Mr. Dave, I Love You!

Mr. Dave, I Love You!
Nasib Sonya



"Sayang, Aku bersumpah tidak pernah mengkhianati mu. Kami berdua di jebak." Ujar Sonya bersimpuh di kaki laki-laki yang berstatus sebagai suami nya.


Bukan nya bersikap empati melihat keadaan istri nya yang terlihat begitu mengenaskan saat bersimpuh di depan kaki nya. Bahkan wanita itu bersiap-siap ingin mencium kaki suaminya namun tubuh nya lebih dulu terjungkal akibat di dorong keras oleh sang suami menggunakan satu kaki nya.


Sonya hanya bisa meringis kesakitan saat tubuh itu terjerambat keras di lantai.


Laki-laki yang bernama Billy itu bergerak maju lalu berjongkok mendekati istri nya dengan kilatan penuh amarah.


"Dasar wanita murahan!" Bentak nya pada wanita itu.


"Aaaa..!! Sak-kit ... Tolong lep-paskan... ku mohon..." Sonya berteriak lalu merintih kesakitan saat rambut nya di Jambak Billy dengan tidak manusiawi.


Kilat kemarahan itu tampak terpancar jelas dari bola matanya yang memerah.


Dia sangat marah mengetahui istri nya sedang hamil setelah penghianatan yang di lakukan nya bersama sahabatnya sendiri bernama David Sanjaya Grey.


Dia memergoki istri nya tertidur dalam pelukan laki-laki asing yang sama-sama tidak mengenakan baju.


Sonya selalu menyangkal tidak pernah melakukan apapun dengan Dave dan akan membuktikan kebenaran nya. Tapi sampai saat ini bukti itu tak kunjung ditemukan.


CCTV yang seharusnya bisa menjadi bukti kuat Sonya dan Dave waktu itu, telah rusak. Entah siapa yang sengaja merusak nya, tapi hal itu semakin membuat Billy murka.


Dia menyangka istri nya dan laki-laki baji ngan itu sengaja merusak cctv agar kebusukan mereka tak terbongkar.


"DASAR JA-LANG!! APA KAU TIDAK PUAS DENGAN SENTUHAN KU, SAMPAI-SAMPAI KAU MENCARI LAKI-LAKI LAIN UNTUK MEMUASKAN KU, HAAA...?? APA SELAMA INI AKU KURANG PERKASA BAGIMU?!! JAWAB AKU WANITA SAMPAH!! KAU BENAR-BENAR WANITA BINALL!! BERANI-BERANI NYA KALIAN MENGKHIANATI KU HAHAHAA....!" Tawa keras menggelegar terdengar dari tenggorokan Billy namun terdengar sangat pilu. Memikirkan nasib rumah tangga nya yang baru seumur jagung ini di ujung tanduk.


Bola matanya berair, dia tak menyangka akan mendapatkan kenyataan se pedih ini. Sungguh, saat ini sedang mengalami masa terpuruk nya merasakan penghianatan terbesar seumur hidup nya.


Selama ini meski banyak orang-orang yang berkhianat di sekeliling nya, banyak para rekan kerjanya yang menusuk nya dari belakang hingga perusahaan nya diambang namun rasanya tak sampai se menyedihkan saat ini.


"KAU WANITA PALING HINA DI DUNIA INI!!KAU DAN BAYI MU TIDAK BERGUNA HIDUP DI DUNIA!! KALIAN HANYA AKAN MENJADI SAMPAH MASYARAKAT!! AKU AKAN MEMBUNUH MU SERTA BAYI MU...!!"


Billy terus saja memaki-maki wanita yang sangat dicintainya sejak dulu, lalu bersiap-siap untuk memukul perut wanita yang masih berstatus sebagai istri nya.


Wanita yang menjadi cinta pertama nya, berharap akan menjadi cinta satu-satunya seumur hidup dan akan hidup bersama dengan penuh cinta. Namun dia harus menelan pil pahit saat melihat istri nya yang sangat di puja serta di cintai nya ternyata berselingkuh dengan rekan kerjanya sendiri sekaligus sahabat nya.


"Akan ku bunuh bayi sialann ini!!" Billy berancang-ancang memukul keras perut istrinya.


"Aaaa...!! Ku mohon...! Jangan sakiti bayi ini..! Dia tidak berdosa..!" Sonya berusaha untuk menyembunyikan perut nya agar tidak di pukul oleh suaminya yang sedang dipenuhi amarah.


