
"Kak.. kak Amanda?"
Amanda melepaskan pelukannya sejenak lalu ia tersenyum kepada Nadya, "adikku, Nadya ini kakak" kata Amanda
Nadya terdiam, "kakak sudah inget aku?" Tanyanya
Amanda mengangguk, "iya, kakak sudah mengingat kamu dan juga Ibunda"
Nadya memandang wajah Amanda dengan tatapan menyelidik karena ia belum yakin jika kakaknya itu sudah mengingatnya.
"Kamu belum percaya?"
Nadya mengangguk, "(menghela nafas) Nadya, maafin kakak kalau selama ini kakak sering nyakitin kamu. Kakak juga tidak mengerti dengan kejadian ini tapi mulai sekarang kakak akan berpihak kepada kalian." Kata Amanda setelah itu kembali memeluk Nadya
"Kak.. Amanda." Nadya menangis seketika
Beberapa menit kemudian mereka melepaskan pelukannya, "kak, aku kira kak Amanda tidak akan pernah mengingat ku lagi."
"Itu tidak mungkin." Kata Amanda sambil menghapus air mata Nadya
"Tapi kak, kakak tidak mungkin kembali ke lautan dengan keadaan kakak sudah mengingat ku, apalagi Fakhri mempunyai kekuatan yang sangat tinggi bahkan Justine dia sudah pulang dari belajar ilmunya kak."
"Benar juga kamu. Gimana kalau gini aja, kakak akan kembali ke lautan dengan berpura-pura masih tidak mengingat kalian."
Nadya mengangguk, "urasan Ibunda itu aku yang akan mengatakannya jika kak Amanda sudah mulai mengingat lagi,"
"Baiklah, kalau begitu kita kembali ke tenda lagi."
***
Marcell, Aeera, Alsafa dan juga Defina mereka semua sudah sampai di tenda.
"Def, gimana ceritanya Nadya bisa nyebur ke danau?" Tanya Alsafa
"Tadi dia di dorong oleh Amanda" jawab Defina
"Bagaimana jika terjadi sesuatu kepada Nadya?" Tanya Aeera
"Tapi..."
"Hallo, temen-temen" sapa Nadya
Sontak Marcell, Aeera, Alsafa dan juga Defina menoleh kearah asal suara.
"Nadya kamu baik-baik aja?" Tanya Aeera hendak menghampiri Nadya tetapi ia urungkan saat ia melihat tangan Nadya digenggam oleh Amanda
"Nadya?" Aeera melihat kearah Nadya dan juga Amanda secara bersamaan
"Temen-temen, kak Amanda sudah mengingat semuanya." Kata Nadya
Sontak mereka mereka berempat terkejut, "Nadya kamu percaya? Bagaimana jika kak Amanda hanya berpura-pura?" Tanya Marcell
Nadya menggelengkan kepalanya, "tidak, kak Amanda sudah mengingat semuanya" kata Nadya
"Aeera, Alsafa, Marcell iya aku sudah mengingat semuanya."
Aeera tersenyum lalu ia mendekati Amanda kemudian memeluknya sama halnya dengan Alsafa dia juga memeluk Amanda.
"Syukurlah kalau kak Amanda sudah mengingatnya" kata Alsafa
"Iya, jadi mulai hari ini kita akan bersatu untuk melawan Fakhri, Evirta dan juga Justine!" Kata Amanda
Mereka semua mengangguk, "lalu, Apakah kak Amanda akan tinggal di daratan?" Tanya Marcell
Sejenak Amanda terdiam lalu menggelengkan kepalanya. "Masalah itu, aku akan tetap tinggal di lautan karena tidak ingin membuat Fakhri ataupun yang lainnya curiga" kata Amanda
"Lalu bagaimana kita akan menyerang Fakhri, lagi pula itu sepertinya sangat berat Fakhri mempunyai kekuatan yang sangat kuat sedangkan kita..." Aeera tidak melanjutkan ucapannya
"Itu yang akan menjadi tugas ku, aku akan menyerang Meraka dari dalam aku akan berpura-pura masih tidak mengingat kalian dan disaat mereka lengah aku akan menyerang mereka." Kata Amanda
"Bukan hanya kakak tetapi kita juga, kita harus menyatukan kekuatan kita dan melawan Fakhri secara bersamaan" kata marcell
Amanda tersenyum sambil mengangguk. "Terimakasih, A ku yakin jika kita bersatu kita pasti akan dapat mengalahkan mereka!" kata Amanda.