
"Sebenarnya, Kak Amanda ingin bicara apa?" Tanya Angga yang masih bingung.
"Angga ini soal Nadya, Mungkin ini saatnya aku memberi tahu kalau Nadya itu..."
"Kenapa kak?"
"Mermaid."
Deg... Angga terdiam, "kakak pasti bercandakan?" Tanya Angga
Amanda menggelengkan kepalanya. "Aku tidak bercanda, Nadya memang benar Mermaid. Tetapi tidak hanya dia saja Aku, Aeera, Alsafa Sedangkan Marcell dia adalah pangeran ikan dari kerajaan Barat," Kata Amanda mulai menjelaskan.
Kali ini Angga benar-benar terkejut saat mengetahui Nadya bukanlah manusia melainkan Mermaid.
"Angga, apa yang dikatakan oleh Amanda benar apalagi sekarang masalah sedang datang kepada Nadya"
"Masalah? Apa yang terjadi dengan Nadya?" tanya Angga.
"Dia akan menikah dengan Justine, putra dari raja Fakhri." Timpal Defina
"Angga, apakah kamu masih mengingat waktu dulu kamu pernah tenggelam dilautan lalu Nadya menolongmu dan saat kejadian itu kalian selalu bertemu dan disaat ibundaku menjodohkan Nadya dengan Marcell dia sangat sedih, Karena terpaksa dia menghilangkan ingatanmu." Kata Amanda.
Angga mencoba mengingat kembali, "Kak, apakah aku boleh mengingatnya ditempat sepi agar orang lain tidak mengganggu?"
"Baiklah."
Anggapun pergi ketempat dimana pernah ia mimpikan, ya tempat yang selalu membuat Angga dan juga Nadya bertemu.
Angga duduk dibebatuan ia melihat kearah lautan yang begitu luas dan juga indah, Hatinya masih tidak menerima jika Nadya adalah Mermaid.
"Apakah ini mimpi atau kenyataan?" Gumam Angga.
Angga memejamkan matanya terlihat sebuah bayangan samar-samar melintas dipikirannya.
"Terimakasih udah bawain aku makanan daratan, Andai aku bisa kesana"
Angga kembali membuka matanya ia tersenyum. "Ya, aku mengingatnya." gumam Angga lalu ia berdiri dan berteriak memanggil nama Nadya.
"Nadya!"
Dilautan yang dalam, Nadya masih saja terisak di bibir ranjangnya. "Ibunda, Nadya terpaksa melakukan ini agar Ibunda bisa bebas dari Fakhri." Lirih Nadya
"Nadya!" Seketika Nadya mematung saat mendengar suara yang tak asing ditelinganya.
saat hendak beranjak dari kasurnya tetapi ia urungkan karena mengingat jika dua hari lagi ia akan menikah dengan Justine walaupun tidak diiringin dengan cinta.
"Maaf, aku tidak bisa menemui kamu."
***
Ditempat lain kini Hanna, Marcell, Aeera dan juga Alsafa sudah berada diistana, saat hendak masuk prajurit yang sedang berjaga tiba-tiba menghalangi jalan Hanna dan yang lainnya.
"Biarkan aku masuk, aku ingin menemui Fakhri!" Kata Hanna
"hahaha..." Terdengar suara tertawa disana dan saat Hanna melihat kearah asal suara itu, terlihat Fakhri datang dengan Prajurit yang berada disisi kanan dan kirinya.
"Hanna, ternyata kau mempunyai nyali juga untuk kembali keistana ku,"
Hanna tertawa mentah. "Istana mu, apakah aku salah dengan ingat dulu ini adalah istanaku tetapi kau merebutnya!"
"Ada apa kau kemari? atau kau ingin melihat putrimu menikah dengan putraku?" celetuk Fakhri.
"Itu tidak mungkin!" Timpal Marcell
"Itu mungkin Marcell, karena dua hari lagi aku dan Nadya akan menikah." kata Justine yang tiba-tiba datang.
"Prajurit! tangkap mereka dan penjarakan mereka!"
"Baik."
Para prajurit kini menangkap Hanna, Aeera, Alsafa dan juga Marcell untuk membawanya kepenjara.
"Masuk!"
Prajurit mendorong Hanna untuk segera masuk kedalam sel. "Apakah kalian lupa, aku ini adalah jungjungan mu," Kata Hanna
"Itu tidak mungkin, Jungjungan kami adalah Baginda Fakhri dan kau hanyalah musuhnya!" Kata Prajurit itu lalu pergi meninggalkannya.
"Ratu kenapa kau tidak melawan saat Prajurit itu membawa kita kemari?" Tanya Alsafa
"Lebih baik kita ikuti saja permainan Fakhri." Kata Hanna
Aeera, Alsafa dan juga Marcell mengangguk menyetujui.
JANGAN LUPA LIKENYA...
DAN JANGAN LUPA FOLLOW IG AKU @ngg.story