Mermaid Love Story (S1&S2)

Mermaid Love Story (S1&S2)
Hilangnya kalung (Buku Ramalan)



Angga mencoba menenangkan Nadya yang masih tersulut emosi, pemuda itu menyuruh Nadya untuk duduk.


"Nadya, tenanglah." ucap Angga


Nadya menghela nafas, ia memajamkan matanya mencoba untuk mengontrol emosinya. "Aku, aku harus kembali kelautan" kata Nadya.


"Maksudmu?"


"Aku harus menanyakan kepada kak Amanda tentang raja ikan itu, Angga keadaan sekarang sangat genting aku harap kau juga harus berhati-hati, walaupun aku nanti tidak akan kembali kedaratan tapi... maafkan aku." ucap Nadya air matanya lolos menetes.


"Ayolah ya, kau berbicara seolah-olah ini adalah pertemuan terakhir kita,"


"Angga, lebih baik mulai hari ini kita saling menjauh aku takut jika raja ikan itu mengincarmu juga."


Angga tersenyum sambil menyeka air mata Nadya, "Kau tidak usah khawatir aku akan menjaga diriku baik-baik yang aku khawatirkan sekarang adalah kau,"


Nadya terdiam menatap dalam kedua bola mata Angga, "Ini demi keselamatanmu juga kejadian dulu akan kembali terulang, meskipun suatu hari nanti aku tidak bisa nenemuimu lagi tapi maafkan aku, aku tidak bisa berbuat apa-apa."


"Angga, pertemuan akan berakhir dengan perpisahan tapi... aku yakin jika akhirnya kita akan bertemu kembali, jangan takut dengan orang-orang yang menatapmu sekarang."


"Nadya sudah, jangan mengatakan itu aku tidak suka jika kau berbicara seperti itu."


Nadya menganggukan kepalanya sambil tersenyum, "Dan kita akan kembali seperti dulu lagi, tapi kali ini berbeda aku akan membiarkanmu untuk mengingatku."


***


Nadya keluar dari toilet dan berdiri didepan cermin menatap bayangannya disana. "Rasanya berat tapi... aku harus menyelamatkan kerajaanku."


Tiba-tiba saja Nadya merasakan panas dilehernya dengan segera ia melepaskan kalung itu dan menyimpannya di wastaffel, "Ada apa dengan kalung ini?"


Nadya memegang lehernya lalu ia mencuci tangan setelah itu pergi meninggalkan toilet tanpa membawa kalungnya.


Seorang gadis keluar dari kamar kecil dan menemukan kalung itu, dia memperhatikannya lalu tersenyum.


Dikelas Nadya duduk dikursinya, Aeera menghampirinya dengan wajah yang terlihat panik. "Nadya aku takut jika kejadian itu terulang kembali, aku tidak ingin ada korban jiwa lagi apalagi daratan tidak aku tidak ingin..."


"Aeera tenanglah, meskipun itu terjadi kita harus bersama-sama melawannya."


"Tapi tunggu Nadya, kalungmu? kenapa kau tidak memakainya?"


"Kalung?" Nadya nemeriksa lehernya dan benar saja kalungnya itu tidak ada.


Nadya segera mencarinya kembali ditoilet sekolah tetapi sama sekali tidak menemukannya. "Tadi aku merasakan panas dileherku, dan aku menyimpan kalung itu disini tetapi tidak ada." ucap Nadya


"Lebih baik kita cari dikelas."


Nadya dan Aeera kembali ke kelas, mereka berdua mencarinya disetiap penjuru tetapi sama sekali tidak menemukannya.


"Kalian sedang mencari apa?" tanya Jenny.


"Kalung, kalung yang dipakai oleh Nadya."


"Kalung?"


Angga terkejut mendengarnya ia memperhatikan Nadya dan Aeera yang masih mencarinya, pandangannya juga menyapu kesetiap penjuru kelas.


Nadya memperhatikan Areum yang sama sedang melihatnya. Laila dan Jenny ikut membantu untuk mencari kalung itu.


"Apakah kalung itu sangat penting bagimu?" tanya Laila.


Nadya menganggukan kepalanya, "I-itu pemberian bundaku, aku sudah berjanji tidak akan menghilangkannya."


Defina tiba-tiba saja masuk kedalam kelas sambil berteriak memanggil nama Nadya. "Nadya, lihatlah aku menemuka buku ini." kata Defina sambil berjalan menuju mejanya.


Nadya dan yang lainnya menghampiri Defina, "Kau menemukan apa?" tanya Ji Hyun.


