
"Bagaimana jika Nadya benar-benar menyukai Angga?" gumam Marcell yang masih menatap Nadya.
Ditempat lain Defina mendekatkan dirinya kepada Nadya untuk berbisik. "Nadya, kamu masih hearan gak sih sama sikap kak Amanda?" tanyanya
"Maksud kamu apa?"
"Ya, tiba-tiba aja dia ingat kita semua."
"Aku gak tau juga sih, tapi yang pasti aku percaya kalau kak Amanda sudah berubah," kata Nadya
Defina manggut-manggut. "Ya, kamu lihat tuh daritadi Angga ngeliatin kamu terus." kata Defina sambil menunjuk kearah angga
Nadya pun melihat kearah yang ditunjukkan oleh Defina, lalu senyumannya terpancarkan. "Ya, kamu lihat gak sih cara Angga ngelihat kamu?"
Nadya menggeleng, "Atau jangan-jangan bener kata Aeera kalau kamu sama angga itu..."
"Sstt.. Udah jangan ngomongin itu mulu, pasti sebenar lagi bakal ada pengumuman pemenang," kata Nadya mengalihkan topik pembicaraan
***
Angga masih melihat Nadya sambil tersenyum, Adit yang melihatnya lalu mengalihkan pandanganya kearah yang Angga lihat.
"Hmm... Pantes, bucin terus!" celetuk Adit sehingga membuat Angga, Dino dan juga Roni melihat kearahnya.
"Siapa yang bucin?" Tanya Dino
"Nih, siapa lagi kalau bukan Angga"
"Wih, temen gue akhirnya gak jomblo lagi, kira-kira sama siapa bucinnya?" tanya Roni
"Siapa lagi kalau bukan Nad..."
Belum sempat melanjutkan pembicaraannya, Angga langsung membungkam mulut Adit.
"Jangan bocor lo!" kata Angga sambil melotot
Adit seketika tersenyum kikuk. "Yaelah, Angga kasih tau kita dong masa cuman Afit yang tau gak seru ah," Kata Roni
"Gak, rahasia!" kata Angga
***
Dilautan Justine sedang berada di dalam kamarnya, dia sedang melamun.
"Raja Fakhri datang!" teriak seorang prajurit sehingga membuat lamunan Justine buyar.
Justine kini berdiri dan membungkuk memberi hormat kepada Ayahandanya. "Ayahanda? Ada apa kemari?" tanya Justine
"Justine, kau sedang memikirkan apa?" tanya Fakhri
"Ayahanda mempunyai rencana."
"Apa itu ayahanda?" tanya Justine sambil mengerutkan keningnya
"Bagaimana jika kau membawa Nadya kelautan ini"
"Membawa Nadya kelaut?"
"Ya, Dan kau akan menikah dengannya" kata Fakhri
Senyuman kini terukir di wajah Justine, "baiklah ayahanda, Besok aku akan ke daratan dan akan membawa Nadya kelautan," kata Justine
"Dan saat itulah aku akan menyerang Hanna!"
"Baiklah, jika begitu ayahanda akan kembali ke singgasana
"Baik ayahanda."
"Ingat Justine, kamu harus mendapatkan Nadya, karena ayahanda ingin Kau bersanding dengannya," kata Fakhri
"jika Ayahanda tidak ada, kamu juga yang akan mengantikannya." lanjutnya
***
Kini bu Tamy mengumpulkan para murid untuk duduk melingkar, "Jadi ibu bakal ngumumin siapa pemenang pentas seni dan juga jurit malam." kata bu Tamy
"kira-kira kelompok siapa ya yang bakal menang?"
"kalau menurut aku sih kelompok Defina, lihat aja waktu siang Dancenya."
"jadi, pemenang pentas seni adalah..."
"kelompok, Defina."
"tuhkan aku bilang pasti kalau masalah pentas seni bakal dimenangin sama kelompok Defina"
"dan jurit malam di menangkan oleh kelompok Aeera!" teriak pak Lucci sehingga membuat kelompok Aeera bersorak kegirangan.
"disini bapak pilih kelompok Aeera karena mereka semua datang tepat waktu dan dapat bisa memenangkan lima bendera sekaligus." kata pak Lucci
"Ayo kelompok Defina sama kelompok Aeera maju kedepan." kata bu Tamy
mereka pun maju kedepan dan mendapatkan penghargaan berupa mendali, Setelah menerimanya mereka semua kembali ke tempat masing-masing.
"Kenapa ya, meskipun yang menang Nadya tapi hati aku itu rasanya seneng banget bisa ngeliat Nadya tersenyum." gumam Angga dalam hati sambil tersenyum