
"gimana tadi sekolah?" tanya Kirana
"ya gitu." jawab defina
"Tante Hanna, kita udah punya rencana untuk Amanda supaya dia bisa masuk perangkap kita" kata Defina
"emang rencana kalian apa?"
defina pun memberi tahu rencananya dengan sangat teliti dan jelas.
"tapi kapan kita akan jalanin rencana itu?" tanya Kirana.
"Mmm... jangan terlalu cepat, sekarang kalian sudah liat kalau Amanda sudah punya kekuatan hitam yang disalurkan oleh Medusa" kata Hanna
"iya Tante aku setuju," kata Marcell
"jadi Minggu kalian datang kelaut dan bermain disana"
"tapi Tante kalau Amanda membawa raja Fakhri gimana?" tanya Marcell
"kita harus waspada dan kita harus tahu gerak-gerik Amanda!" jawab Kirana
"atau gini aja Ibunda, aku main kelaut sendiri nah kan nanti bakal ada kak awmanda, nanti kalau aku liat kak Amanda aku lari ke rumah ini pasti kak Amanda ngikutin aku kan." usul Nadya
"jangan bawa dia kemari! kita harus cari tempat aman."
***
Nadya tengah duduk di pinggir kolam dengan kaki yang disilangkan, gadis itu terlihat tengah melamun entah apa yang ada dipikirannya.
"Nadya," Hanna menghampiri Nadya yang sedang tengah melamun ia menepuk pelan pundak Nadya.
"eh... Ibunda, kenapa Ibunda?" kata nawdya gugup.
"tidak apa-apa, seharusnya Ibunda yang bilang gitu kamu kenapa hmm... ayo dong ceritain sama Ibunda," kata Hanna sambil mengelus rambut Nadya lembut.
"bukan apa-apa cuma..."
"cuma apa sayang? ayo dong cerita sama Ibunda"
"Nadya cuma kepikiran sama kak Amanda, Ibunda apa kak Amanda bisa sadar dari pengaruh sihir Medusa?" tanya Nadya khawatir
Hanna hanya tersenyum lalu ia memeluk Nadya dan mengelus-elus rambut Nadya.
"bisa Nadya, kamu gak usah khawatir kakak kamu dia pasti aman"
hanna melepas pelukannya ia kemudian melihat kepada Nadya dengan lembut.
"iya Ibunda, kalau gitu aku ke kamar dulu" kata nadya setelah itu beranjak
Hanna menatap kepergian putrinya hatinya merasa benar-benar sakit sebenarnya ia ingin sekali menyerang Fakhri sang raja timur tapi apa daya sekarang kekuatannya tidak sebanding dengan kekuatan Fakhri.
***
"ya kamu pesen apa?" tanya Marcell
sekarang sudah jam istirahat. seperti biasanya Nadya, Defina, Aeera, Alsafa, dan Marcell berkumpul bersama.
"aku pesen es teh manis sama baso aja deh" jawab Nadya
"oke!"
Nadya melihat angga yang sedang berbincang-bincang dengan Adit sahabatnya. Nadya tersenyum saat melihat angga tersenyum kearah sahabatnya itu meskipun senyum itu bukan untuknya tapi Nadya tetap sangat bahagia.
"ya kamu kenapa? senyum-senyum sendiri" tanya Alsafa sehingga membuat Nadya tersadar
"yaampunn... alsafa kamu ngagetin aja, Untung aja gak jantungan!" cibir Nadya
"ya abis kamu dari tadi ngelamun sama senyum-senyum sendiri, sampe-sampe pertanyaan aku dikacangin sama kamu"
"emang kamu nanya apa?"
"tuh kan gak didengerin tadi aku ngomong!"
Nadya terkekeh dengan sikap Alsafa, Marcell tiba dan duduk disebelah Nadya.
"kalian tadi liat gak?" tanya Marcell
"enggak, emanga ada apa sih?" tanya Aeera
"tadi aku gak sengaja tumoahin es teh manis milik Nadya ke Amanda"
"hah... Marcell bener terus Amandanya gimana?" tanya alsafa penasaran
"dia cuma melotot ke aku terus pergi gitu aja" jawab Marcell dengan polos.
"atau dia pergi karena nanti dia berubah jadi mermaid" bisik Defina
"bisa jadi tuh." seru Aeera
Nadya Hanya terdiam sambil mendengarkan cerita teman-temannya itu sebenarnya ia juga khawatir terhadap Amanda ia ingin sekali membantu Amanda tetapi ia urungkan karena ia tahu kalau Amanda sekarang sedang dalam pengaruh sihir medusa.