Mermaid Love Story (S1&S2)

Mermaid Love Story (S1&S2)
Padahal Baru Kenal~



Andra menyuruh Aeera untuk duduk dikursi yang ada di taman. "Duduklah," seru Andra.


Aeera menuruti perintah Andra, "Nadya kamu itu kemana sih?"


Andra menatap Aeera yang sedang menundukan kepalanya. "Apakah kamu terluka? atau tadi Adena menyerang mu atau..."


"Aku gak apa-apa, makasih kak udah bantu aku." kata Aeera menatap kedua bola mata indah milik Andra dengan senyuman yang mengembang dibibirnya.


Andra mengangguk lalu mengacak-acak rambut Aeera. "Lalu dimana Nadya?" tanyanya.


Aeera mengangkat kedua pundaknya, "Entahlah padahal tadi kami berjalan berduaan." jawab Aeera.


Andra manggut-manggut, "Yasudah kalau begitu, aku akan mengantarkan kamu pulang ayo."


Andra mengantarkan Aeera pulang, disepanjang pejalanan pemuda itu selalu memegang erat tangan Aeera, membuat gadis itu merasa gugup.


Sedangkan disisi lain Nadya dan juga Ye Jun saling menatap satu sama lain dengan pemikiran yang sama.


"Kau."


"Kau."


Nadya menggigit bibir bawahnya untuk merasakan rasa gugup. "Kau saja yang duluan," seru Ye Jun sambil membuang muka.


"Kenapa kau tiba-tiba menarikku?!"


Ye Jun kembali menatap kedua bola mata Nadya, "Karena... aku butuh seseorang untuk menemaniku." katanya dengan intonasi suara yang rendah.


Nadya terkejut, ia juga baru sadar jika ada luka diwajah Ye Jun. "Kenapa dengan wajahmu?" tanya Nadya memberanikan diri untuk bertanya.


"Ah... ini biasa, tadi aku..."


"Kau berantem lagi sama Ji Hyun?" potong Nadya.


Ye Jun menganggukan kepalanya perlahan, "Aneh, kenapa kau dengan Ji Hyun tidak pernah akur selalu saja berantem, membuat kerusuhan di kampus?" oceh Nadya.


Gadis itu kemudian membuka resleting tasnya lalu mengambil kasa, "Duduklah." pinta Nadya


Ye Jun dengan senang hati menuruti apa kata Nadya, Nadya dengan perlahan mengobati luka-luka yang ada diwajah Ye Jun.


Beberapa menit kemudian Nadya sudah beres mengobati semua luka itu dan gadis itu menutupinya menggunakan hansaplast.


Terjadi keheningan diantara mereka, Ye Jun memberanikan diri untuk mengeluarkan suara. "Em... aneh sekali kenapa kita bisa langsung akrab seperti ini padahal kita baru kenal?" tanya Ye Jun.


"Entahlah, Astaga aku lupa!"


"Ada apa?"


"Aku meninggalkan sahabatku kalau begitu aku harus pulang sekarang." Nadya menggendong tasnya lagi lalu ia pergi meninggalkan Ye Jun.


Nadya berjalan cepat menelusuri jalanan uang sudah sepi dan gelap, bahkan tidak ada penerangan cahaya hanya ada beberapa saja.


Nadya menghentikan langkahnya saat merasa ada orang yang menghampirinya, ia menatap lurus kedepan untuk melihat siapa orang itu.


Ia tidak bisa melihat jelas tetapi ia yakin jika orang itu adalah laki-laki dan menggunakan hodie, Nafas Nadya sudah memburu saat orang itu semakin dekat melangkah menujunya.


"Lepaskan, jangan macam-macam ya!"


"Nadya ini aku." lirih orang itu


Nadya seperti tidak asing mendengar suara itu, "Ka... kamu siapa?" tanya Nadya gugup.


"Ini aku Angga."


Deg, Nadya terkejut ia mendongakan kepalanya keatas mencoba melihat kearah Angga walaupun ia tidak bisa melihatnya dengan jelas.


"Benarkah, A... apakah kamu sudah ingat aku?" tanya Nadya.


"Ya, aku sudah mengingatnya walaupun tidak semuanya. Kenapa ya? kenapa kamu malah menghilangkan semua ingatan aku tentang kamu, bagaimana jika aku tidak bisa mengingatnya lagi?"


"Ma... maaf." lirih Nadya bahkan satu buliran air mata lolos jatuh dari pelupuk matanya.


"Jangan minta maaf! kamu gak salah, aku cuman khawatir kalau kamu akan selalu mengejar aku disaat aku masih gak inget apa pun, aku takut kalau kamu malah terluka." katanya sambil mengelus rambut Nadya.


Nadya mengeratkan pelukannya dipinggang Angga. "Maaf." ucap Nadya lirih


Mereka berdua melepaskan pelukannya, "Baiklah, ayo ikut denganku."


Nadya mengangguk lalu meraih tangan Angga dan mengenggamnya erat sehingga membuat Angga tersenyum.


Dirumah kini Aeera dan juga Defina sedang berkumpul diruang keluarga, Defina yang sedang maskeran sedangkan Aeera yang sedang membaca buku.


"Hah... dimana Nadya, kenapa dia belum juga datang?" tanya Defina dengan hati-hati agar maskernya tidak retak.


Aeera menutup buku, "Entahlah aku tidak tahu."


"Tapi bukankah kamu sama Nadya tadi berdua untuk kembali kelautan?"


"Memang, tapi saat ingin kembali kerumah kita berdua gak sengaja bertemu dengan Adena di jalanan dan kita sepakat untuk menghampirinya, tapi saat aku sudah dekat dengan Adena dan berbicara dengannya aku melihat kebelakang dan sudah tidak ada Nadya disana."


Defina membulatkan kepalanya, "Tunggu aku mau cuci muka dulu!" dengan secepat kilat Defina menuju wastafel yang berada di dapur setelah itu ia kembali menghampiri Aeera.


"Bagaimana, kau berbicara apa dengan wanita yang sok baik itu?" tanya Defina.


"Aku hanya memperingati dia agar menjauhi Angga dan tidak merusak hubungan Nadya dan juga Angga, apakah kau tahu Adena hampir saja menamparku tapi beruntung kak Andra datang membantuku,"


"Lalu?"


"Apakah kau tahu ternyata Angga dan juga Adena belum mengatakan cinta satu sama lain." ucap Aeera


"Hah... benarkah tapi kata wanita itu,"


"Dia berbohong." potong Aeera sambil memasang wajah jijik.


"Aish... ternyata wanita itu, berani sekali membohongiku awas saja kau!"


"Sudahlah, jangan memperpanjang lagi asal kita sudah tahu kebenarannya." kata Aeera sambil menepuk pundak Defina.