
Paginya Nadya sudah bersiap-siap untuk pergi jalan-jalan bersama Angga, saat itu dikampus mereka sudah berjanji.
Dengan balutan Dress hitam dan rambut yang dibiarkan tergerai sehingga membuat siapa saja akan terpesona melihat kecantikannya.
Defina yang melihat Nadya rapih dan cantik ia pun bertanya, "Kamu mau kemana ya?"
"Hm... aku mau jalan sama Angga," jawab Nadya sambil tersenyum.
Defina menyenggol bahu Nadya sambil tersenyum jail, "Ciee... cinta lama bersemi kembali, tapi aku seneng juga akhirnya kamu sama Angga bersatu lagi tapi yang aku pikirkan sekarang adalah Adena dia itu wanita yang tidak tahu malu sekali..."
"Sstt... kamu gak boleh ngomong kayak gitu Def, tapi aku lihat-lihat kamu juga mau kemana?" tanya Nadya penasaran melihat sahabatnya juga sudah rapih cantik.
"Rahasia." ucap Defina misterius
"Ayolah Def, atau jangan-jangan kamu mau jalan ya sama Ji Hyun?"
"Apaan sih, kenapa jadi bawa-bawa Ji Hyun segala" Defina sebal bahkan bibirnya kini ia majukan.
"Aku hanya bercanda."
Tok... Tok... Tok
Nadya dan Defina keluar saat mendengar suara ketukan pintu, terlihat Angga yang sudah menunggu sambil memamerkan senyuman manisnya.
"Angga? jadi nih kalian jalan," Kata Defina dengan suara yang meledek.
Angga hanya tersenyum ia menatap Nadya dari atas hingga bawah, "Angga kalau begitu tolong jaga Nadya yah, awas aja kalau sahabat aku kenapa-napa kamu yang pertama kali aku cari!"
"Iya, iya dasar bawel!" gumam Angga.
"Apa kamu bilang?!"
"Iya, Defina yang cantik."
Defina tersenyum. "Awas juga kalau Zidan kenapa-napa!" kata Angga sehingga membuat Nadya dan Defina terkejut.
"Kenapa dia bisa tahu?"
"Kau!" Sebelum Defina marah-marah tidak jelas kepadanya, Angga dengan cepat menarik tangan Nadya.
Nadya terkejut saat Angga menaiki sepeda, "Ayo naik ya," kata Angga sehingga membuat Nadya tersadar.
Ia tersenyum samar saat mengingat saat dulu ia juga pernah berboncengan sepedah bersama Angga.
"Siap?" tanya Angga sambil melihat kearah belakang.
Nadya mengangguk sambil tersenyum, Angga pun mulai menggoes sepedanya perlahan, kini posisi Nadya miring karena tidak mungkin juga ia menghadap Angga karena ia menggunakan Dress.
Sesampainya di Mall kini Angga memarkirkan sepedanya terlebih dahulu di tempat parkir khusus sepeda.
Pertama-tama mereka berdua bermaid ditempag bermain, mereka bermain capit boneka terlebih dahulu dan yang kedua mereka bermain tembak-tembakan disana.
Senyuman yang mengembang dibibir Nadya membuat Angga senang dan sejuk, ia menatap Nadya yang sedang memegang dua boneka beruang hasil bermain capitan boneka tadi.
Kini mereka sudah berada disalah satu restoran disana, Angga memesan makanan yang Nadya sukai, pelayan mencatat semuanya lalu menunduk pergi menuju dapur.
Angga melihat kearah Nadya yang kini sedang bermain-main dengan bonekanya seperi anak kecil, Angga tersenyum melihatnya.
Karena merasa dirinya diperhatikan kini Nadya melihat kearah Angga yang sedang menatapnya dengan senyuman yang mengembang.
Karena malu ia menutup wajahnya menggunakan telapak tangannya sehingga membuat Angga semakin gemas melihatnya.
"Nadya lebih baik kita beri nama boneka beruang ini bagaimana?" tanya Angga.
Nadya menjauhkan telapak tangannya dari wajahnya ia berfikir sejenak dan tak lama kemudian ia mengangguk.
"Bagimana jika nama beruang ini Amy?" tunjuk Nadya kearah boneka yang memegang tanda Love.
"Dan ini Felona?" lanjutnya dengan menunjuk boneka beruang yang biasa.
Angga mengangguk, Nadya memberikan boneka beruang biasa itu kepada Angga dengan senang hati pemuda itu menerimanya.
"Kamu janji harus jaga Felona dan aku jaga Amy." kata Nadya
"Baik, aku setuju." kemudian mereka berdua berjanji kelingking.
Setelah selesai kini mereka keluar dari Mall entah kemana tujuan Angga selanjutnya, Nadya hanya terdiam saja dengan senyuman yang tidak pernah hilang di bibirnya.
"Ya bagaimana kalai kita pergi kepantai tempat pertama kali kita ketemu?" tanya Angga.
"Hmm... boleh."
Angga dengan semangat menggoes sepeda, beberapa menit kemudian mereka berdua sampailah dilautan seperti biasa Angga menggenggam tangan Nadya.
Dari kejauhan Areum tidak sengaja melihat Nadya ia terdiam sejenak memikirkan sesuatu, beberapa menit kemudian seperti ada lampu dikepalanya ada sebuah ide licik yang akan dilakukannya sekarang.
Dengan penuh percaya diri ia berjalan menghampiri Nadya dan menumpahkan air mineral yang dari tadi ia bawa itu kepada Nadya.
"Astaga, Nadya aku sungguh tidak sengaja." ucap gadis itu dengan wajah yang dibuat-buat.
Angga melihat kearah kaki Nadya yang sudah basah, ia khawatir akan terjadi kejadian yang samc sekali tidak diinginkannya.
Nadya melihat semburat senyum licik yang terukir diwajah Areum dengan tangan yang mengepal ia menampar pipi Areum sehingga suaranya begitu nyaring.
"Aww!!"
Angga terkejut melihatnya ia menatap wajah Areum yang memelas dan wajah Nadya yang menahan amarah, karena merasakan lemas dikakinya Nadya berlari mencari tempat aman.