-lihat sisi ruangan apartemen kekasihnya.


Ini adalah kali pertama Lea diajak ke tempat tinggal John. Bukan tempat tinggal sebenarnya, lebih tepatnya tempat singgah karena John masih tinggal di mansion bersama orang tuanya.


"Duduklah, Akan ku ambilkan minuman dingin." Tutur John.


Meski ragu, Lea tetap menuruti perintah John.


Duduk di sofa sendirian sembari menunggu John membuatnya sedikit bosan. Untuk menghilangi kebosanannya, dia berinsiatif mengambil remot tv di depannya.


Saat ingin mengambil remot, tanpa sengaja tangannya menyenggol benda kecil bentuk kubus.


Mata menyipit melihatnya, dia bukan gadis yang tidak tahu apa-apa. Dia tahu apa fungsi benda itu.


Seketika dia melebarkan matanya seraya tangannya menutupi mulut yang menganga.


Dia menggeleng-gelengkan kepalanya beberapa kali, mencoba menepis pemikiran buruk tentang John yang selama ini beredar di sekolah.


John terkenal sering bermain wanita, apakah itu benar? Batin Lea masih mencoba menyangkal.


Lea memutuskan untuk menanyakan terlebih dahulu daripada berargumen sendiri.


Tak lama kemudian John kembali seraya membawa nampan berisi satu gelas orange juice Dan satu gelas berisi minuman bening namun bukan air mineral.


"Minumlah." John menyodorkan satu gelas orange juice.


Lea langsung menerimanya dan meminumnya hingga tandas tak tersisa satu tetes pun.


Setelah ini dia akan menanyakan perihal Kon*dom yang baru saja dia dapat.


Namun belum sempat dia membuka suara, dia lebih dulu merasakan panas di sekujur tubuhnya.


Ya, John sengaja menjebak Lea dengan memberikan obat perangsang ke minumannya dalam dosis tinggi. Tubuhnya menggeliat tak karuan, beberapa kancing bajunya kembali dia buka. Tak memikirkan saat ini didepannya sedang ada seorang laki-laki hingga menampilkan perut mulusnya serta dada yang masih tertutup sedikit mencuat.


KLIK PROFILKU