
Jakarta.
Perang dingin masih saja berlangsung. Keduanya tak mau berbicara sepatah katapun, kecuali yang perlu saja. Mereka seolah menciptakan jarak agar bisa berpikiran jernih.
Sang supir yang ikut berada di dalam mobil hanya bisa terdiam. Seolah tahu kalau kedua majikannya sedang tak baik-baik saja. Tampak dari keduanya yang memilih membuang pandangan keluar jendela.
"Baru kali ini ada pasutri pulang bulan madu bukannya semakin manis, malah asem," gumam sang sopir dalam hati.
Saat sampai di gerbang rumah besar Raja Baskoro. Riska menyuruh pak supir berhenti.
"Berhenti, Pak. Saya turun di sini saja!" tegas Riska membuat Zayyan terhenyak. Dia segera menoleh ke arah sang istri melihat Riska dengan sorot mata bingung.
"Kenapa tidak ke dalam? Sekalian aku ingin bertemu dengan Ayah dan Bunda!" Zayyan melayangkan protesnya membuat Riska meliriknya sekilas.
"Mas, pulang saja! Aku lagi bad mood lihat wajah Mas. Jemput aku kalau Mas sudah kelar sama masa lalu, Mas!" tandas Riska lalu membuka pintu mobil.
Namun, dengan gerak cepat Zayyan menarik tangan istrinya membuat Riska kembali terduduk di kursi mobil.
"Aku sudah kelar dengan masa laluku sejak empat tahun yang lalu!" sarkas Zayyan dengan nada dingin membuat Riska geram.
"Menurut Mas sudah kelar, tapi menurut aku nggak! Mas masih dihantui oleh masa lalu, Mas!" tukas Riska keras kepala membuat Zayyan mengeraskan rahangnya.
"Capek ya ngomong sama anak kecil seperti kamu. Apa yang aku omongin nggak bisa kamu cerna dengan baik!" keluh Zayyan kesal membuat mata Riska berkaca-kaca.
Dia paling tidak suka dibilang anak kecil. Apalagi oleh suaminya sendiri, rasanya sangat sakit.
"Iya, aku emang anak kecil. Tapi, anak kecil ini sudah bisa buat anak kecil lagi. Emang Mas aja yang sudah tua!" sentak Riska marah lalu menghempaskan tangan Zayyan dan keluar dari mobil.
Dia berlari kencang masuk ke dalam pekarangan rumahnya. Zayyan terpaku mendengar ucapan istrinya.
Dia meraba-raba wajahnya sendiri. Kata 'Tua' yang ditujukan untuknya benar-benar mengganggu pikiran Zayyan. Pria itu tidak terima dibilang tua, lebih tepatnya harga dirinya merasa dihantam oleh Riska.
Terlebih lagi perbedaan usia dengan sang istri yang lumayan jauh.
"Pak Asep! Antar saya ke klinik kecantikan sekarang!" titah Zayyan tegas membuat pak Asep segera menancap gas menuju tempat tujuan.
Zayyan membuka ponselnya dan melihat wajahnya begitu tampan. Pria itu merasa sangat kesal karena baru kali ini ada orang yang memanggilnya tua.
"Sepertinya mata si Riska juling, deh. Tampan begini macam Taehyung BTS dibilang tua," gumam Zayyan pelan tak sadar kalau kameranya memakai filter.
*
*
Riska melangkah masuk ke dalam rumahnya. Jujur saja hatinya berdegup kencang, takut bila ditanya-tanya tentang pernikahannya.
"Adek! Kok, pulang?"
Raja bersuara membuat Riska langsung menghentikan langkahnya. Dia tertawa cengengesan lalu segera mendekati sang ayah. Riska mencium punggung tangan ayahnya dengan sopan.
"Adek rindu rumah, Yah. Mau tinggal di sini setahun boleh tidak?" pinta Riska membuat Raja nyaris tersedak ludah.
"Ya nggak boleh lah. Kamu udah punya suami! Tinggalnya bareng suami. Kecuali, suamimu belum mampu beli rumah baru boleh kalian tinggal di sini."
Raja berbicara dengan nada tegas, tetapi tak berkurang kasih sayang sedikitpun dalam nada bicaranya.
Mata Riska berkaca-kaca karena penolakan sang ayah.
"Ayah udah nggak sayang lagi sama adek!" Suara Riska serak basah menahan tangisnya.
Raja menghela nafas berat. Riska benar-benar sama dengan dirinya saat Laila tak memberi jatah.
"Kamu nggak sayang lagi sama aku!' kalimat itu mampu membuat Laila langsung luluh dan akhirnya Raja mendapatkan jatah.
"Sayang … tentu saja Ayah sayang sama anak gadis ayah ini! Ya sudah kamu boleh tinggal di sini, tapi suamimu juga harus tinggal di sini!"
"Tapi, adek mau tinggal di sini tanpa Mas Zayyan!" sergah Riska membuat Raja mencium aroma pertengkaran.
"Kalian berdua bertengkar?" tanya Raja dingin membuat Riska terhenyak.
Dia langsung menundukkan kepalanya tak berani menatap wajah sang ayah.
"A-anu, Yah .."
*
*
Mau up lagi, nggak? 🤭🤭❤️🌹
Kalau mau jawab mau!! Jangan lupa kopi nya.
Bersambung.
Jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah kakak 🥰🥰
Salem Aneuk Nanggroe Aceh