Mas Duda Rasa Perjaka

Mas Duda Rasa Perjaka
Kamera Tersembunyi



"Kamera tersembunyi di dalam kamar mandi? Astaghfirullah … tapi, saya tidak melihat ada kamera ini tadi, Mbak," balas Riska panik.


"Iya Mbak. Memang tidak kelihatan karena kameranya kecil dan dipasang dalam kotak tisu toilet." Wanita itu menunjukkan bolongan kecil pada kotak tisu toilet yang terpajang di dinding.


Melihat dari posisinya mereka bisa menebak pasti area pribadi para wanita dapat dilihat oleh si pelaku yang memasang kamera tersembunyi.


Riska meneteskan air matanya. Dia memeluk erat tubuh suaminya. Jiwanya terguncang, rasa malu menyelimuti di dalam hatinya.


"Mas … hiks."


Zayyan mengepalkan tangannya erat. Wajahnya merah padam, rahangnya mengeras dengan sempurna.


Dadanya bergemuruh hebat, amarah dalam hati sedang berkobar-kobar dengan sempurna.


"Lebih baik kita lapor pada pihak yang bersangkutan. Saya juga sudah memfoto letak kamera ini sebelum saya copot!"


Zayyan menganggukkan kepalanya samar. Dia mengecup kening istrinya berusaha menenangkan Riska yang terkejut.


"Sutt … jangan takut sayang. Ada aku di sini yang bakalan melindungi kamu!"


Riska merasa sedikit tenang setelah mendengar ucapan sang suami.


Mereka segera keluar dari kamar mandi. Zayyan menggenggam erat tangan istrinya diikuti oleh wanita asing tadi.


Saat mereka keluar, seorang wanita bercadar masuk ke dalam kamar mandi. Zayyan sempat melirik gaya wanita itu berjalan.


Wanita itu tidak menoleh ke arah Zayyan. Dia segera masuk ke dalam kamar mandi.


*


*


"Nah, begini baru betul posisinya " gumamnya pelan. Dia memperbaiki posisi kamera tersembunyi yang berada di kamar mandi yang pertama, karena saat wanita yang sedang mandi dan pipis tidak terlihat dengan jelas. Tak tahu dia kalah kamera tersembunyi yang berada di kamar mandi ketiga dan keempat sudah tidak ada.


"Jadi, kamu pelakunya," ujar Zayyan dengan nada dingin berdiri di depan pintu kamar mandi.


Degg.


Satu hal yang dilupakan oleh wanita bercadar itu adalah lupa mengunci pintu kamar mandi, karena saking buru-buru nya.


Flashback on


Zayyan melihat sosok wanita berkerudung hitam dan bercadar berjalan ke arah kamar mandi. Dari gaya berjalan, punggung badan dan mata, dapat dilihat kalau itu adalah laki-laki.


"Kalian tunggu di sini dulu," titah Zayyan datar.


"Mas mau ke mana?" tanya Riska takut-takut.


"Ada hal yang harus aku urus, Sayang. Kamu tunggu di sini dulu ya," suruh Zayyan lembut.


Setelahnya Zayyan segera masuk ke dalam kamar mandi, dia berjalan dengan pelan agar tak menimbulkan suara. Seperti tebakannya kalau pelakunya adalah orang yang dia lihat tadi.


Flashback off.


Tubuh pelaku tersebut menegang. Dia segera mendorong Zayyan dari sana. Dari tenaganya saja sudah menunjukkan kalau dia adalah laki-laki.


Bugh.


"Jangan kabur, woi!" teriak Zayyan murka.


Dia segera menarik kerudung orang itu hingga terlepas. Ternyata benar kalau dia adalah laki-laki.


"Awas brengsek?!" Pria itu mendorong Zayyan, namun Zayyan tak semudah itu untuk dijatuhkan.


Dia segera menendang punggung belakang pria itu hingga dia terdorong ke depan dan terjatuh ke lantai.


Zayyan yang sangat murka dengan perilaku tak terpuji pria bajingan ini. Bisa-bisanya memasang kamera tersembunyi di kamar mandi wanita. Di mana otak pria itu? Pikir Zayyan.


"Bajingan kau ya?! Sialan … dasar cabul … mati saja kau sana?!" umpat Zayyan terus menghajar pria itu.


Riska dan wanita asing tadi mendengar keributan dari dalam kamar mandi. Mereka masuk ke dalam dan terkejut melihat Zayyan menghajar seorang pria berpakaian gamis.


"Loh? Kok ada dua lanang di sini?" tanya mereka berdua terkejut.


*


*


Tenang aja kuyy … konflik ringan yah 😎😎


Bersambung.


Jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah kakak 🥰🥰


Salem Aneuk Nanggroe Aceh ❤️🥰