Mermaid Love Story (S1&S2)

Mermaid Love Story (S1&S2)
Kembali Bertemu (End)



Satu tahun kemudian...


Kini Angga, Ji Hyun, Defina dan lain-lain sedang bermain ke pantai. Sudah menyelesaikan kuliahnya Defina sekarang menjadi seorang desainer bahkan ia memiliki toko butik sendiri.


Sedangkan Angga ia di paksa oleh ayahnya untuk menjadi CEO di perusahannya, awalnya ia menolak tapi karena asisten ayahnya juga membantu Angga mengajarkannya akhirnya dia bisa.


"Angga kemarilah kita bermain bola!" teriak Ji Hyun.


"Tidak kalian saja, aku sedang istirahat."


Ji Hyun menghela nafas. "Apakah lelah menjadi CEO, kelihatannya..." ucapnya lalu menendang bola.


Angga hanya melihat teman-temannya sambil duduk diatas pasir, sedangkan Defina ia menghampiri Angga lalu duduk disampingnya.


"Kenapa kau tidak ikut bermain bersama mereka?" tanya Defina.


"Tidak,"


"Kau tahu, aku sungguh merindukan Nadya aku harap setelah kejadian itu dia baik-baik saja."


Angga hanya terdiam mendengarkan Defina, lalu Jenny menghampiri mereka berdua dan mengajaknya untuk menaik perahu.


Awalnya Angga menolak tapi karena paksaan dari dua gadis itu akhirnya dia pasrah mengikuti kemauan mereka.


Udara yang sejuk dan aroma khas pantai menyeruak dihidung Angga, ia memejamkan matanya sebentar lalu kembali membukanya.


Angga menatap gelang yang selalu ia pakai. "Nadya aku merindukanmu," gumam Angga dalam hati.


"Tunggu, apakah itu orang yang tenggelam lihatlah kemari!" teriak Andra.


Angga menyipitkan matanya agar terlihat jelas dan benar saja ada kepala manusia.


"Dekatkan perahunya." titah Angga


Setelah perahu itu mendekatinya, semuanya sangat terkejut saat mendapati wajah orang itu sangat tidak asing.


Defina terdiam memandang wajah orang itu yang kini sedang memperhatikan mereka dengan senyuman manisnya.


Lalu muncul lah dua orang lagi sambil tersenyum memperhatikan mereka.


"Nadya?" gumam Angga.


Ya dia adalah Nadya, gadis itu kebetulan sedang berkeliling lautan dan mendengar suara Angga yang memanggilnya tadi.


Nadya, Alsafa dan juga Aeera berenang untuk lebih dekat dengan mereka.


"Nadya apakah kau baik-baik saja, apakah kau terluka bagaimana dengan istana mu? Lalu bagaimana dengan kak Amanda?" tanya Defina langsung sambil memegang tangan Nadya.


"Aku baik-baik saja, istana ku juga baik-baik saja hanya saja..."


"Kak Amanda tidak selamat karena serangan dari kekuatan raja ikan, benar yang dikatakan oleh buku itu jika ratu dari ratu dari para mermaid tidak akan selamat."


Defina menutup mulutnya menggunakan telak tangan, "Nadya ikutlah bersamaku, kembalilah kedaratan aku sungguh merindukan kalian." kata Defina


Nadya menggelengkan kepalanya, "Maaf tapi aku tidak bisa sekarang aku sangat dibutuhkan dilautan ini dan sekarang aku tidak bisa lagi merubah ekorku menjadi kaki manusia,"


"Nadya aku mengerti tapi tidak ada carakah untuk merubahnya lagi walaupun hanya beberapa menit tapi aku mohon..." ucap Laila sambil mengatupkan kedua tangannya.


"Tidak bisa..."


Nadya melirik kearah Angga yang sedang mengusap air matanya lalu tersenyum, "Angga maafkan aku dan sepertinya aku tidak bisa berlama-lama semoga saja kita bisa bertemu kembali dan maafkan aku yang tidak bisa menerima ajakan kalian."


"Nadya..."


Nadya tersenyum lalu pergi berenang menjauhi perahu dan disusuli oleh Alsafa dan juga Aeera.


Defina menangis melihat ketiga sahabatnya pergi meninggalkannya, Angga pun sama ia berusaha menahan tangisannya tetapi sungguh perasaannya sekarang sulit dijelaskan.


Setelah jauh dari perahu Nadya berhenti berenang dan menangis, Alsafa dan juga Aeera mengusap punggung Nadya agar gadis itu tenang.


"Aeera, Alsafa aku sangat merindukan mereka..." ucapnya sambil menangis memeluk kedua sahabatnya.


"Nadya sabar, tidak ada cara lain lagi."


"Benar, sekarang kuta tidak bisa melakukan apa-apa." kata Aeera


"Aku sangat merindukan daratan." isak Nadya


Alsafa dan Aeera ikut menangis, mau bagaimana lagi mereka sudah tidak bisa berbuat apa-apa lagi.


Amanda? Ya dia tidak bisa tertolongkan karena kekuatan yang diberikan oleh raja ikan.


Saat kejadian itu raja ikan mengeluarkan kekuatan yang tersimpan dikalung Nadya, niatnya yang ingin mengarahkannya kepada Nadya tetapi tidak kena karena Amanda melindunginya.


Kekuatan itu sangat berbahaya, bisa membuat lawannya cedera bahkan kesulitan bernafas. Dua hari Amanda diobati oleh para tabib istana tetapi mereka tidak bisa berbuat apa-apa dan akhirnya Amanda tidak bisa tertolong.


End....


Udah tamat iyaaa, sekian sampai sini saja ceritanya Angga dan Nadya maaf jika ceritanya kurang menarik dan banyak typo nya sekali lagi saya minta maaf.


terima kasih yang sudah menyempatkan untuk membaca, like dan vote saya sangat berterima kasih banyak kepada kaliann-!!♡


jangan lupa juga baca novel saya yang lainnya, tinggalin jejak kalian disana.


see you semuanyaa ♡♡