Mr. Dave, I Love You!

Mr. Dave, I Love You!
Makan malam



Dengan telaten, Dave mengolesi seluruh wajah dan tubuh yang terdapat luka dengan salep yang sudah dibelinya.


"Maafkan aku, Sayang." Sekali lagi, Dave menggumam kan maaf di sela-sela kegiatan nya saat mengobati Ana.


Setelah seluruh tubuh Ana berhasil di olesi salep, kini saat nya dia mengolesi bagian paling penting, yaitu di area inti nya.


Dengan hati-hati Dave sedikit membuka kaki Ana agar memudahkan untuk melihat luka nya. Saat luka itu terlihat, ternyata bagian inti nya memang memerah dan sedikit membengkak.


"Kenapa sampai separah ini? Apa aku terlalu buas, semalam? Kenapa kau tak meminta berhenti saat tadi malam aku melakukan nya berulang-ulang padahal kau merasa sakit?" Dave semakin diselimuti rasa bersalah. Dia terus bergumam sendiri seperti orang gila, untung saja tidur Ana terlalu nyenyak hingga tak terganggu dengan gumaman Dave.


Ana sedikit menggeliat saat jari-jari Dave mencoba mengolesi salep di area inti nya. Mungkin karena sakit, sebab itu lah Ana menggeliat. Dave menghentikan sejenak, lalu saat Ana tenang kembali dia kembali mengolesi hingga selesai.


Semakin lama, rasa kantuk nya ikut menyerang Dave. Hingga akhirnya dia pun ikut memasuki alam mimpi setelah berbaring di sebelah Ana dan merengkuh tubuh nya dibawa ke dalam perlukan Dave.


Akhirnya mereka kembali tidur dalam satu ranjang dalam keadaan sama-sama tak menggunakan pakaian. Karena dengan sengaja, Dave menanggalkan pakaian yang masih melekat di tubuh. Hanya satu selimut yang menutupi tubuh polos mereka.


.


.


.


Malam kembali menyapa kota London, sepasang tangan melingkar di pinggang sang wanita mulai bergerak perlahan saat menyadari hari mulai malam.


Setelah beberapa saat mengumpulkan kesadaran nya, Dave mulai membuka mata. Dilihat nya wajah cantik namun terdapat beberapa luka di wajah nya, membuat Dave kembali merasa bersalah.


Tak ingin membuang waktu, dia langsung turun dari ranjang lalu pergi ke kamar mandi karena setelah ini dia akan berinisiatif memasak untuk wanita nya.


Setelah menghabiskan sekitar sepuluh menit, Dave kembali ke kamar. Pandangan nya langsung tertuju pada wanita nya yang ternyata masih sangat nyaman dalam tidur panjang nya.


Dengan perlahan, Dave mendekati Ana lalu mencium kening, hidung, pipi dan bibir nya. Tak lupa dia mencium beberapa luka yang terdapat di sudut bibir nya.


"Forgive me, darl." Bisik Dave.


Setelah nya dia meninggalkan kamar dengan tujuan pergi ke dapur untuk menyiapkan makan malam spesial wanita nya.


Saat Dave sudah benar-benar menghilang di balik pintu, Ana membuka mata secara perlahan lalu pandangan nya tertuju 0ada pintu yang masih tertutup.


Sebenarnya Ana memang sudah bangun sejak tadi, tapi dia sengaja pura-pura tidur karena masih belum ingin berbicara pada Dave.


Dia tahu, hatinya tak sekeras itu yang tak mau memaafkan Dave dalam waktu singkat, tapi rasanya sungguh tak adil bila Dave belum mendapatkan hukuman atas apa yang telah dia perbuat. Untuk itu, dia memilih akan mendiami Dave untuk sementara waktu sampai Dave sendiri benar-benar menyesal atas apa yang telah dia lakukan.


Aroma makanan gosong terasa menyengat dalam indra penciuman Ana, tapi di tetap memilih tidur apapun yang terjadi di luar sana. Mungkin bahkan sampai dapur meledak pun Ana lebih memilih tidur di kamar, karena dia benar-benar tak ingin muncul dihadapan Dave.


