
Malamnya saat jam 19.00 semua murid diharuskan berkumpul, kini para siswa dan siswi pun berkumpul dengan kelompok mereka masing-masing.
"Anak-anak, jadi sekarang kita akan melakukan kegiatan jurit malam." Kata pak Lucci
"Kalain tahu kan jurit malam itu apa?" Tanya pak Lucci
Semua murid mengangguk, "dan sekarang kalian akan melakukan kegiatan tersebut, dengan kelompok masing-masing"
"Sekarang ibu akan membagikan peta dan di setiap jalan kalian harus menemukan bendera maximal empat, dan memberikannya ke pada ibu mengerti?"
"Mengerti bu." Serempak para murid
Bu Tamy pun mulai membagikan peta tersebut kepada ketua kelompok, setelah itu mereka semua mulai melakukan kegiatan jurit malam.
Defina, Nadya, Tiara dan juga Jesika memperhatikan sekitar untuk mencari bendera yang dimaksud oleh Bu Tamy kadang juga mereka melihat peta agar jalan yang mereka lewati benar.
"Nadya, itu ada bendera," kata Defina
Nadya, Tiara dan Jesika pun melihat kearah yang ditunjuk oleh Defina dan benar saja disana ada satu bendera.
Nadya pun membawa bendera itu lalu kembali menghampiri Defina dan yang lainnya.
"Ini baru satu, sisanya empat lagi lebih baik kita cari lagi apalagi waktunya kan cuman 59 menit." Kata Nadya dan diangguki oleh Defina dan lainnya.
Mereka pun mulai kembali berjalan menelusuri hutan yang sepi, gelap dan dingin.
***
Sedangkan ditempat lain Angga, Dino, Adit dan juga Roni berjalan mencari bendera mereka baru mendapatkan dua bendera sisanya tiga bendera lagi yang masih belum mereka temukan.
"Sepi juga ya," kata Dino sambil menggaruk tengkuknya
"Ya iyalah, namanya juga hutan kalau mau rame sana ke mall!" Timpal Roni
Angga dan Adit hanya tersenyum, "Angga, Adit, Roni kalian ngerasain gak sih hawa-hawanya aneh banget disini" Kata Dino sambil melihat sekitar.
"Dingin, itu yang gue rasain!" Kata Angga, Adit dan juga Roni bersamaan
"Yaelah ngejawabnya kompak banget" kata Dino
"Jangan banyak ngomong, kita lanjutin buat nyari bendera lagi." Kata Angga.
"Enak banget kelas sembilan gak ikut kegiatan ini." Celetuk Roni
"Bener, mereka enak tinggal di tenda."
"Enggak lah, ada beberapa juga kan yang ikut kita." Kata Adit
"Ya cuman ngawasin aja!" timpal Dino
***
"Dimana Nadya?" Gumam Andra sambil celingukan
"Mungkin masih jauh, atau kita mau cari Nadya?" Tawar Zidan
"Boleh tuh, gue takut terjadi apa-apa sama Nadya." Kata Andra lalu mereka berdua mencari kelompok Nadya
Beberapa menit kemudian mereka berdua bertemu dengan Nadya, Andra pun mulai menanyakan, "Nadya, kamu udah ada berapa bendera?"
"Kak Andra, ini aku baru nemu tiga kak sisanya dua lagi." Kata Nadya
"Yaudah kalau begitu aku bantu kamu ya buat cari bendera,"
"Gak usah kak, apalagi kan kakak harus ngawasin yang lainnya," timpal Defina
"Gak, Bagaimana kalau terjadi sesuatu sama kalian atau ada binatang buas?" Kata Andra menakut-nakuti
Defina mulai membayangkannya, "baiklah kak,"
"Gitu dong."
Defina melihat kearah Zidan, laki-laki itu yang awalnya sedang melihati Defina kini memalingkan wajahnya.
"Heh, dasar aneh!" Gumam Defina dalam hati
Beberapa menit kemudian Nadya kembali ke tenda dan ternyata sudah ada beberapa kelompok disana, Nadya pun memberikan bendera itu kepada pak lucci.
"Tinggal kelompok Angga sama Marcell yang belum," kata Bu Tamy
"Jika yang sudah kalian boleh berkumpul disana, kebetulan bapak sudah membuatkan api unggun untuk kalian, ingat sesuai kelompok mengerti!"
"Mengerti pak,"
Nadya masih memperhatikan sekitar mencari Angga yang masih belum datang. "Nadya ayo." Ajak Defina sambil menarik tangannya
Nadya, Defina, Jesika dan juga Tiara kini duduk dihadapan api unggun untuk menghangatkan badannya karena cuaca hari itu sangatlah dingin.
"Nadya, kamu lagi cariin siapa sih?" Tanya Defina
"Emm... enggak, aku lagi gak nyariin siapa-siapa" elak Nadya kembali fokus menghangatkan diri
"Dimana ya Angga? Kok lama banget sih" gumam Nadya dalam hati kembali memperhatikan sekitar
Saat matanya menangkap sosok laki-laki yang tak asing ia pun mulai tersenyum. "Angga," gumam Nadya
"Ada apa ya?" Tanya Defina
Nadya melihat kearah sahabatnya sambil menggeleng. "Syukurlah Angga baik-baik aja." Gumam Nadya dalam hati sambil tersenyum
Disisi lain Marcell selalu memperhatikan Nadya. "Nadya selalu saja ngeliatin Angga, apa benar dia suka sama dia?"