Mermaid Love Story (S1&S2)

Mermaid Love Story (S1&S2)
Kekhwatiran Ye Jun



Areum menatap kesal Ye Jun yang sedang menyantap makanannya. "Tungu, aku ingin bertanya sesuatu kepadamu." kata Ye Jun sambil menelan makanan yang berada dimulutnya.


"Jika kau dan Nadya adalah seeokor duyung, lalu kenapa kau tidak akur dengannya?" tanya Ye Jun.


Areum tersenyum miring, "Apakah yakin kau ingin mendengarnya?"


Ye Jun menganggukkan kepalanya, "Sebenarnya disaat dimana ratu Hanna masih hidup ibundaku dan ibunda Nadya sangat dekat, tetapi saat pemilihan ratu ibundaku tidak terpilih melainkan ratu Hanna lah yang terpilih, semanjak itulah ibundaku mendirikan kerajaan duyung sendiri dan kerajaan barat adalah musuh kerajaanku." katanya


"Kau membenci seseorang dengan alasan yang tidak jelas?" Ye Jun tertawa mendengarnya.


"Tapi tidak hanya itu saja..."


"Lalu?"


Areum tersenyum. "Kalung yang dipakai oleh Nadya itu seharusnya menjadi milikku, tetapi dia telah mengambilnya dariku."


"Kalung? maksudmu kalung Nadya yang berbentuk ekor duyung itu? kau ingin mengambilnya? ayolah itu hanya kalung biasa kenapa kau mempermasalahkannya?" Ye Jun tersenyum mentah.


"Bodoh, kau tidak akan tahu jika kalung itu sangat berguna bagi kerajaanku bahkan kekuatan kalung itu lebih besar daripada kekuatan kalangan duyung."


"Bahkan banyak sekali yang mengincar kalung itu, termasuk raja ikan."


"Raja ikan?"


"Dia sangat hebat sekali, bisa dibilang Nyawa Nadya sekarang sedang terancam karena banyak sekali musuh dari kerajaannya sedang mengincar kalung itu." kata Areum sambil tertawa.


Ye Jun terdiam ia menatap Areum yang sedang tertawa, beberapa detik kemudian ia beranjak berdiri dan menghampiri Nadya.


Nadya sedang menimkati makananya menoleh kearah Ye Jun yang sekarang sedang memasang muka dinginnya, gadis itu mengangkat kedua alisnya.


Aeera, Defina dan juga Rhena heran melihat tingkah aneh dari Nadya, dengan cepat Ye Jun menarik tangan Nadya lalu berlari membawa Nadya entah kemana.


Disisi lain Angga yang sedang berkumpul dengan teman-temannya melihat Nadya dibawa pergi oleh Ye Jun. "itu bukankah Nadya, sejak kapan dia menjadi dekat dengan Ye Jun?" tanya Zidan lalu melirik kearah Angga yang sedang terdiam menatap makanannya.


"Untuk apa kau melarangku untuk mendekati Nadya? aku juga ada hak untuk mendekati Nadya jadi jangan pernah melarangku!"


Angga kembali mengingat perkataan Ye Jun semalam, ia kembali melanjutkan untuk menyantap makanannya tetapi Areum menghampirinya dan tersenyum licik.


"Astaga, kenapa kau harus datang kemari? mood makanku jadi hilang gara-gara kau." ucap Ji Hyun tetapi tidak di dengarkan oleh gadis itu ia terlalu fokus kepada Angga.


"Ada apa?" tanyanya dingin.


"Bisakah kita berbicara, hanya kita berdua saja." kata Areum.


Dengan rasa malasnya Angga terpaksa mengikuti Areum dan pergi meninggalkan kantin, Jenny dan Laila yang bergabung dimeja Defina ia penasaran tatapannya fokus kearah Angga dan Areum yang meninggalkan kantin.


"Mereka berdua ada urusan apa?" tanya Laila.


"Aku sungguh takut jika Areum melukai Angga seperti dia melukaimu Defina." kata Jenny sambil meminum soda.


"Sebenarnya ada apa ini?" tanya Rhena yang sedang penasaran dari tadi.


Rhena mengerutkan keningnya, "Jangan pikirkan ucapan dia, apakah kau yakin jngin mendengar cerita tentang gadis itu?" tanya Jenny dan diangguki oleh Rhena.


"Tidak... tidak, Rhena kau akan tahu sendiri nanti bahkan Areum dan Nadya sering kali bertengkar jadi nanti kau akan tahu bagaimna ceritanya." kata Aeera langsung menendang kaki Jenny.


***


Ye Jun membawa Nadya kelantai 4 kampus, ia menatap Nadya dengan wajahnya yang sudah terlihat pias.


"Ada apa? kenapa kau tiba-tiba membawaku kemari."


"Nadya, dengarkan aku.. i-itu mulai sekarang kau harus berhati-hati,"


"M-maksudmu?"


"Tadi Areum bercerita kepadaku jika Raja ikan juga sedang mengincar kalungmu bahkan nyawamu sekarang sedang dalam bahaya, Nadya walaupun aku tidak mengerti tentang hal ini tapi aku sungguh khawatir, aku mohon mulai sekarang kau harus lebih berjaga-jaga." kata Ye Jun lalu membuang nafas kasar.


"Ra-raja ikan?"


Ye Jun menganggukan kepalanya, "Tapi bukankah raja ikan itu adalah Justine tapi.. aku sungguh sudah tidak tahu keadaan laut sekarang seperti apa? lalu kenapa Alsafa tidak memberi tahuku tentang hal ini?"


Nadya pergi begitu saja meninggalkan Ye Jun, laki-laki itu memanggil nama Nadya tetapi tidak membuat gadis itu menghentikan langkahnya, Ye Jun meremas rambutnya prustasi.


Sedangkan ditempat lain Areum dan Angga berada ditaman kampus, Areum yang duduk dibangku sedangkan Angga yang berdiri dihadapannya.


Angga menatap dingin Areun sambil menunggu kata-kata yang keluar dari mulut gadis itu.


Areun tertawa mentah sambil menatap Angga, "Kau tidak akan tahu bagaimana nasib Nadya sekarang..."


Angga mengerutkan keningnya. "Maksudmu?" tanyanya tidak mengerti.


"Sekarang raja ikan sedang berada didaratan, apakah kau tahu dia sedang mengincar kalung Nadya, ini akan sangat menarik jika dia dan Nadya bertemu dan saling mengadukan kekuatannya wahh... siapakah yang akan menang? dilihat-lihat kekuatan raja ikan lebih besar daripada Nadya." kata Areum sambil membayangkan bagaimana Nadya dan raja ikan saling mengadukan kekuatannya.


"Maksudmu? Nadya dalam bahaya,"


Areum menganggukan Kepalanya dan tersenyum. tiba-tiba saja Nadya datang dan melewati mereka begitu saja tetapu Angga segera menarik tangan Nadya dan menghentikan langkahnya.


Nadya menatap dingin Angga lalu bergantian menatap Areun yang sedang tersenyum licik kepadanya.


"Nadya, nasibmu tidak akan seperti ini lagi nanti." kata Areum


"Pergilah kau dari sini!" umpat Nadya.


"Kenapa? apakah kau takut?"


"Apakah kau bisa diam!" teriak Angga.


"Kalian sungguh menjijikan." ucap Areum lalu lergi meninggalkan Nadya dan juga Angga.