
Setelah selesai mengantarkan ketempat peristirahatan terakhir kini Amanda dan yang lainnya berkumpul tidak dengan Ye Jun walaupun pemuda itu masih penasaran atas apa yang terjadi tetapi terpaksa untuk kembali pulang.
Alsafa menjelaskan semuanya kepada Nadya dan yang lainnya, tentang kematian seseorang tadi.
Beberapa waktu sebelumnya...
Alsafa berniat untuk menemui Nadya, tetapi dijalan ia melihat orang-orang yang sedang berkumpul. "Tolong jangan mendekat, kami akan menyelidiki kasus ini segera mungkin." ucap polisi yang ternyata juga ada disana.
Karena penasaran Alsafa ia menghampiri keramaian tersebut, matanya tak sengaja melihat seorang pria yang terbaring tergeletak dipasir.
"Ada apa ini?" tanya Alsafa kepada salah satu orang yang ada disana.
"Ada kasus pembunuhan, lihatlah sadis sekali bahkan korban dia ditusuk dibagian perutnya, anehnya lagi ada terdapat luka dibagian dadanya entah karena apa bahkan hampir sedikit membiru." jawabnya sambil menjelaskan.
Alsafa manggut-manggut, "Terima kasih atas infonya."
Saat ingin membalikan badannya, mata Alsafa tidak sengaja melihat dengan begitu jelas wajah dari sang korban.
Jantung berhenti berdetak, bahkan ia tidak begitu yakin jika ini adalah mimpi atau nyata. "Justine." gumam Alsafa sambil melangkah maju untuk mendekatinya.
Polisi melarang gadis itu untuk mendekati tubuh jenazah, "Aku mengenalnya..."
Polisi itu menatap Alsafa penuh keraguan. "Apakah benar kau mengenalnya?" tanyanya sekali lagi.
Alsafa menganggukan kepalanya dengan tatapan yang masih tertuju kearaah tubuh Justine yang sudah terlihat kaku.
"Dia temanku, Justine..."
Beberaoa detik Alsafa terdiam, ia membalikan badannya berlari untuk segera menemui Nadya dan memberitahu kabar buruk ini.
***
"Siapa sebenarnya dalang dibalik semua ini?" gumam Amanda yang masih bisa terdengar.
"Nadya, kau harus berhati-hati ingat banyak sekali yang mengincar kalungmu itu tidak hanya kerajaan utara saja, kakak yakin masih banyak lagi."
Nadya menganggukan kepalanya, "Tidak hanya untuk Nadya tetapi kalian bertiga, Defina apalagi kau... berhati-hatilah aku yakin mereka juga mengincar dirimu terutama putri keajaan Mermaid utara itu."
Defina menganggukan kepalanya, "Aku akan mencari tahu siapa dalang dibalik semua ini." ucap Amanda.
"Aku juga tidak akan tinggal diam, aku akan mencari orang itu walaupun dia sembunyi dilubang semut sekalipun aku akan tetap mencarinya!" tegas Nadya.
Keesokannya seperti biasa kembali ke rutinitas belajar, guru Kang sedang mengajarkan pembelajaran ada murid yang memperhatikan dan sebaliknya ada yang terlihat bermalas-malasan.
Ye Jun ia menatap Nadya dari belakang, hal itupun luput dari pandangan Angga pemuda itu tetlihat kesal saat ada seorang pria yang selalu memperhatikan kekasihnya.
Defina dan Aeera saling menatap khawatir jika terjadi apa-apa kepada Nadya, sama halnya juga dengan Angga dan juga Ye Jun.
Ditempat lain, Nadya keluar dari toilet dan berjalan menuju wastafel untuk mencuci tangan. Matanya melihat cermin saat seirang gadis tiba-tiba saja datang dan berdiri disamping Nadya.
Setelah selesai mencuci tangan Nadya menghadapkan tubuhnya tetap dihadapan Areum, bahkan tatapannya terlihat mengidentifikasi.
"Hey, apakah kau tahu berita tentang meninggalnya pangeran ikan dikerajaan Utara?"
Areum terkejut dengan perkataan Nadya lalu ia menatap tajam kearahnya. "Justine? apa yang terjadi dengannya?" tanya Areum.
Nadya tersenyum sinis, "Lucu sekali melihat kau berpura-pura tidak tahu seperti ini, Areum kaukan yang telah membunuh Justine?"
"Apa maksudmu, aku tidak mengerti"
"Jangan berpura-pura sok tidak tahu seperti itu! kau awalnya tidak suka denganku dan kau ingin menghancurkan kerajaanku tidak hanya itu kau juga ingin membuat orang-orang yang ada disekitarku menderita bukan!" Kata Nadya.
"Aku memang menginginkan hal itu, tapi aku sama sekali tidak mengetahui perihal kematian Justine,"
"Areum, ingat hal ini aku akan menghancurkan siapa pun itu yang berani menyentuh orang yang aku sayang dan aku tidak akan tinggal diam."
"Sudahku katakan aku sama sekali tidak tahu perihal kematian Justine, aku tidak membunuhnya!" kata Areum sambil menggertakan giginya.
Lagi-lagi Nadya tersenyum sinis, "Lalu siapa lagi jika bukan dirimu?"
Nadya pergi meninggalkan Areum sendirian dikamar mandi, gadis itu menatap dirinya dicermin.
Saat istirahat Ye Jun dan Nadya ia pergi ketaman berdua, duduk dibangku yang berada disana.
"Hmm... ada apa kemarin, sebenarnya siapa pemuda itu?" tanya Ye Jun.
Nadya menghela nafas, "Dia Justine temanku." jawab Nadya sambik menatap Ye Jun.
"Apakah dia sama sepertimu?"
Nadya menganggukan kepalanya, "Dia pangeran ikan dikerajaan Utara.. saat kecil aku dan dia hampir menikah,"
"Menikah? apa maksudmu?"
Dengan senang hati Nadya menceritakan semuanya kepada Ye Jun. "Ya sumpah aku tidak mengerti apa yang kau alami saat ini, aku juga terkejut saat mengetahui jika kau adalah bukan manusia melainkan seekor duyung."
"Maafkan aku jika membuatmu bingung." ucap Nadya