Mermaid Love Story (S1&S2)

Mermaid Love Story (S1&S2)
Perdebatan Kecil



Setelah selesai memakan ramen Angga, Nadya dan Ye Jun berjalan disisi jalan, entahlah pemuda itu sepertin sengaja melakukannya.


Didepan rumah Nadya, gadis itu menatap Angga dan Ye Jun secara bergantian. "Baiklah jika begitu aku akan masuk kedalam, kalian langsung pukang hati-hati dijalan." kata Nadya lalu membalikkan badan dan masuk kedalam rumah.


Beberapa menit kemudia Ye Jun pun membalikkan badan dan hendak melangkah untuk kembali pulang, tapi langkahnya terhenti saat Angga memanggilnya.


"Tunggu..." Angga mendeketi Ye Jun dan menatapnya dingin.


"Sungguh aneh sekali, apakah kau menyukai Nadya?" tanya Angga langsung kepada Ye Jun.


"Tidak." jawab Ye Jun singkat ia kembali melanjutkan langkahnya tapi lagi-lagi terhenti karena Angga menghalanginya.


"Tapi kelakuanmu itu menunjukkan jika kau menyukai Nadya,"


Ye Jun terdiam sesaat lalu menatap pria yang ada dihadapannya tajam. "Jika iya? ya aku menyukai Nadya, kenapa? apakah kau tidak suka?" tanyanya.


"Sial, jauhi Nadya!"


"Untuk apa kau melarangku untuk mendekati Nadya? aku juga ada hak untuk mendekati Nadya jadi jangan pernah melarangku!" kata Ye Jun tegas lalu pergi meninggalkan Angga yang masih tersulut emosi.


***


Keesokan paginya seperti biasa para murid yang sudah berada dikelas dan membuat keributan,


Nadya hanya terdiam menyimak percakapan antara kedua sahabatnya, gadis itu menatap dingin Areum yang sedang memperhatikan siswa lain.


Ye Jun ia memperhatikan Nadya dan Areum otaknya terpaksa berfikir, "Jika mereka sama-sama seorang duyung kenapa merela berdua tidak akur? aku sungguh penasaran."


Angga menyadari jika Ye Jun sedang memperhatikan Nadya hal itu semakin membuatnya kesal.


Guru Kang datang sehingga membuat para murid kembali duduk di kursi masing-masing, guru Kang memperhatikan sekitar lalu menggelengkan kepalanya.


"Baiklah, hari ini kita kedatangan siswa baru ayo masuk.."


Seorang gadis cantik dengan rambut panjang yang terurai masuk kedalam kelas dengan senyum yang membuat para siswa laki-laki kepanasan.


"Astaga, dia sungguh cantik sekali bahkan sepertinya dia tidak memakai riasan wajah." gumam Laila


"Hallo perkenalkan nama saya Rhena mungkin kita bisa berteman baik." kata gadis itu sambil tersenyum manis.


"Rhena aku Ji Hyun pria ter..." belum sempat pemuda itu melanjutkan perkatannya Laila dengan segera memukul pundaknya.


"Baiklah aku diam."


"Sudah-sudah, mungkin bagi Rhena akan terlihat asing jadi bapak mohon kepada kalian perkenalkan lingkungan kampus ini kepadanya berteman baiklah dengannya." kata guru Kang dan diangguki oleh para murid.


Rhena duduk dikursinya dan guru kang memulai untuk mengajar, kelas seketika hening ada beberapa murid yang mendengarkan penjelasan dari guru Kang dan ada juga yang tertidur.


Setelah selesai para murid dikelas berhamburan untuk pergi kekantin, Rhena ia tersenyum lalu menghampiri Angga yang akan bersiap-siap pergi ke kantin.


Nadya terdiam melihatnya, saat Aeera menyadarinya ia menarik tangan Nadya untuk mengajaknya ke kantin.


"Wahh ternyata kau sudah cukup dewasa, aku masih mengingat jika saat kau kecil kau selalu merengek kepada ibu dan aya..." Rhena menghentikan ucapannya saat melihat perubahan wajah Angga.


"Maaf aku tidak sengaja, emm.. jika begitu aku akan pergi ke kantin." ucap Rhena lalu pergi meninggalkan Angga dikelas.


Andra dan Zidan masuk kedalam kelas dan menghampiri Angga yang duduk dikursinya, "Bukankah itu Rhena? dia juga kuliah dikampus ini?" tanya Andra kepada Angga.


Angga hanya menganggukan kepalanya, "Ayo aku akan mentraktir kalian hari ini, dimana yang lainnya? mereka pasti sudah ada dikantin." kata Andra sambil merangkul Angga.


Rhena kebingungan mencari tempat duduk dikantin, Nadya melihat hal itu langsung melambaikan tangannya dan menepuk kursi disebelahnya.


Rhena tersenyum lalu menghampirinya dan duduk disamping Nadya. "Aku harap kita bisa berteman baik, terima kasih karena telah mengijinkanku untuk makan bersama kalian."


Defina, Aeera dan Nadya menganggukan kepalanya sambil tersenyum lalu mereka mulai menyantap makanannya.


"Oh iya, kenapa gadis itu sendiri dan tidak bergabung dengan yang lainnya?" tanya Rhena menunjuk kearah Areum.


"Em.. lebih baik tidak usah bicarakan gadis itu, aku sungguh malas sekali." kata Defina sambil memutar kedua bola matanya.


"Apakah kalian dengannya..."


"Kedepannya kau akan tahu." potong Nadya


Ye Jun ia berjalan dan duduk dihadapan Areum sehingga membuat gadis itu tertawa mentah. "Ada apa? apakah kau sekarang mulai mengasihaniku?" tanyanya.


Ye Jun memiringkan senyumnya ia memulai menyantap makanannya seolah-olah tidak memperdulikan sekitar.


"Ahh bukankah itu Ye Jun?" ucap Rhena.


Nadya melihat kearah yang Rhena maksud, "Kau mengenali dia juga?" tanya Nadya.


Rhena menganggukan kepalanya. "Tentu saja ayahku dengan ayah Ye Jun dan juga Angga bersahabatan dengan sangat dekat mana mungkin jika aku tidak mengenali mereka berdua." jelasnya


"Apakah kau dan Angga..."


"Tentu saja tidak, aku dan dia bersahabat sejak usiaku berumur tujuh tahun tapi kami berpisah saat berumur dua belas tahun dan kembali bertemu hari ini." kata Rhena memotong ucapan Defina.


"Tapi apakah kau pernah menganggap Angga sebagai seorang pria?" tanya Aeera dengan begiru santai, Defina langsung menendang kaki Aeera gadis itu meringis kesakitan.


Rhena terdiam sambil tersenyum, "Ahh lupakan saja ayo lanjutkan makan."


mereka pun kembali melanjutkan makan, tetali Nadya masih kepikiran dengan pertanyaan Aeera tadi, ia sungguh penasaran apakah Rhena pernah menganggap Angga sebagai seorang pria selain sahabat kecilnya.