Mermaid Love Story (S1&S2)

Mermaid Love Story (S1&S2)
12



"disini dulu aja, kan masih lama main kembang apinya" kata angga


Nadya yang sempat beranjak kemudian duduk di tempat semula ia mengalihkan pandangannya ke arah Angga ia melihat wajah Angga yang tampan yang sempat dulu ia rindukan sekarang sudah ada di depan matanya.


"eum... emang orangnya kayak gimana?" tanya Nadya


"aku juga gak tau, tapi yang aku inget-inget aku udah pingsan disini terus aku lupa semuanya" jawab angga


"maafin aku angga, sebenarnya aku ngelakuin semua ini juga buat kebaikan kamu "


***


"Cell di mana Nadya? aku juga gak liat Angga" tanya Alsafa


"jangan-jangan mereka berdua"


Marcell kudian berlari mencari Nadya dan Angga ia mencari kemana-mana dan akhirnya ketemu, Marcell melihat Nadya tersenyum kearah Angga ia merasa cemburu seharusnya senyum itu hanya untuknya bukan untuk orang lain.


"ehem..."


"Marcell, kamu di....."


"ya ayo sebentar lagi kita nyalain kembang api" pembicaraan Nadya terpotong karena Marcell langsung menarik lengan Nadya


Angga hanya menggelengkan kepala ia juga merasa sangat jengkel melihat Marcell menyentuh Nadya.


***


"aduh capek" gumam Nadya yang berbaring di atas kasur


"ia juga ya" kata defina meregangkan otot-ototnya


defina pun berbaring di samping Nadya. "eh ya kamu tau gak? tadi siang waktu aku ke toilet aku denger perbincangan kak Andra soal kamu loh"


"hah... gimana?" tanya Nadya penasaran


***


Defina izin kepada Nadya dan lainnya untuk ke toilet setelah itu Defina tidak sengaja melihat Andra dan temannya sedang berbincang-bincang soal Nadya karna penasaran ia pun menguping.


"lo tau gak sih murid baru yang namanya Nadya?" tanya Andra kepada zidan sahabatnya


"ouh itu emang kenapa? lo suka?"


"gak tau ya, waktu di kantin gue sering banget ngeliatin Nadya liat senyumnya itu buat gue deg-degan" kata Andra sambil membayangi senyum Nadya


***


"hah serius kamu def!" kata nadya setengah berteriak


"kalau kata aku ya, kalau kamu di tembak sama Andra gak boleh di terima dia itu orangnya licik banget suka ngebully orang" kata Defina


"hah di tembak? ya nanti aku mati dong" kata Nadya polos


"ya ampun Nadya kamu itu ya, maksud dari tembak itu nyatain cinta langsung" kata defina sambil merangkup pipi Nadya


"ouh gitu ya"


"besok libur, apa kita jalan-jalan ke pantai aja ya"


"jangan! nanti kak Amanda sama raja Fakhri nangkap aku gimana?"


"yaelah ya, buktinya tadi gak adakan" defina memberi waktu Nadya untuk menjawabnya "kita kesana ya pliss" lanjut Defina memohon


Nadya pun mengangguk. "yaudah deh tapi janji ya jangan jauh-jauh!"


***


"di mana Nadya?" tanya Fakhri


"aku tidak bisa membawanya karena di sekitar Nadya banyak sekali teman-temannya" jawab Amanda


"sial!!!" seru Fakhri


***


"yaampun bagaimana caranya aku bisa lepas dari penjara ini?"


"aku harus ngelakuin sesuatu untuk bisa lari dari istana mermaid"


Hanna tengah mencari ide untuk bisa keluar dari penjara ia sudah tak tahan lagi dengan keadaan seperti ini apalagi ia sangat mengkhawatirkan Nadya dan Amanda.


"Nadya, semoga aja kamu baik-baik aja di sana" kata Hanna lirih


***


"IBUNDA!!!" Nadya bermimpi buruk tentang istananya keningnya basaha karena keringat defina yang sedang tertidur lelap pun terbangun.


"Nadya kamu kenapa?"