Mr. Dave, I Love You!

Mr. Dave, I Love You!
Bertemu Sahabat Lima Gesrek



Sesampai nya di restoran, Dave tampak menggandeng tangan Ana untuk berjalan menuju private room. Namun dengan segera Ana menepis tangan Dave yang tiba-tiba menyosor tanpa permisi.


Mereka sengaja memesan tempat khusus yang tertutup supaya acara meeting nya tidak terganggu.


"Ana...??!" Tiba-tiba seorang gadis berteriak sedikit keras memanggil nama Ana, Dahi nya sedikit berkerut berpikir apakah orang yang di lihat nya beneran Ana atau bukan.


Sedangkan gadis yang merasa di panggil nama nya mencoba mengedarkan pandangan.


Arah mata Ana kesana-kemari untuk mencari sosok pelaku yang memanggil nya.


"Hei ...! I'm here, Ana ...!" Gadis itu terlihat melambaikan tangan agar Ana dapat mengetahui keberadaan nya.


Mata Ana membulat sempurna saat melihat sahabat nya yang sudah sangat lama tidak bertemu. Mereka terlihat sedang berkumpul bersama teman-teman yang lain.


"BELLAA..??" Ana ikut berteriak histeris melihat Bella, sahabat SMA nya ada di sini.


Namun sekejap kemudian dia langsung membekap mulut nya karena menyadari telah berteriak keras sampai beberapa pengunjung melihat ke arah nya.


Ana ikut mengedarkan pandangan dengan senyum kikuk, merasa malu karena di perhatikan banyak orang.


Tetapi perhatian orang-orang tidak bertahan lama karena tiba-tiba saja mereka di kejutkan oleh pekikan keras salah satu teman laki-laki nya yang duduk di sebelah Bella.


"YA AMPUN...!! ANABELLE COME BACK...!! OHH BABY...!! COME HE-mmmhhh..." Teriak salah satu teman laki-laki yang duduk di sebelah Bella.


Dia tidak bisa meneruskan perkataan nya karena mulut nya lebih dulu di bekap oleh Bella.


Terlihat Bella dan teman-teman nya merasa sangat malu akibat mulut toa sahabat gesrek nya kembali berbunyi.


Ada yang menelungkup kan tangan nya kemudian menyembunyikan wajah nya agar tidak kelihatan orang-orang yang saat ini sedang memandang heran pada mereka. Karena dalam sekejap gerombolan Bella dan kawan-kawan langsung menjadi pusat perhatian.


Ana yang melihat kelakuan para sahabat nya pun ikut merasa malu, dia memegang kedua pipi nya kemudian melihat arah samping kanan dan kiri untuk memastikan orang-orang tidak memandang ke arah nya.


Ternyata benar, orang-orang tidak memperhatikan nya karena mereka kebanyakan melihat ka arah para gerombolan gesrek, termasuk Ana sendiri ikut masuk dalam grub itu.


Sebenarnya tidak semua anak di rombongan itu ikut dalam kategori gesrek, tapi karena ada salah satu atau salah dua yang oleng, mereka semua ikutan tergelincir.


Ana menatap Dave yang sedang ada di samping nya sejenak. "Pak, boleh saya bergabung ke sana sebentar? Saya janji tidak akan lama." Pinta Ana penuh harap. Bola mata nya terlihat lucu menatap Dave berharap agar dia bisa di izinkan ikut bergabung.


"Tidak bisa! Kita tidak punya waktu lagi. Nanti saja kalau rapat sudah selesai, kau boleh bertemu dengan mereka." Kata Dave menjelaskan.


Bukan maksud Dave melarang Ana bertemu dengan teman-teman lama nya. Tapi memang waktu meeting sudah tidak bisa di tunda lagi.


Beberapa Klien sudah menunggu nya, jadi tak mungkin dia berleha-leha memperlambat waktu, sedangkan orang lain sedang menunggu nya.


