Mermaid Love Story (S1&S2)

Mermaid Love Story (S1&S2)
Belum mengatakan cinta!~



Nadya dan juga Aeera membungkukan badannya saat berhadapan dengan Amanda, "Ada apa kalian kesini? apa ada masalah didaratan?" tanya Amanda sambil berdiri disinggasananya.


"Mohon maaf kak, tapi aku dan juga Aeera ingin bertanya,"


"Bertanya soal apa?"


Nadya menyisikan rambutnya kekiri lalu ia menunjukkan tanda sisik itu, Amanda tidak terkejut sama sekali sehingga membuat Nadya dan juga Aeera keheranan.


"Bagaimana kak?"


"Kalian gak usah khawatir, kita kaum Mermaid pasti akan mempunyai tanda itu tapi kalian harua berhati-hati, sembunyikan tanda itu jika didaratan kakak takut jika manusia melihatnya dia akan..."


"Akan apa? ceritakan saja kak" seru Aeera mulai penasaran.


"Waktu itu di zaman nenek moyang kita ada seorang Mermaid yang sudah berumur dua puluh tahun, dia juga sama memiliki tanda itu dan dia pergi kedaratan karena penasaran, ia lupa tidak menyembunyikan tanda sisik itu dan singkat cerita dia ditangkap oleh manusia, bahkan mereka membantai lautan untuk mencari mermaid lagi, minyak kita diambil bukan hanya minyak tetapi juga darah kita."


"Astaga, sadis sekali mereka semua menyalah artikan tentang mermaid, mereka semua menganggap Mermaid sudah punah bahkan pembawa sial."


"Kalian harus berhati-hati saja, dan oh ya ada satu lagi yang penting"


"Kalian berhati-hati lah, karena kerajaan mermaid diarah utara sedang mengincar sebuah kalung yang pernah ibunda berikan kepada kamu Nadya,"


"Kerajaan utara?"


Amanda mengangguk, "Lihat saja jika ada tanda yang sama dilehernya kalian harus berhati-hati, karena mereka sangat kuat bahkan sudah memiliki ilmu yang tinggi." kata Amanda.


"Baiklah kak, kami pasti akan berhati-hati." kata Aeera


"Jika begitu kami izin pamit untum kembali kedaratan." kata Nadya lalu membungkukan badannya.


***


Setelah didaratan kini Nadya dan juga Aeera berjalan menuju rumah Defina, sepanjang perjalanan mereka berdua selalu bercanda.


"Ya, aku pikir-pikir Angga masih inget sama kamu," kata Aeera.


"Entahlah, tapi bukankah Angga sudah memiliki kekasih"


"Itulah yang aku pikiran, ya kenapa waktu itu kamu harus segala ngilangin ingatan Angga sih? kalau udah begini jadinya gimana."


"Aeera, ingatan itu akan kembali jika udah waktunya, aku juga mikir dua kali waktu itu."


"Tapi ya..."


"Sstt... sudahlah jangan ngomongin Angga, tapi lihat itu bukannya itu kekasihnya Angga?" seru Nadya sambil menunjuk kearah seorang gadis yang sedang berjalan kearahnya.


"Ehh... Ra tunggu!" Nadya berlari untuk mengejar Aeera yang sudah duluan tapi ia tidak sengaja menabrak orang lain.


"Aww..."


Nadya melihat kearah orang itu baru saja ia ingin mengucapkan kata minta maaf tetapi ia urungkan saat melihat orang itu sepertinya tidak asing.


"Kau, bukannya kau Ye Jun?" tanyanya dengan jari telunjuknya yang ia arahkan kearah pemuda itu.


"Hmm..."


Ye Jun menatap lama Nadya setelah itu ia menarik paksa tangan Nadya agar ikut dengannya. "Hey... tololng lepasin, itu Aeera."


Percuma saja Nadya, pemuda itu tidak akan mendengarkan mu, Ye Jun masih menarik paksa Nadya agar ikut dengannya.


Sedangkan Aeera kini gadis itu sudah menghampiri Adena. "Hey, kamu!"


Adena menatap Aeera aneh, "Bukannya kamu temennya Defina?" tanya Adena.


Aeera menganggukkan kepalanya, "Aku peringatkan! kamu jauhin Angga, dia itu milik sahabat aku, kamu gak tau aja dia dan Nadya sudah pacaran saat sejak smp tapi karena urusan penting mereka berpisah benarkan ya?" Aeera terkejut saat tak mendapati Nadya disampingnya.


Adena tersenyum seolah mengejeknya bahkan tangannya ia lipatkan, "Benarkah? tapi aku bingung disaat itu Angga malah nembak aku, ya mau bagaimana lagi cinta aku sudah ada didepan mata."


Aeera tersenyum seolah-olah meremehkan Adena, "Jangan mimpi aku tahu kalian belum saling mengatakan cinta, jadi jangan pernah harap ingin membuat masalah hubungan antar Nadya dan juga Angga!"


"Kau!"


Adena melayangkan tangannya diudara saat ia ingin layangkan ke pipi Aeera entah kenapa seperti ada orang yang menahannya.


Adena melirik ke belakang dan tepat sekali disana sudah ada Andra yang menahannya. "Lepaskan!"


Andra melirik kearah Aeera yang sama juga sedang menatapnya, "Apakah kamu gak apa-apa?" tanya Andra.


Aeera menggelengkan kepalanya perlahan, "Bagaimana tadi, Angga sudah mengatakan cintanya kepada kamu Adena?"


"Tentu saja!"


"Jangan halu, aku tahu betul Angga seperti apa, dan apa yang dikatakan Aeera benar jangan pernah merusak hubungan Nadya dan juga Angga jika tidak ingin berurusan denganku!"


"Ayo Aeera!" Andra menarik tangan Aeera, sedangkan gadis itu tersenyum mengejek kepada Adena.


"Hah! citraku sudah rusak ini semua gara-gara perempuan itu!" teriak Adena sambil menentakan kakinya dilantai.