
"baik. Acara kemping hari ini resmi di buka, dan mulai sekarang sesuai kelompok dirikan tenda."
"Siap Bu."
Mereka pun mendirikan tenda sesuai kelompok, Nadya selalu memancarkan senyumnya karena memang baru kali inilah ia mengikuti kegiatan manusia yaitu kemping.
Jam menunjukkan pukul 14.00, kelompok Nadya dan juga Defina sudah selesai mendirikan tenda, Nadya dan juga Defina kini sedang duduk disamping tenda.
"Capek." Gumam Nadya
"Ya, liat kak Amanda, Keysa sama Dyra. Kita harus hati-hati siapa tau mereka jail lagi."
"Iya tenang aja."
"Em, ya aku takut deh kalau rencana kita gagal." Kata Defina
"Def, kamu gak usah takut. Kita jalani aja dulu rencana kita untuk membawa kak Amanda."
Defina mengangguk. "Tiara, Jesika nih minum air pasti lelah juga kan." Kata Defina sambil menyodorkan dua air mineral.
"Makasih Def." Kata Tiara
"Iya sama-sama."
***
Disisi lain Amanda juga sudah mendirikan tenda, ia memperhatikan adiknya Nadya sambil tersenyum licik.
"Awas saja kau Nadya, aku akan membawa mu ke lautan setelah itu dipenjara!" Gumam Amanda dalam hati
"Amanda, kenapa kamu ngeliatin Nadya terus?" Tanya Keysa
Amanda melirik kearah Keysa dan juga Dyra yang memperhatikannya. "E... enggak, kalian udah selesai kalau begitu kalian minum dulu."
Dyra dan juga Keysa mengambil air mineral yang ada di jangkauannya setelah itu meminumnya.
Keysa melihat kearah Zidan yang sedang berjalan kearahnya. "Astaga, ada Zidan."
Keysa lari menghampiri Zidan lalu merangkul tangannya. "Apaan sih, lepas!"
"Kamu mau kemana Zidan?" Tanya Keysa
"Bukan urusan Lo! Lepas!"
Seketika Keysa menjauhkan tangannya yang sempat tadi merangkul tangan Zidan.
"Minggir, mau lewat." Zidan kemudian pergi begitu saja meninggalkan Keysa yang sedari tadi memandanginya dengan bibir yang mengerucut.
Keysa berjalan dengan lemas menuju tendanya, Dyra dan juga Amanda yang melihatnya hanya tertawa sambil menggelengkan kepalanya.
"Keysa, Keysa kenapa? Ditinggalin?" Ejek Dyra
"Tau tuh, sikapnya tiba-tiba berubah kayak gitu. Kalau didepan Nadya sama temen-temennya dia baik."
"Makanya jangan mengharapkan orang yang tidak pernah mencintai kamu sama sekali." Kata Amanda
***
"Nadya, kalian sudah selesai?" Tanya Bu tamy yang tiba-tiba datang.
"Ouh sudah Bu." Jawab Nadya
"Kalau begitu kalian istirahat dulu dan makanan sudah siap jadi kalian sekarang boleh makan." Kata Bu tamy
"Boleh makan Bu?" Tanya Defina semangat karena sejak dari tadi ia begitu lapar
"Iya boleh, karena kegiatan selanjutnya pentas seni."
"Pentas seni? Berapa lama Bu?" Tanya Jesika
"Dari jam 15.30 sampai jam 16.30"
"Siap Bu."
Nadya, Defina, Tiara, dan juga Jesika berjalan bersamaan untuk mengambil makanan, setelah itu Nadya mencari tempat duduk dan ia melihat sahabatnya Alsafa dan juga Aeera sedang duduk di dekat tenda mereka.
"Eh, Def tuh Alsafa sama Aeera kita kesana yuk." Ajak Nadya
"Ayo, em... Jesika, Tiara kalian mau ikut Sama kita?"
"Boleh."
"Yaudah ayo."
Nadya dan juga yang lainnya berjalan menghampiri Alsafa dan juga Aeera dengan membawa makanan dan minuman dikedua tangannya.
"Hay guys" sapa Defina
"Defina, Nadya sini!"
Nadya, Defina, Jesika dan juga Tiara duduk dengan membentuk sebuah lingkaran.
"Tiara, Jesika kalian berdua sekelompok sama Nadya dan juga Defina?" Tanya Alsafa
"Iya, kita berdua sekelompok." Jawab Tiara
"Kalian semua tau gak? Kita gak sengaja denger obrolan pak Luci sama pak ziro katanya bakal ada kegiatan jurit malam, jurit malam itu apa?" Tanya Aeera sambil menatap kearah Nadya
Nadya Hanya menaikan kedua pundaknya lalu melirik kearah Defina. "Jurit malam itu
aktivitas yang dilakukan oleh para pramuka gunanya untuk melatih kepemimpinan, mengasah keberanian dan memecahkan masalah dalam waktu yang singkat dan juga kerja sama." Jawab Tiara
"Contohnya kayak gimana?" Tanya Alsafa
"Contohnya, jalan-jalan di malam hari tanpa bawa senter atau lilin." Jawab Jesika
"Hah, serius?"
Jesika menanggukan kepalanya. "Biasanya sih sendiri-sendiri tapi gak tau." Kata Jesika