
Ye Jun menemukan Nadya berada diruang UKS, ia perlahan mendekati Nadya yang sepertinya masih belum menyadari keberadaannya.
Ye Jun membaringkan badannya perlahan keranjang yang tersedia disana sedangkan Nadya yang sedang duduk terkejut saat Ye Jun tiba-tiba ada disana sejak kapan pikirnya.
"Sejak kapan kau ada disini?" tanya Nadya dengan sorot mata yang dingin.
"Tadi, aku hanya mencari ketenangan saja karena dikelas begitu berisik sekali karena ulahmu itu." Jawab Ye Jun dengan begitu santai.
"Tapi kau menyukainya kan, bahkan kau terlihat begitu terhibur," ucap Nadya.
Ye Jun mengubah posisi menjadi duduk sambil menatap kearah Nadya. "Aku bingung, kenapa kau terlihat begitu tidak akur dengan gadis itu?" tanya Ye Jun.
"Aku hanya kesal saja, kau bahkan melihatnya sendirikan bagaimana dia tadi."
Ye Jun mengangguk, "Tapi aku masih penasaran dengan omongannya tadi 'Tentu saja aku tahu siapa dirimu, kau adalah...' aku begitu penasaran sekali" kata Ye Jun bahkan ia memperagakan omongan Areum tadi.
Nadya terdiam sejenak ia menatap laki-laki dihadapannya lalu tak lama ia tersenyum sehingga membuat Ye Jun merinding melihatnya.
"Jika aku mengatakan siapa aku sebenarnya apakah kau akan takut atau malahan kau menjauhiku?"
Ye Jun terdiam mencerna ucapan Nadya, "Aku... sebenarnya manusia" ucap Nadya dengan nada penekanan diakhir kalimat.
Ye Jun menyernyitkan keningnya ia tidak mengerti apa yang diucapkan Nadya, terdengar Nadya menghela nafas.
"Lebih baik aku kembali ke kelas, guru Kang pasti sudah ada disana." Nadya turun dari ranjang lalu ia pergi meninggalkan Ye Jun yang sedang tenggelam dalam pikirannya.
"Aku adalah manusia"
"Meskipun aku tidak memperhatikan pelajaran tapi aku tidak terlalu Bodoh, pasti ada arti dalam ucapan Nadya tadi." Ye Jun mengangkat pundaknya lalu ia membaringkan kembali tubuhnya.
***
Nadya, Defina dan juga Aeera keluar dari gerbang utama kampus, Nadya hanya terdiam mendengar pembicaraan kedua sahabatnya yang kadang diselipi candaan.
Tepat Justine berdiri dihadapan Nadya sehingga membuat ketiga gadis itu menghentikan langkahnya, Nadya menatap kedua bola mata Justine dengan tangan yang bersedekap sejak tadi.
"Nadya, em... apakah aku..."
"Justine ada apa? tumben sekali kamu menjemput Nadya?" tanya Aeera.
Justine menggelengkan kepalanya sambil tersenyum manis kepada Aeera lalu ia kembali menatap Nadya.
"Kau ingin membicarakan apa?" tanya Nadya.
Kini tatapan Justine tertuju kearah kalung yang dipakai oleh Nadya, gadis itu menyadarinya tetapi ia hanya diam saja.
"Apakah aku boleh meminjam kalung milikmu?" tanya Justine ia melihat raut wajah Nadya yang sama sekali tidak berubah masih terlihat dingin.
"Ouh begitu, baiklah tidak apa."
"Sial, kenapa tadi aku harus memintanya bukankah aku bisa mengambilnya tanpa pengetahuan Nadya."
"Baiklah kalau begitu aku pamit, aku harus kembali kekerajaan ikan."
Nadya manggut-manggut menatap kepergian Justine, "Sudahku duga pasti Justine pun ingin memiliki kalung ini, aku harus waspada dan tidak boleh gegabah menghadapi Justine pasti dia hanya pura-pura baik saja, aku tidak terlalu percaya kepadanya."
"Ya, kenapa bengong?" Aeera.
Nadya menggelengkan kepalanya lalu mereka kembali berjalan.
Nadya, Aeera dan Defina tidak memutuskan untuk pulang ia mampir ke Mall untuk mencari kebutuhan Nadya dan juga Aeera selama ia tinggal di daratan.
Beberapa jam mereka disana dan akhirnya mereka kembali pulang, mereka bertiga mengganti pakaian lalu kembali keruang keluarga dan merebahkan tubuh mereka disofa.
"Gila, capek banget tapi seru deh apalagi main boneka capitan itu."
"Iya, aku tahu pasti waktu itu Nadya dan Angga pergi ke Mall itu dan main di area bermain kan?" tebak Defina dan diangguki oleh Nadya.
"So Sweet sekali, aku jadi iri." celetuk Aeera kedua sahabatnya itu menatap heran kearahnya.
"Aeera, bukannya kamu sama kak Andra lagi deket?" tanya Defina.
Nadya mengangguk, "Aku liat-liat kalian suka jalan bareng tuh dikampus." godanya
Wajah Aeera merona menahan malu, "Apa... Enggak itu aku cuman nemenin kak Andra aja soalnya kan dia..."
"Alesan, tapi aku setuju juga sih kalau kamu sama kak Andra aku liat juga kak Andra kayaknya udah ngelupain Nadya." kata Defina sambil melirik Nadya yang kini wajahnya berubah masam.
"Gak."
"Sudahlah lebih baik kita jangan bahas masalah percintaan dulu aku heran kenapa tadi Justine tiba-tiba mau minjem kalung kamu ya?" tanya Aeera.
Nadya mengangkat kedua pundaknya. "Mungkin Justine cuman mau liat-liat apakah ada energi buruk didalam kalung ini bukankah Justine mengerti hal-hal yang begituan." Meskipun Nadya mencurigai Justine tapi ia berusaha untuk menetupinya ia ingin mencari tahunya sendiri tanpa bantuan sahabatnya.
"Iya juga sih, (menghela nafas) sayangnya aku tidak paham masalah begituan." gumam Aeera
"Tapi akan aku pastikan besok, aku akan mampir terlebih dahulu kelautan."
Aeera dan Defina mengangguk, Aeera ingin sekali ikut tapi Nadya melarangnya.
Upnya sedikit maaf ya🙏