Sudah lebih dari dua puluh menit Dave meninggalkan kamar, tapi sepertinya belum ada tanda-tanda Dave memasuki kamar. Terdengar beberapa kali barang jatuh di luar kamar Ana. Tapi sekali lagi, Ana lebih memilih pura-pura tidak mendengar dan seolah bodo amat karena masih terlalu pada Deva yang memperlakukan dia dengan seenaknya sendiri.


Tap ... tap ... tap ...,


Derap langkah kaki seseorang mendekati kamar terdengar sangat jelas, Ana sudah bisa menebak kalau yang ingin memasuki kamar nya adalah Dave karena tak ada orang lain selain dia di apartemen nya.


Dengan segera Ana mengambil posisi untuk merebahkan diri dan pura-pura tidur seperti tadi.


Dave membuka kamar dengan penuh hati-hati, satu tangan nya membawa nampan besar yang berisi beraneka ragam makanan dan satu gelas minuman.


Dari kejauhan Dave dapat melihat kalau Ana maish tertidur pulas, dia jadi tak tega untuk membangunkan nya.


Dengan langkah perlahan dan tampak hati-hati Dave berjalan mendekati ranjang, namun sebelum itu dia meletakkan nampan berisi makanan ke atas sofa dekat pintu.


Pandangan nya kembali tertuju pada gadis yang meringkuk di atas ranjang dengan selimut tebal yang masih terus membungkus tubuh nya.


"Sayang, makan malam dulu." Dave berbicara sangat lirih, andai Ana benar-benar tertidur tentu dia tak akan mendengar nya, tetapi karena Ana hanya pura-pura tidur tentu dia masih bisa mendengar semua perkataan Dave.


Dave menghela nafas saat tak mendapati pergerakan sedikit pun dari tubuh Ana. Dia juga takut bila mengeraskan panggilan akan mengganggu tidur Ana, tapi disisi lain bila Ana tak bangun dia juga takut Ana akan sakit.


"Sayang ...," Sekali lagi, Dave berusaha membangunkan wanita nya. Tangan nya berusaha meraih bahu Ana dan sedikit menggoncang nya. Tetapi, tak ada pergerakan sama sekali.


Hah, Dave hanya bisa menghela nafas nya dengan berat. Dia menjadi orang yang serba salah kali ini, tidak dibangunkan maka Ana akan kelaparan karena sepanjang hari belum makan. Sedang bila berusaha membangunkan nya, Ana akan terganggu tidurnya.


Setelah berusaha berpikir sejenak, Dave akhirnya memutuskan untuk membangunkan kembali wanita nya karena tak ingin dia sakit.


"Sayang, bangun dulu, hm?" Kepala dave sudah mengendus-endus area leher dan tengkuk Ana. Gadis itu yang memang tidak tidur tentu saja merasakan geli, tetapi dia berusaha untuk tetap tidak bergerak.


"Aku tahu kamu masih marah, tapi jangan hukum dirimu juga. Kamu harus makan, nanti sakit." Dave sedikit melihat pergerakan Ana, dia tahu saat ini Ana sudah sadar dari tidurnya tetapi masih enggan membuka mata. "sayang, aku tahu kamu sudah bangun. Kalau kamu tidak ingin berbicara dengan ku tidak apa-apa, aku akan diam yang penting kamu bangun dan makan dulu." Dave menatap sendu Ana yang masih terus meringkuk di atas ranjang padahal sudah sudah terbangun dari tidurnya.


...💙💙💙...


...TBC ...


ngantuk banget 💤💤💤


Selesaikan besok yakk janji deh.


Jangan lupa like


Jangan lupa komen.


Jangan lupa favorit


Jangan lupa bunga nya


Jangan lupa Kopi nya


Jangan lupa koin nya


Jangan lupa vote nya.


Terimakasih all


Jangan lupa follow akun ku.


Terimakasih udah mampir di cerita ku wkwkw semoga kalian terhibur, karena aku juga menginginkan hal itu.