
Air laut yang besar menerjang daratan, rumah, pepohonan dan lain-lainnya kini habis ditelan oleh gelombang tsunami.
Angga iapun diterjang oleh gelombang tsunami hingga membawanya ke tengah lautan. "Nadya,"
Nadya yang mendengarnya kini memilih untuk pamit kepada Alsafa dan juga Aeera. "Ak... Aku harus selamatin Angga." kata Nadya
"Angga, apa yang terjadi sama Angga?" Tanya Alsafa.
"Aku gak tau, tapi dia manggil aku dan aku harus segera kesana"
"Baiklah, kalau begitu hati-hati."
Nadya segera berenang untuk menghampiri Angga.
Ditempat lain Defina yang menyadari bahwa Angga tidak terlihat kini mulai panik. "Mah, diamana Angga?"
"Bukannya dia ada... Loh kok gak ada dimana dia?" Tanya Kirana yang ikutan panik.
"Kalaj begitu aku bakal cari dia dulu,"
"Mamah ikut"
"Enggak mah, mamah tungguin aja disini sekiranya lebih aman."
"Baiklah sayang, kalau begitu hati-hati"
Defina segera mencari Angga. Sedangkan Nadya kini sudah menemui angga yang hampir kehabisan oksigen.
"Angga, beginikah cara kamu agar dapat bertemu denganku?"
Nadya memegang pinggang Angga lalu ia membawanya kedaratan. Sesampainya disana kini Nadya meletakkan Angga dibebatuan lalu setelah itu Nadya menggenggam tangan Angga sambil menutupkan matanya.
"Kedua kalinya aku akan menghapus ingatan kamu, mungkin aku bakal menyesal setelah melakukan ini tapi ini satu-satunya agar kamu ngelupain aku,"
"Aku memang terpaksa untuk melupakan ingatnmu yang kedua kalinya, agar selama yang kita alami ini hilang dipikiran kamu, tapi aku berjanji akan kembali untuk menemuimu lagi percayalah bahwa..."
"Aku mencintaimu, Angga." Bisik Nadya ditelinga Angga lalu ia mengeluarkan gelang dan memasangkannya dilengan Angga.
"Dengan ini, aku aku akan lebih mengenalmu disaat masa depan nanti aku mencarimu." Kata Nadya.
Nadya mengecup punggung tangan. "Nadya?" suara yang tak asing terdengar ditelinga Nadya saat ia mendongakkan kepalanya ia melihat Defina sedang berjalan menghampirinya.
"Nadya, apa yang terjadi sama Angga?" Tanya Defina.
"Defina, dia baik-baik saja aku sudah menghapus ingatannya jadi aku mohon kalau dia sudah sadar tolong jangan pernah menceritakan segalanya."
"Kenapa kamu melakukan ini Nadya?"
"Mungkin saat semua ini berlalu aku tidak akan kembali ke daratan, aku menhapus ingatannya"
Nadya menyodorkan tangannya, Defina hanya menatapnya. "Jangan bilang kamu mau..."
Nadya tersenyum ia mengambil tangan Defina lalu mengelusnya dengan lembut, "tenang, aku gak bakal ngelakuin itu sama kamu, aku gak bakal menghapus ingatan kamu biar kamu menyimpan saja masa lalu yang indah yang pernah jalankan bersama, dan tolong pakailah ini"
Nadya mengeluarkan gelang lagi dan memasangkannya dilengan Defina. "Aku, kak amanda, Aeera dan juga Alsafa sudah memakai gelang yang sama"
"Nadya apakah kamu akan pergi selamanya meninggalkan aku?" Tanya Defina air matanya tak tahan lagi untuk disembunyikan.
Nadya mengusap air mata Defina lalu membawanya kedalam pelukannya. "Enggak, aku akan kembali." kata Nadya sambil melepaskan pelukannya.
"Janji?" Defina menyodorkan telunjuk kelingkingnya dan Nadya pun sama.
"Aku mohon, jangan pernah menceritakan soal aku kepada Angga"
"Pasti. Nadya kamu jangan pernah melupakan aku"
Nadya mengangguk. "Aku pamit." Nadya membalikkan badannya air mata jatuh dari pelupuk mata tapi Nadya langsung mengusapnya.
