
Dua hari kemudian...
Hanna, Marcell, Aeera dan juga Alsafa masih berada didalam penjara. "Ratu, ini sudah terhitung dua hari dan Nadya juga Justine akan menikah," kata Aeera
"Benar, Ini sudah terhitung dua hari"
"Lalu bagaimana?" Tanya Marcell
Saat Hanna hendak berbicada datanglah prajurit membawa makanan. "Ini makanlah!" kata prajurit.
Hanna berdiri, "Terimakasih." ucap Hanna
"Cepat makan dan jangan menyusahkan!"
"Baiklah, emm.... Apakah aku boleh bertanya?"
"Katakanlah!"
"Apakah benar hari ini Jus... Maksudku pangeran Justine akan menikah dengan putriku Nadya?"
"Benar, sekarang mereka berdua sedang bersiap-siap dan sebentar lagi pernikahannya akan dimulai, ingat jangan sekali-kali kau menggagalkan pernikahan pangeran Justine!"
Hanna mengangguk setelah itu kembali duduk dan mulai memakan makanan yang tadi prajurit itu bawakan.
"Maaf ratu, kenapa kau tidak cemas jika Nadya dan Justine akan menikah?" Tanya Alsafa.
Hanna tersenyum. "Ini saatnya." Ucap Hanna sehingga membuat mereka bertiga bertanya-tanya.
"Maksudmu?"
Hanna kemudian menunjukkan kunci untuk membuka sel penjara, sehingga membuat Alsafa, Aeera dan juga Marcell tersenyum.
Hanna lalu membuka sel penjara menggunakan kunci itu, disaat bersamaan parajurit melihat mereka berempat. "Jangan kabur kalian!"
Hanna kemudian mengeluarkan kekuatannya lalu mengarahkan kepada para prajurit itu. "Maafkan aku." gumam Hanna
***
Didaratan Angga, Defina dan juga Kirana masih menunggu di tepi laut mereka selalu berdoa kepada tuhan agar Hanna dan lainnya bisa kembali datang kedaratan.
"Nadya, kenapa kau tidak datang kedaratan saat aku memanggil mu? Bukankah kau berjanji akan datang saat aku memanggilmu?" gumam Angga dalam hati.
Kini Nadya sedang berada didalam kamarnya ia duduk sambil menghadap kekaca. "Nadya, kenapa kau tidak datang kedaratan saat aku memanggil mu? Bukankah kau berjanji akan datang saat aku memanggilmu?"
Nadya tak kuat menahan tangisnya, orang yang sedang mendandani Nadya pun sehingga bingung. "Putri Nadya kenapa kau menangis? Bukankah hari ini hari yang seharusnya bahagia untuk mu?" tanya orang itu.
Nadya hanya menggeleng sambil meredakan tangisnya. "Maaf Angga, percuma saja aku datang kedaratan hari ini aku akan menikah walaupun tanpa diiringin cinta." Gumam Nadya
"Ayo putri, pasti pangeran Justine sedang menunggu mu, aku akan mengantarmu menuju pelaminan."
Nadya mengangguk lalu ia digiring oleh dua orang menuju pelaminan.
***
Saat Justine hendak mengucapkan sakral janji suci tiba-tiba datang Marcell menghentikan pernikahan itu.
"Tunggu! Pernikahan ini tidak pantas untuk dilanjutkan!" Teriak Marcell dengan rahang yang mengeras.
Semua orang yang sedang menyaksikan pernikahan itu secara langsung dibuat terkejut dengan kelakuan Marcell.
"Kau, kenapa kau bisa keluar dari sel penjara?"
"Tentu saja bisa."
"Tidak mungkin..."
"Tidak ada yang tidak mungkin bagiku!" kata Marcell lalu mengeluarkan kekuatannya dan mengarahkannya kepada Justine sehingga membuat laki-laki itu hampir tereorong kebelakang.
"Baiklah jika kau ingin menggunakan kekuatan! Aku akan melayani mu!" Justine tidak mau mengalah ia pun mengeluarkan kekuatannya yang selama ini ia pelajari bersama gurunya.
Sedangkan Nadya ia menepi untuk menghindari serangan Justine dan juga Marcell.
Fakhri sang raja ia tidak diam, saat ia akan melihat putranya diperjalanan ia bertemu dengan Hanna dan juga lainnya sehingga terjadilah pertarungan yang begitu hebat diantara Fakhri dan juga Hanna, Aeera dan juga Alsafa kini menemui Nadya yang sedang ketakutan mereka berdua kini menghampiri Nadya dan mencoba menenangkannya.
Didaratan kini gelombang lautan mulai membesar Kirana yang melihatnya kemudian menyuruh Angga dan juga Defina pergi kedaratan yang tinggi.
"Tsunami!" teriak warga sambil berlarian menuju daratan yang tinggi.
Saat sesampianya didaratan tinggi kini semua warga sudah berkumpul. "Sebenarnya kenapa tsunami datang tiba-tiba?" tanya salah satu warga.
"Pasti ini semua gara-gara Mermaid!" celetuk salah satu warga lagi.
Kirana, Defina dan juga Angga yang mendengarnya merasa tidak terima saat hendak Angga menghampirinya segera Kirana mencegahnya.
"Memang benar dilautan itu ternyata ada mermaid yang selalu membawa sial bagi desa kita."
Angga mencoba mengatur nafasnya meredam emosi kini ia melihat kearah lautan. "Nadya semoga kamu baik-baik aja." kata Angga
Angga terdiam memikirkan sesuatu. "Mungkin ini satu-satunya." gumam Angga lalu diam-diam datang kedaratan rendah agar tsunami menerjang dirinya.
Bentar lagi bakal tamat, jangan lupa likenya...
Dan jangan lupa juga follow igku @ngg.story terimakasih.