Mermaid Love Story (S1&S2)

Mermaid Love Story (S1&S2)
Rencana Jahat~



keesokan paginya Nadya sudah berangkat menggunakan sepeda milik defina, ketiga temannya heran tidak biasanya Nadya berangkat sekolah menggunakan sepeda.


Nadya menggoes sepedanya sambil menghirup aroma pagi hari sambil memejamkan matanya ia rasa begitu menyegarkan daun yang terlihat basah karena memang semalaman hujan terus turun, hingga tidak terasa Nadya menabrak seseorang


Brukk...


"Aww..." pekik seseorang


Nadya terkejut ia segera turun dari sepedanya dan membantu orang yang tidak sengaja ia tabrak itu


"maaf Tante, saya tidak sengaja." kata nadya membantu orang itu untuk berdiri


"iya, gak apa-apa" ucap orang itu


"lain kali kamu harus hati-hati ya" kata orang itu


"iya Tante, sekali lagi minta maaf, kalau begitu saya pamit" Nadya kemudian kembali naik ke sepedanya


orang itu tak lain adalah Evrita, ia melihat kearah Nadya yang perlahan-lahan hilang di pandangan matanya.


"oke, satu lalat akan masuk ke sarangnya" gumamnya sambil tersenyum licik setelah itu pergi meninggalkan tempat itu


***


Nadya sampai didepan rumah angga terlihat angga yang sedang menunggunya didepan gerbang


"Nadya kamu lama banget"


"maaf angga, tadi aku gak sengaja nabrak orang, tapi untungnya dia gak apa-apa" kata nadya memasang raut melasnya


"kamu nabrak orang? ya ampun ya, kamu gak apa-apa?" tanya angga cemas


Nadya menyernyit heran. "aku gak apa-apa, kamu harusnya khawatir sama orang yang aku tabrak bukan sama aku ya jelas aku gak apa-apa lah" kata nadya sambil mengerucutkan bibirnya


Angga tersenyum dengan tingkah Nadya yang menurutnya menggemaskan ia kumudian mengacak-acak puncak kepala Nadya


"ih... angga udah ah jadi berantakan" kata nadya sambil merapihkan kembali rambutnya


"yaudah yu kita berangkat sekarang" kata angga


Nadya mengiyakan, angga membonceng Nadya sampai kesekolah.


beberapa menit kemudian Nadya dan angga sampai disekolahnya banyak murid-murid yang masuk kedalam kelasnya dimulai dari kelas 7, 8 dan 9


Angga memarkirkan sepedanya, kemudian menggandeng Nadya. "Nadya?"


Nadya dan angga menoleh kearah suara itu berasal dan mereka mendapati Andra dan zidan


"kak Andra"


"Nadya, kamu ngapain sama angga?" tanya heran Andra ia melihat kearah tangan Nadya yang digenggam oleh angga, Nadya yang menyadarinya menjauhkan tangannya dari tangan angga


"enggak, kita kebetulan ketemu jadi kita bareng aja" kata nadya berbohong sambil menggaruk keningnya.


"ouh, yaudah kalau gitu kita bareng aja Nadya" kata zidan


"em... gak usah kak Andra kan kelas Delapan sedangkan aku kelas tujuh jadi kan jauh kelasnya, mending aku sama angga aja. ayo angga" kata nadya sambil menarik tangan angga


Andra yang melihatnya begitu penasaran. "apa hubungannya Nadya sama angga?" gumam Andra


"mungkin mereka pacaran, tapi dilihat dari sudut pandangnya mereka berdua cocok" kata zidan polos


Andra melirik tajam kearah zidan kemudian menjitak kepalanya sehingga membuat laki-laki itu meringis kesakitan


"udah ah, kita masuk ke kelas" kata Andra lalu berlalu begitu saja meninggalkan zidan


"dasar, bucin!" ledek zidan


Angga dan Nadya berjalan kearah kelas Nadya karena angga ingin mengantarkan terlebih dahulu Nadya tetapi saat sampai lorong kelas angga bertemu dengan Adit


"wih.. angga" ledek Adit ia melirik kearah Nadya lalu bergantian kearah angga


Nadya yang mendengarnya hanya tersenyum sambil menunduk. "em... angga aku duluan aja ke kelasnya" kata nadya


"sama aku anterin aja ya"


"gak usah" tolak Nadya


"yaudah, nanti kita ketemuan di taman ya" kaya angga


Nadya mengangguk setelah itu pergi menuju kelasnya.


***


sesampainya dikelas Nadya duduk di kursinya kebetulan disana sudah ada defina


"ya, kok kamu lama banget sih nyampenya?" kata defina


"maaf, hehehe"


"kita kekantin yuk beli minum" ajak defina


"maaf def, kamu aja deh yang kekantinnya sekalian aku nitip ya" kata nadya


"yaudah mana?"


Nadya mengeluarkan uang kemudian ia memberikannya kepada defina


defina pergi kekantin tanpa Nadya setelah membeli minuman ia kembali ke kelas tetapi di lorong perpustakaan defina tidak sengaja bertemu dengan zidan yang baru saja keluar dari perpustakaan.


"eh, defina kamu habis dari kantin ya?" tanya zidan sambil melihat ke dua botol yang dipegang oleh defina


"enggak habis dari toilet!" jawab defina ketus


"minggir mau lewat!"


"ada satu syaratnya"


"emang ini jalan nenek moyang lo harus pake syarat-syaratnya!" kata defina merasa kesal defina menabrak zidan yang berusaha menahannya


"yaelah galak amat sih!" gumam zidan yang melihat defina yang lama semakin menghilang dari pandangannya


defina duduk dikursinya dengan wajah yang sangat kesal Nadya yang melihatnya mencoba menegurnya


"def, kamu kenapa sih?" tanya Nadya


"gak apa-apa" jawab defina kemudian menyodorkan air mineral kearah Nadya


"beli air lama banget"


defina membuka penutup botolnya setelah terbuka lalu meminumnya dengan wajah yang masih terlihat kesal.


ditempat lain zidan terlihat melamun membayangkan defina, senyum defina dan yang lainnya


"Lo kenapa dan?" tanya Andra


"gue bingung banget gimana cara dapetin hatinya si defina?" kata zidan sambil menghela nafas


"lo suka sama defina?" heboh Andra yang sedang duduk di atas meja


"keliatannya gimana?"


"kalau usul gue sih Lo jauhin dulu defina buat dianya cemburu, dan gue yakin defina bakal kesel dan cemburu"


"benarkan?"


"iyalah, Lo harus buat dia cemburu" kata Andra mencoba meyakinkan


"oke, kalau itu saran bagus" zidan mulai semangat