
Setelah selesai menyembuhkan Defina, Amanda dan juga lainnya kembali ke istana untuk membicarakan tentang apa yang terjadi didaratan.
Tetapi saat memasuki istana ada dua orang prajurit yang tiba-tiba membungkukan badannya dan berbicara. "Maaf ratu, terjadi kekacauan di istana,"
"Kekacauan apa maksudmu?" tanya Amanda.
"Banyak sekali prajurit dan para Emban yang mati dengan tidak wajar." jawab prajurit
"Bagaimana bisa? lalu dimana mayat-mayat mereka?" tanya Nadya cemas.
"Sudah dikumpulkan kami mendirikan tempat untuk mengumpulkan mayat-mayat mereka."
Amanda, Aeera, Nadya, dan juga Alsafa kemudian mengikuti kedua prajurit itu. Tibalah ditempat semua yang ada disana membungkukan badannya memberi hormat.
"Apa yang terjadi?"
"Maaf ratu, banyak sekali para prajurit dan Emban mati dengan tidak wajar." ucap salah satu warga Mermaid.
"Bagaimana bisa semua ini terjadi? Apakah kalian melihat gerak gerik orang yang membuat kalian mencurigakan?" tanya Alsafa.
Semua hanya terdiam, "Kak aku tahu dalang dibalik semua ini." ucap Nadya dingin
"Tapi kakak jangan begitu percaya dulu dengan apa yang aku ucapkan, aku akan memastikannya."
"Ya, maksudmu dalang di balik semua ini..."
"Iya, tapi apa yang aku ucapkan jangan terlalu percaya terlebih dahulu." potong Nadya
"Kak, lebih baik urus semua para mayat ini aku ingin pergi kesuatu tempat."
"Kemana?"
Nadya tidak menjawab ia pergi begitu saja meninggalkan istana, Sedangkan Amanda ia membantu untuk mengurus mayat-mayat yang mati dengan begitu misterius.
Sesampainya Nadya di darat ia kemudian berjalan dengan sangat tergesa-gesa, Rumah yang sederhana kini ia berada disana Nadya kemudian mengetuk pintu.
Tak lama seseorang membuka pintu dan tersenyum saat mendapati Nadya disana. "Ya ada apa tumben kesini?" ucap Justine.
"Justine apakah kau sudah mengetahui berita perihal kematian misterius?" tanya Nadya.
"Apa maksudmu?"
"Benarkah? Nadya lalu apa yang akan kamu lakukan?"
"Entahlah, tapi yang pasti sekarang aku tidak akan tinggal diam. Jika begitu aku kembali pulang aku sarankan kau juga lihat kerajaanmu." kata Nadya lalu diangguki oleh Justine.
Setelah kepergian Nadya, Justine menyilangkan tangannya sambil tersenyum.
***
Keesokannya Nadya, Aeera memutuskan untuk tinggal dilaut terlebih dahulu. Keadaan Defina sudah mulai membaik.
"Kak, bagaimana keadaan sekarang?" tanya Nadya.
"Sudah mulai membaik, tapi para tabib kerajaan masih menyelidiki tentang kasus kematian ini."
"Semoga saja tabib menemukan petunjuk."
Amanda mengangguk, lalu seorang prajurit datang dan menundukan badannya memberi hormat kepada Nadya dan juga Amanda.
"Ratu, tabib sudah menemukan penyebab kematian para prajurit,"
"Syukurlah, suruh tabib itu kemari."
"Baik."
Beberapa menit kemudian tabib datang dengan membawa botol yang entah apa isi dalam botol itu.
"Bagaimana, apa penyebab kematian prajurit?" tanya Nadya.
"Saya menemukan serbuk-serbuk yang mencurigakan ratu, saat waktu autopsi serbuk-serbuk ini berada di saluran pernafasan, sehingga memicunyakematian, tapi saya pikir-pikir serbuk ini sangat berbahaya ratu akankah ada orang yang sengaja menaburkan serbuk ini diseluruh istana?"
"Entahlah, tapi siapa orang itu?"
"Tabib, biarkan aku melihatnya"
Nadya mengambil botol itu lalu ia melihatnya terlihat serbuk bewarna kuning disana. "Kak bisakan aku membawanya kedaratan, aku ingin membuat rencana."
Amanda menganggukan kepalanya menyetujui ucapan Nadya, ya gadis itu mempunyai rencana untuk memancing siapa yang telah menyebarkam serbuk itu.
Nadya dan juga Aeera kembali kedaratan dan memuju rumah Defina.