
Andra melihat kearah Nadya yang pagi itu terlihat cantik, ia tidak berkedip sama sekali saat melihat Nadya.
"Zidan ini gak mimpi kan? Nadya pagi ini cantik banget sumpah" kata andra sambil berbisik
Zidan mencubit lengan andra sehingga membuat laki-laki itu kesakitan. "Kenapa cubit aku?" Tanya andra yang kesal
"Kan tadinya nanya mimpi atau bukan ya aku cubit kamu lah, gimana mimpi atau bukan?" Kata Zidan
Andra mendengus kesal dengan kelakuan sahabatnya ini ia kembali melihat kearah Nadya yang sedang menatapnya
"Hai, Nadya?" Sapa andra sambil tersenyum manis
Nadya Hanya mengangguk. "Ayo sini andra kamu duduk kita sarapan bareng" ajak Kirana
"Iya tante" andra duduk di kursi yang berhadapan dengan Nadya gadis itu menundukkan kepalanya karena merasa risih andra yang menatapnya sedari tadi
Setelah selesai sarapan Nadya hendak beranjak. "Tante, aku boleh gak ajak Nadya jalan-jalan?" Tanya andra
"Itu sih jangan ke tante, kamu bilangnya sama Tante Hanna aja dia ibunya Nadya" kata Kirana sambil menunjuk kearah Hanna yang sedang memperhatikan
"Kalau Tante sih boleh aja, tapi jangan ajak Nadya kepantai" kata Hanna memberikan izin
"Yes, gimana Nadya kamu mau gak jalan-jalan sama aku?" Tanya Andra
Nadya menghela nafas setelah itu menganggukan kepalanya pasrah. "Tapi sebentar soalnya aku mau belajar kak"
Andra mengangguk setelah itu Andra, Nadya dan juga zidan pergi meninggalkan meja makan
"Perasaan aku gak enak." Batin Marcell
***
Nadya dibonceng oleh Andra mereka berdua berjalan-jalan, Zidan sudah pamit terlebih dahulu untuk membiarkan Nadya dan juga Andra berduaan saja
"Nadya, kamu besok ujian ya?" Tanya Andra memulai pembicaraan
"Iya kak, kalau kakak sendiri gimana?" Tanya balik Nadya
"Iya, aku juga ujian"
"Dasar modus!" Umpat Nadya dalam hati
***
Angga sedari tadi diam di kamarnya untuk belajar karena besok akan ada ujian merasa bosan ia pun keluar dari kamar menuju dapur
"Angga, kamu udah belajar nak?" Tanya ibu angga
"Sudah mah, angga bosen. Angga keluar sebentar dulu ya"
"Yaudah iya, tapi pulangnya jangan lama-lama ya"
"Siap mah" sebelum pergi angga mencium pipi sang ibu setelah itu pergi mencari udara segar dengan sepeda kesayangannya
Saat di tengah perjalanan tidak sengaja ia melihat Nadya bersama Andra ia menghentikan ia menghentikan sepedanya setelah itu mencoba melihat lagi dengan jelas
"Iya itu Nadya, dia ngapain sama kak Andra?" Gumam angga setelah itu angga kembali melakukan sepedanya untuk menyusul Andra dan juga Nadya
"Kak Andra tunggu!" Teriak angga
Andra yang mendengar teriakan menghentikan sepedanya dan menoleh kearah asal suara Nadya pun sama ia melihat kearah belakang
"Angga?" Gumam Nadya kudian sudut bibirnya tersenyum
Angga sampai ia memberhentikan sepedanya tepat disamping sepeda Andra.
"Nadya, kamu kok sama kak Andra?" Tanya angga
"Mm... itu"
"Kenapa kamu cemburu?"
"Emm... kak Andra maaf ya nadya mau ikut aja sama angga soalnya kita sih udah janjian mau belajar bareng" kata nadya sambil turun dari sepeda milik Andra
"Tapi Nadya"
"Maaf banget kak, nanti kapan-kapan lagi Nadya janji bakal jalan-jalan lagi sama kak Andra"
"Yaudah deh kalau gitu" Andra kemudian pergi meninggalkan angga dan nadya
Setelah Nadya tidak melihat lagi Andra ia melirik kearah angga yang sedang menatapnya dengan bingung
"Janji belajar bareng?" Tanya angga
"Mm... bukan gitu angga, aku bicara kayak gitu biar kak Andra izinin aku ikut sama kamu" kata nadya
Angga tertawa Nadya yang melihatnya memandang aneh. "Kok ketawa sih?"
Angga mengacak-acak puncuk kepala Nadya. "Kamu ternyata pinter bohong juga ya" kata angga yang masih tertawa
"Ih angga, kok diacak-acak sih jadi berantakan!" Kata nadya sambil merapihkan kembali rambutnya yang acak-acakan
"Maaf, yaudah Ayo naik"
Nadya mengiyakan ia kemudian naik ke sepeda milik angga, angga kemudian mengayuh sepedanya kembali
"Nadya kok kamu bisa sama kak Andra? Emang kalian pada saling kenal?" Tanya angga penasaran
"Enggak, kak Andra tadi kerumahnya defina dia nyariin aku terus ngajak aku jalan-jalan" kata nadya
"Eh... tapi ya kamu cocok loh sama kak an..." sebelum berbicara Nadya sudah membungkam mulut angga menggunakan tangannya
"Angga, kamu lebih baik fokus jangan ngobrol terus!" Imbuh Nadya sambil melepaskan tangannya yang sedari membungkam mulut angga
Angga tertawa melihat tingkah Nadya yang menurutnya sangat menggemaskan. "Tapi Nadya kamu gak lupa kan kamu mulai besok harus jemput aku?"
"Nggak lah"
"Awas loh kalau nanti aku tungguin kamu masih belum datang-datang!" Kata angga mengancam Nadya
"Siap pak..." seru Nadya sambil mengacak-acak rambut angga dari belakang
"Ih... ya jangan nanti berantakan"
Nadya tertawa, begitu juga dengan angga disetiap perjalan mereka saling mengobrol dan saling tertawa membuat keduanya terlihat akrab mungkin orang lain menyangka bahwa angga dan nadya seperti adik kakak karena melihat mereka yang begitu akrabnya
Jangan lupa like dan tinggalin komen kalian😘😂😂😂
Kalian jaga kesehatan ya....
°
°
°
°
°
°
°
°
°
°