Mermaid Love Story (S1&S2)

Mermaid Love Story (S1&S2)
Ungkapan Andra~



Malamnya Aeera, Nadya dan juga Defina sudah berada di kafe A entah apa tujuan Zidan dan Ji Hyun menyuruhnya untuk datang kemari.


Kafe itu ramai pengunjung, tentu saja bukan hanya masalah makanannya yang enak tetapi tempatnya yang elegan membuat orang merasa nyaman untuk menenangkan diri disana.


Bahkan di kafe tersebut terdapat taman dengan pemandangan yang indah, bisa untuk berfoto-foto bareng keluarga ataupun kekasih.


Kini Defina, Nadya dan Aeera sudah duduk dikursi yang sudah di pesan oleh Ji Hyun dan Juga Zidan, tetapi kedua lelaki itu masih belum kelihatan batang hidungnya sama sekali.


"Astaga, kita sudah menunggu beberapa menit disini tapi kenapa mereka belum datang?" kata Defina merasa bosan menunggu.


"Sabar, mungkin sebentar lagi mereka akan datang." kata Nadya mencoba menghibur sahabatnya itu.


"Aeera, coba kau telpon kalau tidak kirim lesan kepada Ji Hyun."


"Baiklah."


Aeera mengambil ponselnya yang ia letakan di meja, belum sempat menuliskan sesuatu tiba-tiba saja ada seseorang yang menutup matanya sehingga membuat dirinya terkejut.


"Siapa ini?" tanya Aeera mencoba meronta.


"Siapa sih? gak lucu tau!" ternyata Defina juga sama.


Nadya hanya tersenyum melihat kedua sahabatnya yang diperlakukan manis. "Ehem... jadi ceritanya ini mau ngungkapin..."


"Nadya, ada apa ini? siapa sih ini?" seru Aeera.


Andra menjauhkan tangannya lalu ia berlutut sambil menyerahkan bunga mawar kearah Aeera.


Aeera dan Defina terkejut saat mendapati Zidan dan Andra disana. "Aeera... mungkin ini agak berlebihan, tapi disinilah aku akan mengungkapkan perasaanku padamu, maukah kau menjadi kekasihku?" tanya Andra.


"Kak... tapi, bagaimana..."


"Terima atau enggak nih?" celetuk Nadya.


Andra mengubah posisinya menjadi berdiri tetapi ia masih menunggu jawaban dari Aeera. Gadis itu dengan perlahan menganggukan kepalanya sehingga membuat Andra tersenyum lebar.


"Kau menerimanya?"


Aeera kembali menganggukan kepalanya, Andra tanpa segan lalu memeluk Aeera. Kini bagian Zidan yang melakukannya.


Aeera dan Andra melepaskan pelukannya memperhatikan Zidan yang sedang mengungkapkan cintanya kepada Defina.


"Aku mencintaimu..." hanya itu yang keluar dari mulut Zidan tapi langsung dibalas dengan anggukan oleh Defina.


Zidan tersenyum lalu ia menyerahkan bunga mawar itu kepada Defina Sedangkan Ji Hyun, Angga dan Adit baru saja datang dengan senyuman yang lebarnya.


"Akhirnya sahabat aku gak jomblo lagi." celetuk Ji Hyun sehingga membuat semua sahabatnya tertawa.


Ya, memang Andra dan Aeera beberapa lalu sabgat dekat bahkan semua murid yang berada di kampus mengira jika Andra dan Aeera adalah sepasang kekasih.


Tapi hari ini dan detik ini Andra mengatakan cinta kepada Aeera, bahkan semua ofang yang berada di kafe menjadi saksi akan hal itu.


***


Keesokannya, Hari minggu dimana semua orang menunggu akan hari ini, hari dimana mereka bisa beristirahat.


Seorang gadis memasuki konter hp untuk membawa ponselnya, siapa lagi jika bukan Areum. Gadis itu memohon agar semua berkas, foto dan lain-lainnya yang berada diponselnya tidak menghilang.


"Bagaimana? apakah ponselku sudah benar?" tanyanya sambil mengigit kecil jarinya.


"Sudah, tapi sayangnya semua berkas dan foto yang ada diponsel itu sudah terhapus."


"Apa?"


"Maafkan saya, saya tidak bisa melakukan apa-apa lagi selain membenarkan ponsel anda."


Areum keluar dengan kaki yang gemetar, matanya memanas selama ini ia sudah mempunyai rencana untuk menjatuhkan Nadya dengan bukti rekaman audio waktu itu.


Tapi semuanya sia-sia, rekaman audio itu sudah terhapus. "Lalu bagaimana cara agar aku menjatuhkan Nadya... dia yang sudah membuat ponselku rusak!" Areum melangkahkan kakinya entah kemana.


Nadya membuka pintunya saat mendengar suara gedoran pintu yang sangat keras, wajahnya berubah dingin saat mendapati Areum dengan wajahnya yang mengerikan.


"Kau sedang apa disini?" tanya Nadya.


Areum mendorong pundak Nadya sehinga gadis itu beberapa langkah mundur. "Kau harus menggati semua yang ada didalam ponselku ini!" teriak Areum sehingga membuat Aeera dan Defina keluar dari kamarnya masing-masing.


"Areum, apa yang kau lakukan disini apakah kau ingin membuat onar hah?" tanya Defina.


"Kau diam saja, ini adalah urusanku dengan Nadya" katanya sambil menatap tajam.


"Kau ingin aku membayar semua kerugian yang ada didalam ponselmu itu?" Nadya menunjuk dirinya sendiri.


"Lalu, kau harus mengganti juga semua kerugian yang ada diistana ku, kau juga harus mengganti semua nyawa yang melayang karenamu!" ucap Nadya tanpa jeda sambil memajukan langkahnya sedangkan Areum ia memundurkan langkahnya.


"Kau marah karena aku merusak ponselmu bukan? aku tahu didalam ponselmu itu terdapat rekaman suara yang berisikan identitasku yang sebenarnya! Lalu apakah aku akam diam saja saat melihat semua orang yang berada dilautan kehilangan nyawa karenamu?!"


"Aku tidak akan tinggal diam Areum, bahkan aku pikir-pikir tindakan bodohmu semakin tidak membuatku takut... tapi semakin membuatku ingin menghancurkan mu!" kata Nadya dengan penekanan di akhir kalimat.


Areum melayangkan tangannya diudara tapi dengan segera dihentikan oleh Defina, gadis itu menyeret Areum sampai depan rumah.


"Areum, aku sungguh kasihan kepadamu disetiap kau berusaha membuat Nadya lemah malahan kau sendiri yang menjadi lemah. Saranku jangan pernah mencari onar kepada kami!" Defina menutup gerbangnya sedangkan Areum, gadis itu menggertakan giginya menahan emosi lalu ia pergi menjauhi rumah itu.