Mermaid Love Story (S1&S2)

Mermaid Love Story (S1&S2)
Duka~



Setelah selesai makan Nadya berpamitan untuk ke toilet, sesampainya ditoilet Nadya mematung menatap dirinya dicermin.


Dengan senyumannya yang terus mengembang Nadya mengingat kembali kejadian tadi, "Apakah Angga udah ingat aku?"


Nadya menyalakan air dan mencuci tangannya tiba-tiba saja ada seorang wanita yang masuk kedalam toilet, Nadya segera mematikan airnya.


"Nadya, apakah kau masih mengingat aku?" tanya wanita itu.


Nadya hanya menatap dengan sorot mata dinginnya ia menggeleng perlahan, wanita itu tersenyum. "Sudah lama kita tidak bertemu, aku Dyra" katanya sambil mengulurkan tangan.


Nadya dengan ragu-ragu membalas jabatan tangannya. "Sudah empat tahun kita tidak bertemu kau semakin cantik saja," kata Dyra.


"Tidak, dimana Keysa?" tanya Nadya.


"Ouh, dia ada dikelas, ouh ya maafin kelakuan aku yang dulu yang suka ngebully kamu, aku akui aku memang salah"


"Gak apa-apa aku udah maafin kok,"


"Bagaimana kalau mulai sekarang kita bertemen?"


Nadya mengangguk sambil tersenyum, mereka berdua keluar dari toilet dengan Dyra yang merangkul Nadya. "Bagaimana keadaan Amanda?"


"em... dia baik-baik saja."


****


Saat jam istirahat selesai kini guru Kang sudah ada didalam kelas mengajar, Nadya memperhatikan pelajaran itu tetapi murid laki-laki tidak mereka hanya tidur.


Laki-laki itu adalah Ji Hyun dan juga Ye Jun, mereka berdua adalah salah satu murid yang terkenal dengan kenakalannya, bahkan guru Kang sudah capek meladeni mereka berdua.


Nadya menatap Ye Jun yang sedang tidur dengan kepala yang miring kemeja, kebetulan sekali Ye Jun mengubah posisi jadilah mereka berdua bertatap-tatapan.


Nadya membuang muka kembali memperhatikan pembelajaran tetapi tidak dengan Ye Jun ia masih menatap Nadya.


***


Dilautan masih terdapat sebuah kerajaan Mermaid diarah Utara yang dipimpin oleh sang ratu yang bernama Diana, ia memiliki anak yang seumuran dengan Nadya yang bermana Areum.


"Ibunda, apakah benar aku akan pergi kedaratan?"


"Tentu, tetapi kau harus mencari putri Mermaid dari kerajaan barat,"


"Maksudmu?"


"Kau harus mencari kalung mutiara, kalung itu sangat berharga bagi kerajaan ini, jika kau mendapatkannya maka kerajaan ini akan makmur dan kita tidak akan pernah mati," kata Diana dengan tangan yang mengepal.


"Kalung Mutiara?"


"Ya, kau juga harus belajar bagaimana manusia lainnya agar mereka menganggapmu seperti yang lainnya, dan satu lagi tanda kalung mutiara itu adalah terdapat cahaya putih ditengahnya, kau harus mendapatkanya."


***


Nadya, Aeera dan juga Defina kembali kerumah, Nadya duduk disofa ruang keluarga ia merasakan kehangatan disana, ia begitu merindukan tempat ini.


"Defina, dimana mamah Kirana?" tanya Nadya.


Raut wajah Defina berubah menjadi sedih, "Mamah dia sudah meninggal satu tahun yang lalu."


"Astaga, benarkah?"


Defina mengangguk, "Kau haru sabar Def, Ibunda beliau juga sudah meninggal."


"Tante Hanna..."


"Jadi siapa yang memegang kerajaan ya?"


"Kak Amanda,"


"Kenapa mereka berdua cepat sekali meninggalkan kita." gumam Aeera dengan mata yang sudah memanas.


Nadya, Defina dan juga Aeera kini berpelukan satu sama lain.


***


Amanda membuka kedua matanya ia berdiri dari singgasananya. "Ada apa ini, kenapa firasatku..."


Amanda berenang kearah kaca yang bisa melihat Nadya, bibirnya komat-kamit membacakan mantra lalu meniupkannya kearah kaca.


Kaca itu berubah menjadi wajah Nadya, Amanda memperhatikan Nadya dengan sudut bibir yang mengembang.


"Adikku begitu bahagia sekali," gumam Amanda.


"Tapi kenapa aku mempunyai firasat buruk?"


Amanda memperhatikan kalung yang menggantung dileher Nadya, "Apa jangan-jangan karena kalung itu, kalung itu pemberian dari Ibunda,"


pada waktu itu dimana Hanna terbaring dikasur dengan nafas yang sudah tersengal-sengal bahkan semua para emban dan juga prajurit menunggunya disana.


tangannya memegang erat kedua putrinya, bahkan air mata menetes dipelupuk matanya. "Anakku Amanda, jika Ibunda sudah pergi tolong jaga kerajaan ini dengan baik, ingat dilautan ini ada dua kerajaan Mermaid, sewaktu-waktu kalian akan berperang lagi, Dan Nadya pakailah kalung ini." lirih Hanna sambil menyodorkan kalaung kepada Nadya.


"Kau harus selalu memakainya jangan pernah melepaskan kalung ini!"


"Ibunda kau harus kuat aku akan membawakan tabib kemari,"


Hanna menutup matanya perlahan dengan senyuman yang mengembang dibibirnya dan saat itu lah Hanna menghembuskan nafas terakhirnya, beliau akan selalu dikenang diseluruh lautan.