
Nadya menggelengkan kepalanya kemudian berjalan kearah kamar.
Nadya membantingkan tubuhnya di atas kasur ia meraih selimut dan menutupi seluruh tubuhnya.
"Nadya kenapa sih kamu nangis?" tanya Defina yang baru saja keluar dari kamar mandi dan melihat Nadya menangis sambil terisak.
Nadya menggelengkan kepalanya. "ya ayo dong cerita, kan kita udah janji kalau ada masalah atau rahasia kita harus saling terbuka!"
Defina memeluk Nadya dan mengusap lembut punggung Nadya. "ya udah kalau kamu gak mau cerita gak masalah" lanjut Defina
***
Nadya berjalan menuju kelas tanpa sahabatnya, karena defina dan lainnya sedang ke kantin.
Nadya melihat angga yang keluar dari dalam kelasnya Nadya tersenyum ia kemudian melangkah menghampiri Angga.
"Ang...." Nadya tidak melanjutkan pembicaraannya karena melihat Angga yang melewatinya begitu saja serasa Nadya tidak dianggap ada di dekatnya.
"Apa Angga masih marah?"
Nadya menatap punggung angga yang lama semakin menghilang. "ya, kamu lagi ngapain?" Marcell menepuk pelan pundak Nadya.
Nadya kemudian melihat kearah Marcell setelah itu tersenyum dan menggelengkan kepalanya.
Nadya berjalan melewati Marcell, tiba-tiba ada yang mendorong kasar pundak Nadya.
Nadya langsung menoleh kearah gadis yang sudah menabraknya itu sehingga membuat ia hampir terjatuh.
"maaf, gak liat," kata Amanda penuh penekanan disertai senyum sinisnya.
Nadya Hanya terdiam sambil menatap Amanda yang sekarang mendekatinya. "kenapa? di tinggalin sama pacarnya hahaha!" kata Amanda di sertai tawa sahabatnya itu.
Marcell langsung mendekati Nadya dan menatap tajam Amanda. "kak, jangan ganggu Nadya!"
"kamu gak usah ikut campur!"
"kak, kenapa sih kakak berubah sekarang? liat Tante Hanna setiap hari mikirin kakak terus!" kata Marcell
"aku gak peduli mau kalian mikirin aku atau engga! tapi ada satu hal yang aku mau sampein ke kalian! siap-siap kalian akan di hukum dan menjadi budak raja Fakhri!" kata Amanda sambil berbisik
Nadya dan Marcell hanya mematung, Amanda menatap tajam Nadya setelah itu pergi meninggalkan Nadya dan Marcell.
***
"kalian tau gak sih? kak Amanda masuk ke gengnya Dyra" tanya defina sambil menyeruput es jeruk miliknya.
"Apa! kak Amanda masuk gengnya Dyra" teriak Alsafa
aeera kemudian menginjak kaki alsafa. "Aww...sakit tau" ringis alsafa
"makanya jangan berisik, nanti semua orang denger!"
"ya kamu udah tau belum?" tanya defina
"aku udah tau." Nadya menghela nafas panjang sebelum melanjutkan ucapannya. "kayaknya aku gak sanggup perjuangin kerajaan apalagi raja Fakhri udah nguasain lautan!"
"ya kamu jangan ngomong kayak gitu, kita harus perjuangin kerajaan" lirih Alsafa
"tapi....."
"kita harus semangat gak boleh pantang nyerah aku yakin kerajaan pasti akan kembali jatuh ke tangan Tante Hanna!" kata Marcell penuh semangat
"iya, meskipun aku manusia aku pasti bakal bantuin kalian"
"makasih, aku bangga punya sahabat kayak kalian." ucap Nadya dengan mata yang berkaca-kaca
"eh tunggu sahabat? aku kan bukan sahabat tapi tu...." Nadya menginjak kaki Marcell sehingga membuat laki-laki itu meringis kesakitan.
***
"gimana tadi sekolah?" tanya Kirana
"ya gitu." jawab defina
"Tante Hanna, kita udah punya rencana untuk Amanda supaya dia bisa masuk perangkap kita" kata Defina
"emang rencana kalian apa?"
Defina pun memberi tahu rencananya dengan sangat teliti dan jelas.
"tapi kapan kita akan jalanin rencana itu?" tanya Kirana