"Aku akan mengakhiri semuanya!" Nadya segera mungkin kembali keistana kerajaan.
Sesampainya disana ia melihat semua kekacauan. "Kalian lebih baik pergi dari sini, cari tempat persembunyian yang aman!" Teriak Marcell.
Spontan Marcell terjatuh. "Marcell!" Teriak Aeera, Alsafa dan juga Nadya secara bersamaan sambil menghampiri Marcell.
Marcell begitu kesakitan ia memegangi perutnya menggunakan tangan kanannya. "Marcell kamu baik-baik ajakan?" Tanya Nadya.
Marcell tersenyum, "Nadya, saat aku pergi jangan pernah lupain aku..."
"Nggak cell, kamu jangan ngomong kayak gitu!" Kata Aeera
"Ilmu yang dikeluarkan oleh Justine bisa membuat lawannya cedera yang sangat parah bahkan bisa menyebabkan kematian." Kata Amanda yang tiba-tiba datang.
"Kak apakah kakak bisa sembuhin Marcell?" Tanya Nadya.
"Maaf tapi kakak gak bisa Nadya."
"Lalu apa yang harus kita lakukan?" Tanya Alsafa
Saat tangan Marcell akan meraih pipi Nadya tiba-tiba saja Marcell terpekik kesakitan sehingga ia tidak bisa menahanya.
"Aku akan selalu mengingat kalian." Kata-kata itulah yang Marcell ucapkah terakhir kalinya.
"Marcell?" Amanda mencoba menepuk-nepuk pipi Marcell tetapi tidak ada respon sama sekali.
"Tidak mungkin."
"Kak jangan buat aku takut, Marcell bangunlah." jerit Nadya sambil menggoyang-goyangkan tubuh Marcell.
"Mungkin selama ini aku selalu berbuaf jahat kepada adikku tapi kali ini aku akan membalas semua perbuatan orang-orang yang telah menyakitinya!" Amanda mengepalkan tangannya ia berrdiri lalu berteriak sekencang-kencangnya.
"Fakhri, aku akan menghabisi mu!"
Evirta yang sedang membantu Fakhri untuk melawan Hanna kini melirik kesumber suara ia begitu terkejut saat melihat aliran energi yang begitu kuat ditubuh Amanda.
"Siapa yang telah menyalurkan energi yang begitu kuat itu?" Tanya Evirta
"Medusa."
Justine pun sama halnya seperti Evirta. "Aku tidak pernah melihat kekuatan sekuat itu, kekuatan itu bisa memusnahkan orang yang ada disekitarnya." gumam Justine
Hanna, Nadya, Alsafa dan juga Aeera bersembunyi tak lupa mereka membawa Marcell yang sudah tidak berdaya.
"Kalian harus berhati-hati, aku tidak pernah melihat kekuatan sebesar itu, Amanda bisa saja membunuh orang yang ada disekitarnya." kata Hanna sehingga membuat Nadya, Aeera dan juga Alsafa terkejut.
Saat Amanda menghentakkan kedua tangannya disitulah semuanya berakhir. (Maaf guys dipercepat😂)
Satu hari setelah itu Marcell telah dikuburkan (menggunakan peti mati) semua lautan selalu mengenang Marcell selamanya. Bahkan jangan lupakan Angga ia juga sudah memulai kehidupan baru ia bahkan tidak mengingat yang selama ini yang pernah ia alami bahkan Defina pun tidak pernah menceritakan soal Nadya kepada Angga karena ia yakin di masa depan sahabatnya akan kembali lagi.
"Semua yang aku alami adalah cobaan, maka dari itulah aku berusaha untuk keluar dari takdir dan cobaan ini percayalah semuanya akan baik-baik saja dan akan berakhir dengan bahagia."
HAPPY ENDING...
***
Assalamuallaikum...
Alhamdulillah,
Buat teman-teman terimakasih sudah nyempetin waktu kalian untuk membaca novel ku ini. Sudah tidak menyangka cerita ini sudah tamat.
Jika kalian suka pada novel ini jangan lupa like komen dan votenya hehehe...
Jangan lupa juga mampir ke cerita aku yang lainnya.
-Ceo Dingin Itu Jodohku
-Kaset lama Pembawa Kutukan
Jangan lupa follow ig aku @ngg_story
Sekali lagi terimakasih...
❤❤❤