Mermaid Love Story (S1&S2)

Mermaid Love Story (S1&S2)
Istirahat Bersama Angga~



saat jam istirahatnya seperti biasa Defina, Alsafa, Aeera dan juga Marcell berkumpul di kantin tanpa Nadya


"tumben kok Nadya gak gabung sama kita?" tanya Alsafa


"udah lah, mungkin nanti juga dia bakal gabung." seru Marcell


Alsafa, Aeera, dan juga Defina kemudian memakan makanannya tidak dengan Marcell ia melamun memikirkan sesuatu.


Brukk...


Defina, Aeera, Alsafa dan juga Marcell terkejut saat seseorang menumpahkan minumannya kepada Aeera. ya orang itu siapa lagi jika bukan, Dyra dan juga Keysa


"eh, gak punya mata ya!" teriak Alsafa


"maaf, di sengaja." celetuk Dyra sambil tersenyum miring


"dasar, mata itu gunanya buat liat!" kata Alsafa


"atau jangan-jangan mata kamu bersalah hah!" celetuk Alsafa


hinaan Alsafa begitu menyakitkan bagi Dyra, gadis itu kemudian menjambak rambut Alsafa sehingga gadis itu kesakitan.


"eh, udah jangan ribut!" lerai Marcell


kedua gadis itu pun berhenti, Dyra melihat kearah Marcell dengan memasang raut wajah melasnya


"dia yang duluan!" tuduh Dyra


"yang jelas kamu cari masalah duluan, liat rok temen aku basah gara-gara kamu!" kata Alsafa emosinya terpancing.


"aduh,"


"Aeera, kamu gak apa-apa?" tanya Marcell sambil menopang tubuh Aeera


"kaki aku udah lemes" bisik Aeera


"Defina, Alsafa bantu Aeera berdiri bawa dia ke toilet!" suruh Marcell


Defina dan Alsafa mengiyakan kemudian mereka menopang Aeera.


Defina, Alsafa dan juga Aeera masuk kedalam toilet perempuan kedua gadis itu membantu Aeera untuk duduk dilantai dan tidak butuh lama kaki Aeera berubah menjadi ekor mermaid


Aeera menghela nafas. "Untung aja berubahnya disini, kalau di kantin bisa gawat." kata Aeera


"huh, ini gara-gara nenek Lampir itu. awas aja nanti!" kata Alsafa


"tali kamu gak apa-apa kan Aeera?" tanya Defina


Aeera menggelengkan kepalanya sambil tersenyum.


***


Nadya berjalan ke bangku taman yang terdapat ada angga disana ia berjalan mengendap-endap dan kemudian


Dor!!!


"astaga, Nadya Untung aja gak jantungan kamu seneng banget kayaknya liat aku sakit nanti hmm..." celetuk angga


"maaf, hehehe"


Nadya duduk di samping angga. "kamu udah makan?" tanya Nadya


Angga menggelengkan kepalanya. "belum, aku males ke kantin" kata angga


"kok males? nih kalau begitu aku bawa makan siang kita bagi dua aja gimana?"


"gak usah Nadya, kamu aja yang makan aku masih kenyang"


"tali angga nanti kamu bakal belajar dan kamu harus banyak energi biar bisa mikir, nih coba bayangin waktu kamu nanti lagi mikir terus perut kamu bunyi gimana?"


Angga terkekeh ia mengacak-acak pucuk kepala Nadya. "aku suapin gimana?"


Angga mengangguk kemudian Nadya mengarahkan sandwich kearah angga kemudian laki-laki itu menggigitnya


"em... gimana ya. lumayan"


Nadya mengerucutkan bibirnya. "kamu juga harus makan, aku suapin ya"


Angga mengambil alih roti yang awalnya dipegang oleh Nadya kini sudah berpindah tangan ia menyuapi Nadya dan sebaliknya Nadya menyuapi angga sehingga makanan itu habis tidak tersisa.


***


Dyra dan juga Keysa hendak pergi dari kantin tetapi Marcell melihatnya ia menarik kerah baju keduanya.


"eh... jangan kabur, harus tanggung jawab!" kata Marcell


"ampun, jangan siksa aku" celetuk Keysa


"siksa aja Dyra dia yang ngusulin ide ini" lanjutnya


Dyra melototkan matanya kearah Keysa sambil menginjak kakinya. "pokoknya kalian berdua harus tanggung jawab!"


beberapa menit kemudian Aeera, Alsafa, dan juga Defina kembali mereka bertiga menghampiri Marcell


"Aeera kita hukum mereka berdua" kata Marcell


"setuju." timpal Defina dan juga Alsafa secara bersamaan


"Aeera, kamu hukum mereka berdua gini aja suruh mereka berdua jadi asisten kita selama empat hari gimana?" usul Defina sambil berbisik


"setuju,"


"em.. karena aku baik jadi hukuman kalian mudah, kalian jadi asisten kita selama empat hari!" kata Aeera


"apa, jadi asisten?" kata Keysa dan juga Dyra bersamaan


Aeera mengangguk. "apa enggak ada hukuman lain selain ini, aku sih gak mau jadi asisten kalian maaf ya" tolak Dyra


"kalau gak mau oke, aku tinggal masukin aja kalian ke ruangan BK mudahkan?" kata Aeera sambil tersenyum licik


"ruangan BK? yaudah deh tali selama dua hari aja gimana?" kata Dyra


"6 hari!" timpal Aeera


"kok ditambah sih?!" kata Keysa


"satu Minggu!" timpal Aeera lagi


"yaudah deh iya, iya." Dyra mengiyakan karena tidak ingin hukumannya ditambah lagi


tiba-tiba datang Nadya sambil membawa tempat makanan. "ada apa ini? kok pada rame gini"


"Nadya kamu dari mana aja?" tanya Alsafa


"em.. maaf aku habis dari taman" jawab Nadya


"ini ada apa?" tanya Nadya lagi


"ini mereka berdua udah sengaja jatuhin air ke rok Aeera sampai basah gini terus kita hukum deh mereka berdua jadi asisten kita selama satu Minggu" jawab Alsafa penuh semangat


mata Nadya membulat. "Aeera tapi kamu?"


"tenang ya, tadi aku buru-buru ke toilet" kata Aeera


"syukurlah"


"oke, sekarang kalian bawain estonia dengan kubis merah tambah nasi bawain lima bungkus buat kita" suruh Alsafa


"harus sekarang?" tanya Keysa


"yaudah kalau enggak mau, Aeera tambahin hukumannya jadi satu bulan!" ancam Defina


"eh... iya deh" mereka berdua pun memesan makanan untuk Devina, alsafa, aeera, Nadya dan juga Marcell