Mas Duda Rasa Perjaka

Mas Duda Rasa Perjaka
Zayyan Cemburu



Wajah Riska dan Zayyan sumringah. Mereka berdua baru saja menghabiskan pergulatan panas di ruang kerja Zayyan. Rambut keduanya masih basah, sebelum makan malam. Keduanya saling memakan satu sama lain.


Melakukan hoho hihi pada malam hari memang olahraga terbaik. Beban yang ada dipikiran Zayyan selama seminggu ini telah menguap begitu saja saat laharnya menyembur ke dalam rahim Riska.


"Kamu bisa jalan?" tanya Zayyan khawatir sekaligus bangga, karena membuat Riska jalan sempoyongan. Cara jalannya persis seperti laki-laki yang baru di sunat.


Ha ha … Zayyan bangga akan prestasinya itu.


Bibir Riska maju dua sentimeter saat mendengar pertanyaan suaminya. Dia sangat kesal, karena Zayyan membuat bagian intinya terasa sangat perih.


"Bisa … tapi sedikit perih. Kamu sih, Mas … udah aku suruh stop, tapi, kamu malah lanjut lagi! Gini kan jadinya, aku jalan ngangkang. Kayak bocah habis sunatan," celetuk Riska kesal membuat tawa Zayyan lepas.


Pria itu senang melihat istrinya bisa kesal lagi. Dia segera merangkul leher istrinya. Lalu ia cium pipi chubby sang istri.


Muah.


"Habis kamu enak sih. Bikin aku candu," balas Zayyan blak-blakan membuat Riska malu.


Keduanya berjalan masuk ke area ruang makan. Zayyan menarik kursi untuk sang istri. Indera penciuman nya mencium aroma kuah gulai kambing yang sangat nikmat.


"Eumm … harum banget, Sayang. Ini semua kamu yang masak?" tanya Zayyan semangat membuat Riska menganggukkan kepalanya cepat.


Dia merasa bangga dengan prestasinya yang sangat pintar memasak.


"Waw … pinternya istriku ini," puji Zayyan tulus.


Riska ingin menghidangkan makanan untuk suaminya. Namun, Zayyan melarang.


"Biar aku saja," imbuh Zayyan.


Pria itu menyendokkan nasi untuk Riska. Gadis itu tersenyum kecil melihat nasi dalam piring sesuai dengan porsinya.


Ternyata benar kalau Zayyan pendiam tetapi, dia perhatian pada hal sekecil apapun.


"Nah, selamat makan," tambah Zayyan .


"Selamat malam."


Keduanya menyantap makan malam dengan penuh khidmat. Rasa kuah gulai kambing hasil buatan tangan Riska memang sangat nikmat.


Kehidupan mereka berdua kembali harmonis dan romantis. Riska tak bisa berlama-lama marah pada suami tercintanya.


Begitupun dengan Zayyan yang tak mau egois dengan dirinya sendiri.


*


*


Suasana di dalam galeri tampak ramai. Banyak turis atau penduduk lokal yang sengaja datang ke sana untuk melihat lukisan tangan pelukis terkenal di mancanegara. Lukisannya sangatlah indah dan tampak asli.


Para pecinta seni dapat mengambil makna dari setiap lukisan yang dibuat oleh pelukis muda hebat asal Malang itu.


Ulul Azmi – pemuda berumur 27 tahun asal Malang adalah pelukis terkenal pemilik galeri tersebut.


"Waw … indahnya," gumam gadis cantik bergaun hijau lumut. Dia terpana melihat banyak lukisan indah di sana.


Sang suami yang senantiasa menggandeng tangan Riska ikut terpana.


"Aku baru tahu kalau kamu suka seni," ujar Zayyan pada sang istri tanpa menoleh. Dia sibuk melihat lukisan bunga kertas, tetapi, dibuat mirip dengan wajah seorang gadis yang tak asing menurutnya.


Syarat yang diinginkan oleh Riska adalah pergi ke Galeri yang ada di Malang. Tentu saja Zayyan dengan mudah mengabulkan permintaan istrinya.


"Riska," panggil seseorang membuat Riska dan Zayyan ikut menoleh ke kanan.


"Ulul!" seru Riska bahagia menarik tangannya dari genggaman tangan Zayyan lalu berlari ke arah pria itu.


Degg.


Zayyan melihat telapak tangannya yang terasa hampa dan kosong. Sang pria melihat istrinya begitu semangat bertemu dengan pria bernama Ulul itu.


Rahang Zayyan mengeras saat melihat sorot mata pria itu menatap Riska dengan penuh damba dan kehangatan.


"Rasanya aku ingin mencongkel matanya," gumam Zayyan pelan dalam hati penuh rasa cemburu.


*


*


Wkwkwkwk 🤣🤣 Zayyan mode cemburu.


Yukk bantu tembus komentar 100 😘🙏 biar author semangat up.


Jangan lupa vote, like, komentar dan gift nya 🌹❤️


Bersambung.


Jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah kakak 🥰😘


Salem Aneuk Nanggroe Aceh ❤️🙏