"Biak, pak." Ana hanya bisa mendesaah kecewa. Mau tidak mau akhirnya Ana mengiyakan perkataan Dave.


Lagi pula dia tak mungkin melawan perintah atasan nya demi masalah pribadi nya.


Akhirnya Ana hanya memberi kode pada sahabat-sahabat nya agar bisa sabar menunggu karena Ana ada pekerjaan.


Para sahabat nya sangat pengertian, mereka mengangguk sembari mengacungkan jempol nya pertanda setuju.


Lagian teman-teman Ana memang masih ingin berlama-lama di restoran itu sebagai wujud temu kangen dengan para personel grub gesrek nya sewaktu di SMA.


Jarang sekali ada kesempatan bisa bertemu seperti ini, karena mereka semua memiliki kegiatan masing-masing. Bahkan ada beberapa anak pula yang melanjutkan studi nya di LN sehingga mereka benar-benar tidak bisa bertemu dalam jangka waktu dekat.


Setelah Ana masuk ke dalam ruangan bersama Dave, mereka kembali mengobrol, bergosip ria, serta menceritakan pengalaman dan kehidupan mereka selama beberapa tahun setelah kelulusan nya dari tingkat SMA.


Ada yang unik dari mereka, meski dari 5 anak itu tidak semua nya cewek, tapi persahabatan mereka terjalin cukup erat.


Mereka sangat bersyukur karena memiliki sahabat baik, sehaluan dan satu tujuan di antara mereka.


Masing-masing di antara mereka memliki keajaiban tersendiri, termasuk Ana yang memiliki keajaiban otak luar biasa cerdas.


Namun di balik itu semua, mereka bisa saling melengkapi dan mengimbangi keajaiban nya masing-masing.


Jarang sekali berselisih paham, kalau pun itu terjadi maka tidak akan lama. Mereka tidak betah bila harus mendiami sahabat nya, bahkan bisa di katakan mereka tidak bisa hidup ber individu terlalu lama.


Itu lah mengapa jalinan persahabatan mereka masih terjalin erat meski sudah beberapa tahun tak bertemu.


Lima anak itu terdiri dari Fathur, Liam, Bella, Ana, serta Maudy.


Dari 5 anak itu, yang paling waras adalah Maudy, dia memiliki otak cerdas dan kalem, sehingga bisa mengimbangi otak Ana yang begitu luar biasa cerdas dan cerewet.


Sedangkan Fathur dan Bella adalah pasangan somplak yang bahkan bisa di bilang sama-sama lebay. Tapi di balik ke-gesrekan mereka, justru menjadi hiburan di antara yang lain.


Ana dan Bella sering dipanggil bersamaan, dan mereka memanggil nya menjadi Anabelle. Itu lah mengapa saat Farhur tadi melihat Ana, dia langsung berteriak Anabelle come back karena di sana juga ada Bella.


Untuk Liam sendiri tak jauh beda sifat nya dengan Fathur, tapi tingkat ke kepoan nya lebih tinggi di antara yang lain. Bahkan dia di juluki biang gosip.


Apapun informasi yang dia dapat kan maka akan menjadi bahan perbincangan di hari itu. Lalu untuk hari berikutnya maka dia pasti sudah mendapatkan bahan atau wacana baru seputar kehidupan orang lain.


Tak jarang Liam memposting adegan pertengkaran anak lain sewaktu SMA, kemudian meng-upload nya ke jejaring sosial, sehingga gosip atau perkara yang tadi nya kecil menjadi besar akibat ulah nya


Liam memang sangat suka memposting apapun yang dia dapat, karena hal itu akan semakin menambah followers nya kemudian dia akan mendapat kan Ender's dari mereka yang membutuhkan jasa pengiklanan.


Kejam memang Liam, di antara lima sahabat itu, yang paling suka menambah dosa memang Liam. Ini menurut mereka berlima.


Tapi kadang pula dia menjadi sahabat yang paling bijak saat menengahi masalah.