Mermaid Love Story (S1&S2)

Mermaid Love Story (S1&S2)
Menculik Nadya~



Andra menghampiri Zidan yang sedang duduk dikursi tepi danau, terlihat laki-laki itu sedang melempar batu kedanau.


"Lo kenapa?" Tanya Andra sambil menepuk pundak Zidan.


Laki-laki itu menggelengkan kepalanya. "Ayolah dan, gue tau kalau lo lagi badmood," kata Andra.


Zidan menghela nafas lali berkata. "Gue cuman kasihan aja sama Defina, apa gue akan bersikap seperti ini ke dia?"


"Yaelah kirain apa, yaenggak lah. Kita bakal liat nanti perubahan Defina, tadi gue juga liat waktu lo pergi gitu aja Defina kayaknya heran sama sad gitu." kata Andra


"Serius lo?"


"Emang gue bercanda?"


"Jadi kita lihat kedepannya bagaimana, apakah Defina bakal sedih karena sikap lo itu,"


"Semoga aja begitu." kata zidan sambil tersenyum penuh semangat.


***


Sorenya Nadya sudah sampai di kota A, saat turun dari bus ia menghirup udara segar. "Akhirnya kita sudah sampai." kata Nadya.


"Iya ya, Bagaimana kalai kita pulang jalan kaki aja biar bikin kejutan sama mamah kirana dan juga ratu Hanna?" usul Marcell


"Boleh juga." timpal Aeera dan Defina


"Yaudah ayo, kalau begitu kita jalan"


Mereka Berlima pun berjalan menuju rumahnya, sedangkan Amanda ia pamit untuk pergi duluan ke lautan agar Fakhri tidak curiga.


Diperjalanan mereka berlima selalu berbincang-bincang jangan lupa juga candaan yang mereka selipkan.


Sreakk...


Langkah Nadya terhenti saat mendengar suara semak-semak, sepontan matanya mengarah keasal suara itu.


"Siapa itu?"


Beberapa detik terdiam Nadya kembali melanjutkan jalannya menyusul Sahabatnya yang sudah jauh dari jangkauannya. Tetapi beberapa langkah Nadya dikejutkan dengan seseorang yang membekamnya dari belakang.


"Marcell!" teriak Nadya


Marcell dan lainnya kemudian melihat kearah Nadya yang sedang dibekam oleh seseorang yang asing, karena dia memakai masker sehingga Marcell tidak mengenalnya.


"Jangan mendekat, jika kalian tidak ingin Nadya terluka!" Ancam orang itu sehingga membuat Marcell menghentikan langkahnya.


"Tolong, siapa pun kamu lepaskan Nadya." kata Defina


"Tidak semudah itu!"


"Maksud kamu?" tanya Aeera heran dan juga di tambah panik.


"Serahkan diri mu, Kau Marcell, Alsafa dan juga ratu Hanna!"


"Tap..."


Belum sempat menyelesaikan ucapannya orang itu kini membawa Nadya entah pergi kemana. "Lebih baik kita laporkan ini kepada ratu Hanna,"


"Baiklah, cepat aku tidak ingin terjadi apa-apa sama Nadya." kata Aeera


Kemudian mereka berempat lari untuk menuju rumah.


***


Dilautan kini Nadya tengah di kunci di dalam kamarnya, ya ternyata yang menculiknya itu tak lain adalah Justine.


Nadya terduduk ditepi kasur sambil menatap kesembarangan arah, Pelupuk matanya pun basah karena ia menangis.


Nadya tersadar saat mendengar suara pintu kamarnya terbuka segera ia menghapus air matanya.


Justine kini duduk disamping Nadya sambil memperhatikan wajah gadis itu. "Apa yang kau lakukan disini?" tanya Nadya dingin


Justine memiringkan senyum. "Aku hanya ingin melihat keadaan mu saja," jawab Justine


"Justine, tolong biarkan aku pergi dari sini,"


"Tidak semudah itu, Apakah tau aku membawa mu kesini karena aku akan menikah dengan mu." Kata Justine


Deg... Jantung Nadya berdegup kencang, ia kemudian menatap Justine dengan begitu heran.


"Apa kata mu, aku akan menikah dengan mu?"


"Tentu saja."


"Aku tidak sudi menikah dengan mu!"


"Ingatlah jika kau ingin sahabat dan juga Ibunda mu baik-baik saja maka menikah lah denganku!"


"Dasar licik! Pergi kau dari sini!"


Justine memincingkan senyumnya lalu ia pergi dari kamar Nadya.


JANGAN LUPA LIKENYA...


DAN JANGAN LUPA JUGA FOLLOW IG KU @ngg. story