
Nadya membereskan buku-bukunta itu dan di bantu oleh siswa tadi saat Nadya melihat ke arah wajah siswa itu mata Nadya membulat, "angga" kata Nadya dalam hati.
ia menatap angga terkejut kemudian buru-buru membereskan buku-bukunya.
saat itulah tangan Nadya dan Angga saling berpegangan Nadya pun terkejut kemudian menatap ke arah angga.
lumayan lama mereka bertatapan, Marcell yang melihat tunangannya itu selalu menatap ke arah pria yang mungkin yang tidak ia kenal kemudian ia berdehem, "ehemm"
Nadya tersesat kemudian membereskan buku-bukunya kembali.
"terima kasih," kata Nadya sambil tersenyum manis
Angga hanya mengangguk, Nadya dan lainnya pun kembali berjalan menuju ke arah gerbang sekolah.
"kayaknya aku kenal dia, tapi dimana ya?" kata angga
***
di dalam mobil Nadya masih memikirkan kejadian tadi ia tersenyum-senyum sendiri defina yang melihat sahabatnya itu heran.
"kenapa senyum-senyum sendiri?" tanya Defina
"Hem, eng... enggak kok." jawab Nadya gugup
***
Nadya berjalan ke kamarnya ia merasa sangat lelah ia mengganti bajunya dengan baju santai.
ia kemudian berjalan ke ruang tamu dan duduk di sofa sambil mengemil.
"ya aeera di mana?" tanya Marcell duduk di sebelah Nadya
"gak tau"
"mana sih tuh anak?" gumam Marcell sambil menyambar makanan Nadya
Nadya Hanya menggelengkan kepalanya melihat kelakuan Marcell.
***
"sial, dimana bocah itu?" kata Fakhri sambil duduk di singgasananya
"mungkin dia kabur ke daratan!"
"Amanda kamu aku tugaskan untuk mencari Nadya ke daratan! harus sampai ketemu!"
Amanda hanya mengangguk ia kemudian berenang ke daratan untuk mencari Nadya adiknya ia masih di pengaruhi oleh sihir Medusa suruhan Fakhri, dan laut sekarang keadaannya menjadi kacau ratu Hanna Sanga ratu mermaid di tangkap dan di penjarakan oleh Fakhri.
***
malam harinya Nadya merasa tidak bisa tidur ia selalu memikirkan keadaan lautan dan ibundanya.
ia duduk di bibir ranjang sambil melamun sesekali matanya meneteskan air mata.
"ya kamu kenapa?" tanya defina
"defina kamu bangun"
"kamu kenapa nangis , apa ada masalah? ayo ceritain ke aku!" kata defina lagi
"em.. enggak kok aku gak nangis!" kata Nadya sambil mengusap air matanya
"pasti kamu lagi mikirin istana mermaid ya, tenang ya pasti ada jalan keluarnya kok, aku pasti akan ngebantuin kamu!"
"makasih def kamu udah mau menjadi sahabat aku, ya... walaupun aku mermaid!" kata nadya
"ya kamu itu sudah aku anggap sebagai adik aku, jadi kamu harus janji kalau kamu lagi ada masalah kamu harus bilang ke aku" kata Defina sambil mengusap air mata Nadya
Nadya mengangguk ia kemudian memeluk Defina.
***
paginya Nadya dan lainnya sudah berada di sekolah Nadya memutuskan untuk ke kantin karena ingin membeli minuman mineral.
"jadi berapa?"
"jadi totalnya 5000"
Nadya mengeluarkan uangnya dan berjalan ke meja.
Nadya mencoba membuka botol minumnya tetapi usahanya sia-sia botol minumannya itu susah di buka.
"aduh, susah banget sih di bukanya!" gumam nadya
tiba-tiba ada seorang pemuda yang membantu Nadya membuka botolnya ia mendongakkan kepalanya dan melihat angga sedang tersenyum ke arahnya.
"te... terima kasih"
Angga tersenyum manis ke arah Nadya hingga membuat gadis itu terlihat gugup apalagi angga duduk di seberangnya.
"Angga" kata angga sambil mengulurkan tangannya
"Nadya"
"kamu murid baru di sini"
Nadya Hanya mengangguk, "ouh, apa kita bisa berteman?" pertanyaan angga membuat Nadya merasa senang jantungnya serasa mau copot
Nadya menganggu lagi, Angga di buat tersenyum ia mengacak-acak ujung kepala Nadya.
"ya udah ke kelas sana sebentar lagi mau bel!" kata angga
Nadya Hanya mengangguk "kalau gitu aku permisi" ucap Nadya
•••