Mas Duda Rasa Perjaka

Mas Duda Rasa Perjaka
Mata Mu [David dan Nia]



Riska dan Zayyan mengerti. Rupanya Nia berasal dari desa, berangkat dari desa bersama bibi nya ke rumah calon majikan Nia.


"Terus kenapa kamu ketinggalan?" tanya Riska yang sudah akrab dengan Nia.


"Tadi, bude ajak aku ke mall buat beli baju yang bagus, karena baju ku jelek semua. Biar mata majikan ku nggak sakit kalau lihat aku nanti, gara-gara pake baju kucel."


"Aku orang desa mana pernah ke mall, jadi sekalinya ke mall aku seneng banget dan penasaran sama semua yang ada di mall. Singkat cerita aku dan Bude terpisah."


Nia menceritakan semuanya. Dia keluar dari mall yang lokasinya dekat dengan pantai. Saat berjalan kaki guna mencari Bude nya, Nia kebelet pipis.


Di sana lah dia bertemu dengan Riska. Sepasang suami istri itu mendengar cerita Nia dengan baik.


Mereka mengerti sekarang mengapa Nia tampak polos dan matanya sering berbinar saat melihat sesuatu yang tentunya tidak ada di desa.


"Mas, bantuin Nia," bisik Riska pelan membuat Zayyan tersenyum kecil.


Dirinya berhutang jasa pada Nia, karena gadis di hadapannya pelaku cabul itu tertangkap.


"Kalau gitu kamu ikut kami pulang saja. Besok saya akan suruh orang buat cari Bude kamu. Kamu punya foto atau alamat rumah bude kamu kan?" tanya Zayyan santai.


Mata Nia berbinar terang. Dia merasa sangat senang, karena Zayyan mau membantu nya.


"Ingat! Alamat rumah majikan Bude ada di jalan Sudirman blok B, nomor rumah 05!" jawab Nia dengan cepat membuat Zayyan nyaris tersedak.


Alamat tersebut adalah alamat rumah orang tuanya. Dia menelisik wajah Nia dengan teliti. Pantas saja dirinya seperti tidak asing dengan raut wajah Nia.


"Siapa nama bude kamu?" tanya Zayyan penasaran.


"Mariana," balas Nia.


Zayyan dan Riska menghela nafas lega. Karena bisa membantu Nia dengan mudah.


"Bude kamu itu Bibi saya … Bibi yang merawat saya dan kakak saya dari kecil," cerita Zayyan membuat Nia terkejut.


Zayyan menceritakan siapa dirinya pada Nia. Gadis itu bersyukur karena bisa bertemu dengan majikan bibinya.


*


*


Sang bibi menggigit bibirnya. Wanita tua itu panik karena keponakannya menghilang. Dia menyesal melepas tangan Nia saat di mall tadi.


Suara derap langkah terdengar membuat sang bibi langsung berbalik ke belakang. Ternyata David sudah pulang kerja, pria itu ingin bertemu dengan keponakan nya.


"Di mana dia, Bi?" tanya David datar celingukan mencari gadis desa itu.


Sang bibi berubah gugup. Dia mendongak menatap wajah David lekat.


"A-nu, Den … keponakan Bibi hilang di mall. Sudah bibi cari sama Mang Udin tapi belum juga ketemu. Mau lapor polisi hilang nya belum 1x24 jam, Den. Jadi nggak bisa!" jelas sang bibi serius dengan raut wajah panik.


David menaikkan alisnya. Dirinya merasa heran, bagaimana bisa gadis desa itu hilang.


"Dia kan sudah dewasa, Bi. Kenapa bisa hilang?" tanya David heran.


"Keponakan bibi yang satu ini terlalu polos dan penasaran sama sesuatu yang belum dia lihat, Den. Salah Bibi karena bawa dia ke Mall."


Tak habis pikir dengan sikap gadis desa itu.


"Kalau dia sendiri tidak bisa menjaga diri sendiri, gimana dia bisa menjaga Arsyila, Bi. Bingung saya jadinya … lebih baik saya cari orang lain saja buat jadi pengasuh Arsyila," balas David datar membuat sang bibi terdiam.


Di tengah suasana canggung. Terdengar derap langkah kaki orang-orang ke arah mereka.


"Assalamualaikum."


"Wa'alaikumussalam." David segera berbalik ke belakang dan melihat siapa yang datang.


"Tumben kamu ke sini … ada apa?" tanya David heran melihat adik bungsunya.


"Aku mau antar calon pengasuh Arsyila," balas Zayyan membuat David dan Mariana terkejut.


"Pengasuh?"


"Iya … masuk, Nia!" panggil Zayyan membuat seorang gadis cantik melangkah masuk ke dalam.


"Assalamualaikum," sapa nya malu-malu.


David mengalihkan atensinya ke arah si pemilik suara merdu itu.


Degg.


Gleg gleg gleg.


David menelan ludahnya berulang kali ketika melihat seorang gadis cantik bermata bening menatap dirinya polos.


Jiwa buaya nya langsung keluar begitu saja.


"Matamu!" seru David membuat Nia langsung meraba matanya.


"Ada apa dengan mata saya?" tanya Jia polos.


"Ada masa depan kita di sana," ujar David spontan membuat Zayyan tergelak.


*


*


Wkwkwkwk 🤣🤣🤣🤣 si David emang buaya darat. Mana jadi duda 8 tahun lagi.


Eh guys jangan lupa vote hari Senin yah 💋🌹. Novel David bakal rilis hari ini atau besok 😘.


Bersambung.


Jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah kakak 🥰🥰


Salem Aneuk Nanggroe Aceh ❤️


Rekomendasi author yang bagus banget. Bisa baca sambil nungguin author up.