
"Ada apa ini? Kenapa ada dia di sini?" tanya Zayyan dengan suara dingin menatap tajam ke arah Kenan.
"Zay, aku …"
"Keluar dulu, biar aku yang ngomong dengan Zayyan. Sekalian bawa anak kita untuk melakukan pemeriksaan terlebih dahulu," potong Rina lembut pada pacarnya.
Zayyan yang mendengarnya merasa sangat sesak. Dunianya seakan runtuh saat itu.
Anak kita?
Ha ha … betapa sangat menggelikan bagi Zayyan. Selama mengandung Zayyan lah yang menuruti semua keinginan Rina, dia yang begadang untuk memijat kaki Rina yang membengkak.
Dia yang bangun pagi-pagi menyiapkan sarapan untuk Rina.
Dia yang membuatkan susu hamil untuk Rina. Dia yang menemani Rina untuk melakukan pemeriksaan kandungan.
Sakit … itulah yang dirasakan oleh Zayyan. Tetapi, pria itu adalah tipikal pendiam, dia tidak pernah neko-neko, semua rasa sakit dan masalah ia pendam sendirian.
Kenan menggendong putri kecilnya lalu segera keluar dari sana.
Tersisa Rina dan Zayyan di dalam ruangan itu.
"Zay, mari bercerai!" ajak Rina serius membuat lutut Zayyan lemah.
Pria itu berpegangan pada dinding ruangan. Dia menatap langit-langit kamar rumah sakit, guna menahan air matanya agar tidak tumpah.
Cinta bertepuk sebelah tangan memang sangat menyakitkan. Selama setahun dia berjuang untuk mendapatkan hati Rina, tetapi tidak berhasil.
"Kenapa? Apa karena dia sudah kembali?" tanya Zayyan dengan suara serak menahan tangis.
Rina mencengkram erat selimut rumah sakit. Dia menatap Zayyan dengan sorot mata sendu.
"Aku cinta sama Kenan, Zay," lirih Rina sekali lagi membuat hati Zayyan terluka tak berdarah.
"Setelah apa yang dia lakukan padamu, kamu masih cinta sama dia? Dan setelah apa yang aku lakukan untukmu kamu tetap mencintai dia?" tanya Zayyan dengan suara penuh penekanan membuat Rina meneteskan air matanya.
"Dia pergi bukan tanpa alasan, Zay … dia .."
"Apa kamu tidak mencintaiku, Na?"
Zayyan bertanya serius menatap lekat wajah polos Rina tanpa riasan.
Gadis itu menggigit bibirnya, lalu menggelengkan kepalanya pelan.
"Tidak," balas Rina pelan membuat Zayyan tak mampu lagi menahan air matanya untuk tak jatuh.
Tes.
Dia menundukkan wajahnya. Tidak sanggup bertatap muka dengan Rina, karena takut amarahnya meledak nantinya.
"Ternyata benar, kalau orang lama tetaplah pemenangnya," gumam Zayyan putus asa terdengar oleh Rina.
"Kamu terlalu baik untukku, Zay," ungkap Rina membuat Zayyan tertawa getir.
"Alasan klasik, kalau tidak cinta ya tidak cinta, tidak usah beralasan ini itu. Kamu mau cerai, 'kan? Baik … Rina Amelia mulai detik ini aku talak dirimu dan tubuhku haram kau sentuh, aku Zayyan Lee mentalak tiga dirimu!" tegas pria itu dengan lantang.
Zayyan pria baik.
Zayyan pria hebat.
Pria itu rela mundur demi kebahagiaan wanita yang ia cintai. Tidak masalah dirinya hancur, asalkan orang yang dicintainya bahagia.
Zayyan … adalah badut untuk semua orang.
Dia seperti komika yang tertawa di atas panggung, lalu menangis di balik layar.
"Kamu tidak usah hadir di pengadilan agama saat sidang nanti, agar proses perceraian kita lebih cepat!" balas Zayyan tanpa menatap Rina lalu segera keluar dari ruangan meninggalkan gadis yang ia cintai.
Dunia tidak adil … mengapa orang baru selalu kalah dengan orang lama??
Padahal, Zayyan telah berjuang sebaik mungkin. Dia memprioritaskan Rina selama menikah. Pria itu memperlakukan Rina sebagai ratu di hati dan di hidupnya.
Namun, apa yang dia dapat?
Dia tidak mendapatkan feedback yang sesuai dengan apa yang ia berikan.
Flashback off.
*
*
Author mewek nulis bab ini. Pada dasarnya memang benar kata Zayyan.
Orang baru akan kalah dengan orang lama. 🥺🥺
Bersambung.
Jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah kakak 🥰😘
Salem Aneuk Nanggroe Aceh ❤️