
Nadya menggiring Alsafa agar menajuhi tempat tadi, ia melihat sahabatnya yang sepertinya sudah lemas.
"Apakah kamu baik-baik saja?" tanya Nadya.
"Aku, kenapa energiku turus drastis kayak gini ya?"
"Al, lebih baik kita cari tempat yang aman aku akan menyalurkan sebagian energiku kepadamu."
"Baiklah."
Nadya dan juga Alsafa berjalan mencari tempat yang aman, yang tidak pernah dikunjungi manusia. Nadya dan Alsafa menemukan goa yang ada dipinggir pantai, Nadya memutuskan untuk kesana.
Alsafa duduk dibebetuan yang lumayan cukup besar. "Al, tutup mata kamu aku akan menyalurkan sebagian energiku..."
Alsafa menghela nafas panjang lalu ia menutup mata dan duduk dengan tegap, Nadya pun sama ia menutup matanya dan menghela nafas beberapa menit kemudian terlihat cahaya putih yang keluar dari telapak tangan Nadya dengan segera gadis itu mengarahkannya kepada Alsafa.
Alsafa menegeng saat merasakan hawa panas menjalar dipunggungnya, dengan sekuat tenaga Alsafa menahannya.
Dua menit kemudian Nadya menarik tangannya menjauh dari Alsafa dengan perlahan ia membuka matanya. "Bukalah matamu, aku sudah menyalurkan energiku." ucap Nadya
Alsafa membuka matanya lalu ia menoleh kearah Nadya dengan tanda tanya, Nadya duduk disamping Alsafa.
"Ya, sebenarnya siapa perempuan yang tadi bersamamu?" tanya Alsafa.
"Entah kenapa, saat aku ada didekatnya energi aku turun dengan sangat drastis." lanjutnya
"Em... dia Areum putri Mermaid dari kerajaan utara," jawab Nadya.
"Putri Mermaid dari kerajaan utara? bukankah kerajaan itu..."
"Ya, mereka sedang mengincar kalung yang sedang aku pakai ini"
"Nadya kita harus berhati-hati, mereka pasti tidak hanya mengincar kalung itu tapi bisa juga menghancurkan kerajaan barat."
Nadya mengangguk, "Andai saja Marcell masih hidup, mungkin kerajaan barat sekarang dalam keadaan aman," gumam Nadya dengan tatapan yang kosong.
Alsafa memperhatikan Nadya dari arah samping, ia tahu betul jika Nadya sedang memikirkan Marcell.
Dengan lembut Alsafa mengusap punggung Nadya, gadis itu memiringkan kepalanya bersandar dipundak Alsafa.
Ada kenyaman disana memang Nadya, Alsafa dan juga Aeera sudah bersahabat sejak kecil hingga besar membuat mereka bertiga bisa saling menjaga dan menghibur.
"Udah ya, Marcell udah tenang kalau kamu terus mikirin dia nanti yang ada Marcell jadi gak tenang disana" kata Alsafa mencoba menghibur.
Nadya mengusap air matanya ia mencoba untuk tersenyum, "Lalu apakah ada masalah dilautan sehingga kau datang kemari?"
Alsafa membulatkan matanya lalu menepuk keningnya ia sungguh lupa jika ada pesan yang akan disampaikan oleh Amanda.
"Astaga aku lupa, jadi gini kak Amanda meminta kamu dan Aeera untuk meminum air ini," Alsafa memberikan botol yang diberikan Amanda kepadanya.
"Air apa ini?" tanya Nadya.
Nadya mengambil botol itu lalu membolak balikannya, "Itu adalah air jika kau meminumnya maka kekuatanmu akan meningkat Nadya," ucap Justine yang tiba-tiba datang.
"Ju... Justine kenapa kamu ada disini?" tanya Nadya yang beranjak berdiri.
"Kamu harus meminumnya, aku juga pernah meminumnya saat belajar tentang keilmuan."
"Lalu, apakah kamu sudah meminumnya?" tanya Nadya kepada Alsafa.
"Aku tidak meminum itu tapi kak Amanda menyuruhku untuk memakan satu mutiara yang ada diperairan dalam,"
"Baiklah, terima kasih banyak Alsafa." ucap Nadya.
"Iya sama-sama kalau begitu aku harus kembali kelautan, kak Amanda pasti sedang membutuhkanku." kata Alsafa sambil menepuk pundak Nadya.
"Baiklah jika begitu, hati-hati."
Alsafa mengangguk lalu ia pergi meninggalkan Nadya dan juga Justine yang masih berada di goa. "Ayo Nadya lebih baik kita kembali hari sudah sore" kata Justine dan disetujui oleh Nadya.
Saat malam Nadya, Aeera dan juga Defina kini sudah berkumpul diruang keluarga, Aeera yang sedang meneguk minuman yang diberikan oleh Nadya.
"Iuww... Asin sekali!"
"Bodoh! itukan diambilnya dari lautan." kata Defina.
Aeera hanya tersenyum kikuk lalu ia kembali memberikan botol itu kepada Nadya. "Teman-teman, lebih baik kita jauhi Areum," kata Nadya.
"Areum? murid baru itu, emang kenapa?" tanya Defina sambil mengupas kacang dan langsung memakannya.
"Hanya saja Areum sama seperti aku dan Aeera"
Aeera membulatkan matanya ia menatap tajam Nadya, "Maksud kamu ya?"
"Areum seorang Mermaid dari kerajaan utara," kata Nadya.
"Kerajaan utara!" teriak Aeera seolah tidak percaya.
"Ya, aku tadi siang menguntitnya awalnya saat dikantin aku menemui tanda sisik berada dileher Areum."
"Ya, kita harus berhati-hati dia sedang mengincar kalung yang diberikan oleh ratu Hanna," kata Aeera.
"Yang pastinya juga kita harus menjaga kerajaan barat dari serangan kerajaan utara, kita tidak boleh gegabah mereka sangat kuat sekali seperti Fakhri dulu." kata Nadya
"Apakah kak Amanda sudah memasangkan pelindung disetiap sudut kerajaan barat?" tanya Aeera.
"Betul itu, apakah kak Amanda sudah memasangkan pelindung disetiap sudut kerajaan aku lihat difilm jika seorang ratu memasangkan perisai pelindung kerajaannya akan aman dari semua musuh." sahut Defina
"Aku tidak tahu, tapi yang pasti kerajaan barat pasti akan aman jika dibawah kendali kak Amanda."