Mermaid Love Story (S1&S2)

Mermaid Love Story (S1&S2)
Tanda Yang Sama~



Keesokan paginya Nadya, Aeera dan juga Defina sudah berada dikampus mereka bertiga berjalan menuju kelasnya.


Saat berjalan Defina tidak sengaja menabrak pudak seseorang ia kemudian membalikan badan untuk melihat siapa orang itu.


Akan tetapi Defina tidak bisa melihat dengan jelas karena orang itu memakai topi, "Maaf." ucap orang itu lalu pergi mendahuluinya.


"Siapa?" tanya Aeera.


Defina mengangkat kedua pundaknya, "Tapi kenapa suaranya kayak gak asing ya." gumam Defina dalam hati.


"Yaudah ayo cepet kita ke kelas, nanti keburu guru Kang masuk." kata Nadya


Mereka berdua pun kembali berjalan menuju kelasnya.


Sesampainya dikelas, sudah banyak siswa yang datang terutama Angga, pemuda itu sudah dari pagi ada disana.


"Waww... Defina sudah datang," seru Ji Hyun begitu heboh.


Pemuda itu menghampiri Defina lalu merangkul pundak gadis itu, "Ada apa?" tanya Defina dengan malas.


"Tidak, hanya saja..." Ji Hyun mendekatkan bibirnya kearah telinga Defina lalu berbisik.


"Bagaimana apakah kau sudah menjenguk Zidan?"


Defina membulatkan matanya, gadis itu mencubit pinggang Ji Hyun sehingga ia kesakitan merasa sudah puas Defina berjalan menuju kursinya dengan senyuman yang lebar.


"Aish... gadis itu, Zidan kenapa kau harus menyukai gadis seperti Defina." gumam Ji Hyun lalu kembali duduk dikursinya.


Guru Kang berjalan menuju kelasnya dengan seorang siswa yang mengikutinya dibelakang. Guru Kang menghampiri mejanya sambil menyimpan buku pelajarannya.


Bruk... Brukk


Guru Kang menggebrak meja agar semua siswa memperhatikannya, "Ada kabar gembira untuk kita semua" ucap guru Kang.


Semua siswa menatap satu sama lain menunggu perkataan yang akan keluar dari guru Kang.


"*Kabar gembira apa itu?"


"Entahlah, semoga saja kabar bahwa kita bisa oulang dan libur selama dua hari*."


Guru Kang tersenyum, "Teman kita yang sedang sakit, kini sudah sembuh dan mulai hari ini dia masuk sekolah, Masuklah." ucap guru Kang


Zidan pun masuk kedalam kelas, semua murid melihat kearahnya terutama Defina. "Wah... Zidan apakah kau sudah sembuh?" tanya salah satu temannya.


Ji Hyun tersenyum lalu ia melihat kearah Defina yang sedang memperhatikan Zidan ia pun beranjak berdiri, "Selamat kau sudah kembali kekelas ini lagi, dan oh ya apakah kau tahu Zidan bahwa De..."


Defina segera melempar kertas yang sudah digulung-gulung olehnya itu kepada Ji Hyun.


Ji Hyun kembali duduk dan menundukan kepalanya karena Defina sedang melotot kearahnya, Zidan hanya tersenyum simpul.


"Terima kasih untuk Teman-teman karena sudah menyemangatiku sehingga aku bisa sembuh kembali." ucap Zidan dengan begitu tulus.


"Tepuk tangan untuk Zidan!" kata guru Kang dan tidak lama kemudian semua siswa bertepuk tangan.


"Baiklah jika begitu, kau boleh duduk."


Zidan menatap kearah Angga yang sedang tersenyum lalu ia membalas senyumannya.


Saat istirahat kini Angga, Zidan dan juga Andra berkumpul dikantin. "Bagaimana keadaanmu sekarang?" tanya Andra.


"Tenru saja baik."


"Yah... andai saja kita bertiga satu kelas..."


"Tidak apa-apa yang penting kita selalu berkumpul saat jam istirahat." kata Angga sambil menepuk pundak Andra.


"Lalu dimana Adit?" tanya Zidan.


"Entahlah, dia sepertinya tidak masuk." jawab Andra sambil meneguk minumannya.


"Ah.. sayang sekali."


Ji Hyun yang tiba-tiba datang lalu menyambar minuman milik Zidan, pemuda itu hanya bisa menggelengkan kepalanya.


"Tidak ada Adit? tenanglah disini masih ada aku." katanya


"Aiss... anak ini, kenapa kau kemari? apakah kau tidak ada tugas atau apa?" tanya Andra.


Ji Hyun menggelengkan kepalanya sambil meneguk minuman milik Zidan. "oh ya, apakah kalian tahu anak baru itu?" tanya Ji Hyun.


"Anak baru?"


"Kau sudah ketinggalan berita sekolah Zidan, waktu itu ada murid baru yang datang ke kampus kita dan satu kelas dengan kita,"


"Maksudmu perempuan yang duduk dibelakang Aeera itu?"


"Aeera? kau mengenalinya?" tanya Ji Hyun.


Andra lalu menjitak kepala Ji Hyun. "Bodoh, kami waktu smp memang satu sekolah dengan Nadya dan juga Aeera! kau ini." umpat Andra.


"ouh, jadi kalian satu sekolah pantesan saja aku lihat Angga dan juga Nadya seperti dekat." katanya sambil menyipitkan matanya kearah Angga.


"Sudahlah, cepat katakan kau tadi ingin berbicara apa?" tanya Angga.


"Oh iya, Apakah kalian merasa aneh dengan sikap Nadya kepada anak baru itu?"


Angga menggelengkan kepalanya, "Tadi saat jam istirahat Areum menghampiri Nadya dan ingin berjabat tangan dengannya tapi Nadya seolah tidak peduli malah dia melempar tatapan dinginnya kepada anak baru itu."


"Benarkah? aku heran padahal disaat masih smp Nadya selalu ceria tapi sejak saat ini sikapnya berubah drastis." kata Andra


"Lihatlah kesana." titah Ji Hyun sambil menunjuk kearah salah satu meja yang ditempati oleh Nadya, Defina dan juga Aeera.


Angga, Andra dan juga Zidan pun melihat kearah yang ditunjuk oleh Ji Hyun. Terlihat Areum yang baru saja ikut duduk dimeja yang ditemoati oleh ketiga gadis itu, tali Nadya sepertinya tidak ingin melanjutkan makanannya.


Gadis itu tidak sengaja menatap kearah leher Areum yang tidak sengaja terlihat, Nadya membulatkan matanya saat melihat sebuah yanda yang sama sepertinya.


Dengan cepat ia menatap kedua bola mata milik Areum ia menatapnya dengan dingin, beberapa menit kemudian Nadya beranjak dan meninggalkan kantin.