Billy mengendurkan kepalan tangan nya lalu perlahan ia turun kan.


Dia tidak menyangka, istri nya begitu menyangka bayi hasil benih dari laki-laki ba ji ngan itu. Terlihat saat bagaimana Sonya menyembunyikan perut nya agar terhindar dari pukulan nya. Membuat Billy tersenyum miris melihat nya.


Dia sangat bodoh telah menjatuhkan cinta nya hingga sedalam ini pada wanita pengkhianat. Dia merasa menjadi laki-laki paling bodoh di dunia karena selama ini selalu percaya terhadap istri nya.


Dan hal itu semakin membuat Billy merasa bangga memiliki Sonya, gadis lugu berparas cantik dan begitu murah hati serta periang ini bisa ia dapatkan.


Tapi fakta mengejutkan yang baru beberapa hari dia ketahui, istri nya berselingkuh dengan laki-laki lajang.


Sungguh, kenyataan yang tak pernah terlintas sedikitpun di benak Billy sebelumnya.


"Hahahaha...!! Apa kau begitu mencintai benih dari laki-laki ba ji ngan itu?!!" Tanya Billy sembari mencengkeram kuat rahang Sonya, kuku-kuku nya menusuk kulit Sonya hingga mengeluarkan darah.


Cengkraman yang begitu menyakitkan itu tak lagi dirasa oleh Sonya. Bahkan sekujur tubuh nya seperti mati rasa melihat betapa benci nya sang suami.


Suaminya itu tak mempercayai nya seujung kuku pun. Dia lebih mempercayai apa yang di lihat waktu itu tanpa mencari bukti lebih dalam.


"Hiks ... Billy ... ku mohon, percaya padaku, aku tidak melakukan apapun dengan Dave. Ini adalah anak mu." Kata Sonya dengan suara lemah nya. Rasa sakit tiba-tiba mendera di sekujur tubuh nya.


Ingin sekali Sonya merintih, meminta Billy untuk menolongnya tapi rasanya itu tidak mungkin. Melihat kilat amarah yang begitu berkobar-kobar di tubuh suaminya.


Sungguh, Sonya tak pernah menyangka nasibnya akan seperti ini. Di mana dia dijebak dalam sebuah kamar hotel bersama sahabatnya sendiri. Membuat laki-laki yang begitu di cintai itu murka, menganggap dia telah mengkhianati nya.


Padahal itu sama sekali tidak benar, Sonya sangat mencintai suaminya Billy, dan hanya dialah laki-laki satu-satunya yang menja-mah tubuhnya.


"Ciuhh... Aku tidak akan percaya dengan mulut sampah mu!!" Billy berdecih tepat di depan tubuh istri nya.


Tiba-tiba Sonya merasakan sakit yang luar biasa berasal dari perutnya, rintik-rintik keringat mulai bermunculan di sekujur tubuhnya.


"Saakkiiiittt..." Sonya mencengkeram kuat perutnya yang terasa begitu menyakitkan.


"Hiks... ku mohon, selamat kan aku... se-selamat kan bayi ku. Bawa aku ke rum-mah sakit.." Satu tangan Sonya berusaha meraih tubuh suaminya agar mau mengasihani nya.


Bukanya menolong, Billy malah semakin mendorong tubuh istri lemah nya hingga tumbang di lantai.


Kali ini tak ada lagi rintihan-rintihan kesakitan di ruangan itu. Sonya benar-benar tidak sadar kan diri, dia sudah tidak kuat menahan sakit di sekujur tubuh nya.


Beberapa luka lebam serta memar di beberapa bagian tubuhnya tak sebanding dengan rasa sakit dari dalam tubuhnya hingga akhirnya ia tidak kuat.


Seketika ruangan itu menjadi sunyi, Billy masih mematung di tempat. Menyaksikan bagaimana wanita yang begitu di cintai nya menahan sakit.


Tapi rasa sakit nya berhasil mengalahkan rasa empati nya pada sesama manusia.


Dia tidak peduli jika istri nya akan mati saat ini, hati nya telanjur mati.


Billy lebih memilih keluar dari ruangan itu, membiarkan istri nya yang sedang pingsan di lantai dalam keadaan yang sangat mengenaskan.