
Keesokan harinya Nadya terbangun ia melihat Defina yang masih tertidur. "Lebih baik aku ke danau aja." kata Nadya lalu ia keluar meninggalkan tendanya.
Sesampainya di danau, Nadya menghirup udara segar lalu Nadya duduk ditepi danau dan mengamati sekitar.
Setelah beberapa menit terdiam, kini Nadya mengambil air danau menggunakan tangannya dan mengarahkannya ke kaki.
Beberapa menit kemudian kakinya berubah menjadi ekor, Nadya terlebih dahulu melihat sekitar saat memastikan semuanya aman-aman saja Nadya pun turun ke air.
"Akhirnya aku bisa berenang." gumam Nadya sambil memutarkan tubuhnya di dalam air.
Sudah beberapa menit didalam air kini Nadya muncul kembali didaratan dan duduk ditepi danau untuk mengeringkan ekornya.
Disisi lain Andra mengajak Zidan untuk jalan-jalan disekitaran danau. "Kita itu mau kemana sebenarnya? Gue masih ngantuk!" Celetul Zidan sambil menguap
"Yaelah, gue cuman ngajak jalan-jalan disekitaran danau, lo ingatkan lari pagi itu sangat menyehatkan daripada tidur!" kata Andra
"Jalan kali!" Timpal Zidan
"Ya sam..." Andra berhenti mengobrol karena ia melihat sesuatu.
"Eh.. Tunggu, liat disana ada apa?" tanya Andra
"Ada apa sih?" Zidan melihat kearah yang di tunjukan oleh Andra.
Zidan terkejut saat melihat ekor ia mencoba mengusap-usap matanya agar penglihatannya lebih jelas.
"Apaan tuh, Ekor?"
"Tapi kalau ekor ikan masa gede gitu!" timpal Andra
"Lebih baik kita liat aja,"
"Yaudah ayo."
Andra dan Zidan perlahan berjalan mearah semak-semak yang ia dapat ada ekor ikan yang besar, tidak sengaja Andra menginjak sebatang dahan pohon sehingga menimbulkan suara yang membuat Nadya terkejut disana.
"Siapa itu? Jangan-jangan..."
Nadya seketika panik ia berusaha untuk mengeringkan ekornya agar menjadi kaki kembali.
"Ayo dong, Kering" gumam Nadya dalam hati
Dan kebetulan sekali, saat itulah ekor Nadya berubah menjadi kaki. "Syukurlah, ekorku sudah menjadi kaki." Gumam Nadya
Andra semakin mendekat, laki-laki itu terkejut karena yang didapatinya adalah Nadya. "Nadya, kenapa kamu ada disini?" Tanya Zidan heran
"Kak Andra, kak Zidan ini aku lagi... cari udara segar," jawab Nadya
"Lalu, tadi..."
"Yaelah Zidan, masalah itu lebih baik lupakan. kan kita udah tau yang disini itu Nadya," potong Andra
"Tapi aneh, Gue liat sendiri kalau tadi gue liat ekor tapi..."
"Nadya, lebih baik kita kembali ke tenda, apalagi sebentar lagi kita sarapan."
"Yaudah kak,"
Andra, Zidan dan juga Nadya kini kembali ketenda. sesampainya disana, terlihat Defina sedang membereskan barang-barang.
"Def?"
Defina menoleh lalu ia beranjak berdiri dan menghampiri Nadya, Andra dan juga Zidan. "Nadya kami udah dari mana aja?" Tanya Defina, ia melihat kearah Andra dan juga Zidan secara bersamaan.
"Aku habis dari tepi danau." jawab Nadya
Defina mengangguk, saat Zidan hendak berbicara kepada Defina tiba-tiba Andra menarik bajunya.
"Ada apa?"
Andra menghela nafas panjang perlahan ia mendekatkan kepalanya ketelinga Zidan. "Ingat, lo harus cuek ke Nadya!" Bisiknya
seketika wajah Zidan berubah dingin dan tatapannya juga kepada Defina, gadis itu hanya mengerutkan keningnya. "Ada apa sih sama ni orang, Aneh banget!" Gumam Defina dalam hati
"Mm... Nadya kalau begitu gue pamit dulu." kata Zidan setelah itu pergi begitu saja meninggalkan Andra.
Nadya hanya memandang aneh Zidan yang pergi begitu saja. "Biasa, mungkin dia lagi badmood." kata Andra yang mengamati perubahan raut wajah Defina.
"Kalau begitu, gue juga pamit dulu."
"iya kak, makasih."