"Entahlah, aku menemukannya diperpustakaan" Defina membuka buku dan disana terdapat gambar seorang wanita yang sudah tidak terlihat jelas karena memang buku itu sudah tetlihat usang.


"Wanita? tapi tunggu kaki wanita ini..."


"Ekor duyung?" potong Laila.


Nadya terkejut dan ia memperhatikan kembali gambar itu, setelah Defina membuka halaman terakhir dan membacanya.


"Daratan akan benar-benar tenggelam, dan ratu Mermaid akan kehilangan nyawa saat itu."


"Nadya." Angga beranjak dari kursinya lalu berlari untuk menyusul Nadya.


Ye Jun pun sama, sedangkan Areum ia tersenyum dan hal itu dilihat oleh Ji Hyun. "Kenapa kau tersenyum seperti itu?" tanyanya dengan ketus.


"Ini saatnya..." gumam Areum lalu ia berlari meninggalkan kelas.


"Ini saatnya? apa maksud dari gadis itu," kata Ji Hyun.


"Sudahlah, dia sungguh aneh."


Rhena yang dari tadi hanya terdiam memperhatikan kini rasa penasaannya semakin tinggi.


"Nadya? sebenarnya siapa dia kenapa dia sangat terkejut dengan isi cerita itu, lalu tanda yang ada dileher Nadya?"


Rhena beranjak dari kursinya dan berlari meninggalkan kelas, "Rhena kau pergi kemana?" teriak Jenny.


"Aku sungguh penasaran, ayo kita ikuti."


Jenny, Laila, Ji Hyun dan teman-temannya ikut untuk pergi meninggalkan kampus.


Sedangkan Andra dan Zidan yang melihat Nadya berlarian di lorong kelasnya dan diikuti oleh Aeera dan juga Defina mulai penasaran.


"Kenapa mereka berlari-lari?"


"Ya Andra, bagaimana jawabanmu?" tanya dosen karena melihat laki-laki itu melamun.


"Maaf pak, sepertinya aku tidak enak badan aku izin untuk ke uks, ayo Zidan antarkan aku." kata Andra sambil mengedipkan kedua matanya.


Dosen hanya menggelengkan kepalanya sambil menghela nafas.


"Nadya tunggu aku," teriak Aeera.


Nadya menghentikan langkahnya lalu ia menarik tangan Aeera dan kembali lanjut berlari.


Sesampainya di lautan, Nadya dan Aeera mereka berdua berada dibebatuan yang lumayan tinggi, Disana juga ada teman-teman kelasnya.


"Nadya sedang apa kau disitu?" teriak Ji Hyun.


"Nadya jangan bikang jika kau ingin lompat dari situ, kemarilah!" teriak Laila.


"Nadya, kita tidak bisa berubah jika ada mereka semua disini."


"Aeera, tidak ada pilihan lain lagi jika kita harus memberitahu mereka."


"Tapi..."


"Semuanya maafkan aku karena telah membohongi kalian, aku harus kembali ketempat asalku karena sangat genting, kecewa dan takut itu pasti yang akan kalian rasakan nanti jika sudah mengetahui hal yang sebenarnya, aku harap tiga hari kedepannya kalian pergilah kedataran tinggi bersama keluarga kalian."


"Nadya, apakah ini akan terulang kembali?" tanya Defina.


"Nadya, aku mohon jangan seperti ini lagi." teriak Angga.


Nadya tersenyum sambil mengusap air matanya, "Maafkan aku semuanya aku harap kalian semua tidak membenciku jika mengetahui aku adalah..."


Nadya dan Aeera mundur, teman-teman berteriak agar Nadya kembali.


kedua gadis itu membalikkan badan dan bebetapa detik kemudia loncat kepermukaan air.


Semuanya terkejut Ye Jun, Defina, Angga dan yang lainnya berlari dan melihat kebawah dan disana sudah tidak ada apa-apa hanya gelombang air laut saja yang mereka lihat.


"Lihat bukankah itu Areum?" tanya Zidan.


"Areum apa yang dia lakukan apakah dia juga sama akan melompat kelaut?" tanya Jenny.


Areum menatap mereka semua dan tersenyum, "Aku harap kalian tidak akan terkejut,"


Areum lompat dari atas ke permukaan laut, "Astaga, mereka semua kenapa?" tanya Andra.


"Aku akan turun kesana dan menolongi Nadya," ucap Kim So Un.


"Tidak, tidak kau tidak perlu melakukannya."


"Defina kenapa kau melarangnya? Nadya dan Aeera mungkin sekarang sedang pingsan ataupun terluka dibawah sana." kata Rhena