
"Nadya ayo tarik tangan aku!" Kata Defina
Nadya menggelengkan kepalanya. "Enggak Def, lebih baik aku sembunyi dulu aku takut kalau orang lain liat aku," kata Nadya lirih
"Tapi ya."
"Enggak Def, aku yakin nanti kak Amanda bakal balik lagi kesini bawa temen-temennya,"
"Lagian kak Amanda itu kan kakak kamu kenapa dia ngelakuin ini sih ke kamu?!" Tanya Defina heran
"Kamu lupa kan kak Amanda sekarang lagi terkena pengaruh jahat sihir Medusa."
"Iya aku tau, tapi ini udah kelewatan banget."
"Yaudah aku harus sembunyi buat ngeringin ekor aku dulu"
Defina menganggukan kepalanya, "yaudah hati-hati ya."
Nadya kemudian kembali masuk kedalam air untuk mencari tempat sepi dan mengeringkan ekornya.
***
Amanda berlari menuju murid-murid yang berkumpul.
"To.. tolong disana ada Mermaid," ucap Amanda sambil ngos-ngosan.
Aeera dan Alsafa yang melihat kerusuhan segera menghampiri Amanda lalu ia bertanya. "Ada apa ini?" Tanya Aeera
"Di sungai sana ada Mermaid." Kata Amanda lagi
"Salah liat kali kamu, mana mungkin ada Mermaid. Dunia dongeng kali" timpal Andra
"Enggak, aku liat pake kepala mata aku sendiri. Gak percaya kalian coba cek sana di danau."
"Yaudah kita liat kesana." Kata Angga
"Aeera gimana ini, mungkinkah itu Nadya?" Bisik Alsafa
Aeera hanya terdiam ia menatap Marcell dengan tatapan takut, dan Marcell kemudian mengangguk agar gadis itu tenang. Kini mereka bertiga menyusui teman-teman ke danau tidak dengan Amanda.
Kini Amanda memandang kepergian teman-teman sambil tersenyum sinis dan melipatkan kedua tangannya di atas perut. "Lihat saja nanti Nadya, semua orang akan tahu kalau kamu itu sebenarnya Mermaid!" Gumam Amanda setelah itu pergi untuk menyusul ke danau.
***
Defina terkejut saat melihat semua murid sekolah datang menghampirinya. "Mana Mermaidnya?" Tanya salah satu siswa
"Ta... tadi Mermaid itu ada disana, kalau kalian gak percaya tanya aja ke Defina dia juga tau kalau tadi ada Mermaid disini." Kata Amanda sambil menunjuk kearah danau.
"Emang benar def tadi disini ada Mermaid?" Tanya angga
Defina melihat kearah Marcell yang sedang menggelengkan kepalanya. "Em... mer... Mermaid? Aku gak liat Mermaid." Jawab Defina gugup
"Iya, gak mungkin juga ada Mermaid mungkin cuman salah liat, kan Mermaid cuma ada di dunia dongeng aja hak mungkin ada di dunia nyata." Kata salah satu siswa
"Kalian gak percaya aku liat di mata kepala aku sendiri, Nadya dimana? Atau jangan-jangan Mermaidnya..."
"Kak gak ada Mermaid disini lebih baik kalian kembali ke tenda masing-masing." Potong Marcell
"Tunggu! Aku liat-liat wajahnya mirip..."
"Udah lah Amanda, gara-gara Lo kita semua jadi keganggu istirahatnya apalagi nanti malam bakal ada kegiatan jurit malam." Timpal Andra
"Yaudah lebih baik kita kembali ke tenda kita masing-masing." Kata salah satu siswa
"Tau tuh, ganggu aja!" Celetuk siswa yang lainnya.
Mereka pun kembali ke tenda kecuali Marcell, Aeera, Alsafa, Defina, Angga dan juga Amanda.
"Kira-kira dimana ya Nadya? Perasaan aku jadi gak enak." Gumam Angga dalam hati
"Em... kalau begitu aku kembali ke tenda dulu" pamit Angga setelah itu pergi meninggalkan danau.
Kini Marcell mendekati Amanda yang sedang berdiam diri. "Kak kenapa kakak mau ngasih tau kalau sebenarnya itu Nadya adalah Mermaid?!" Tanya Marcell pelan tapi penuh penekanan.
"Apakah kak Amanda tahu kalau kakak ngasih tahu ke semua orang kita bakal celaka, bukan cuma kita tapi kakak, dan juga keluarga istana lautan."
"Kak tolong sadar lah, kakak itu udah kelewatan banget. Nadya itu adik kakak."
"Aku tahu, maka dari itu aku ingin dia menderita!"
Marcell mulai geram kini rahangnya mengeras saat hendak ingin menyauti perkataan Amanda tetapi ia urungkan karena Aeera, Alsafa dan juga defina melerainya.
"Marcell, udah lebih baik kita kembali ke tenda." Ajak Aeera
"Iya, ayo!" Timpal Alsafa
Aeera kini menarik tangan Marcell agar mengikutinya. Sedangkan Amanda berdiam diri memaku, ada bayangan-bayangan samar melintas dipikirannya tiba-tiba kepalanya merasakan sakit yang begitu luar biasa refleks Amanda memegang kepalanya sambil memejamkan matanya menahan nyeri.
Saat rasa nyeri itu mulai membaik kini Amanda membuka matanya ada cetakan jantung yang berdebar begitu cepat. "Gak... gak mungkin, tapi kata raja Fakhri Ibunda dan juga Nadya gak pernah peduliin aku." Gumam Amanda dalam hati matanya kini mulai berkaca-kaca.
***
Nadya kini sudah berada di daratan tepatnya ditepian danau, ia meraih daun yang lumayan besar lalu mengipaskan kepada ekornya agar kering.
Beberapa menit kemudian ekor Nadya sudah berubah menjadi kaki, Nadya memegang pohon yang ada didekatnya untuk membantunya berdiri.
"Syukurlah, ekorku sudah berubah menjadi kaki, aku harus segera kbalinke lokasi kemping." Gumam Nadya lalu pergi meninggalkan tempat itu.
Nadya menelusuri jalanan untuk kembali ke lokasi tetapi di tengah perjalanan ia dibuat terkejut saat mendapati seseorang yang tengah memeluknya dari arah belakang, Nadya menoleh kearah belakang betapa terkejutnya ia saat mendapati Amanda disana.
Udah dulu ah capek... hehehe jangan lupa like dan komennya sebenarnya tadi ceritanya udah jauh tapi malah gak kesimpen😠jadi nis ulang, jadi sampe situ aja ya hehehe nanti bakal dilanjut, jangan lupa like dan komen😂😂