Mas Duda Rasa Perjaka

Mas Duda Rasa Perjaka
Surga Di Mana Sih, Papa?



Riska mendekati Syila yang sedang bermain perosotan. Tampaknya harus kecil itu sangat bahagia, wajahnya ceria dan senyumannya secerah mentari pagi.


"Halo, Syila Cantik. Apa boleh Tante ikut main?" tanya Riska lembut membuat Syila menoleh ke arahnya.


Gadis kecil itu tersenyum manis dan menganggukkan kepalanya cepat.


"Boleh, Tante … tapi, kenapa Tante tahu nama Syila?" tanya gadis kecil itu polos.


Riska menggaruk pipinya yang tak tahan. Jelas saja dia tahu nama Syila, karena gadis itu mengganti sebutan aku menjadi Syila.


"Dari Mamanya Syila," balas Riska asal.


Syila menusuk pipinya seperti sedang berpikir keras.


"Tante temannya, Mama?" tanya Syila lagi, gadis itu masih kecil dan ingin tahu banyak hal tentang orang dewasa.


"Bukan, Tante istrinya Papa kamu," jawab Riska hati-hati membuat Syila semakin kebingungan.


Dia terdiam sejenak, hingga wajahnya kembali cerah.


"Berarti Syila punya dua mama dan dua papa, dong. Yeyy … Syila seneng banget!"


Tanpa bisa Riska tebak, gadis kecil itu malah bahagia mengetahui Riska adalah istri Zayyan. Hatinya benar-benar masih lugu dan suci.


Riska bernafas lega, tidak ada drama antara dirinya dan Syila. Mereka berdua bermain bersama, tawa Syila menggelegar. Gadis kecil itu sangat mudah akrab dengan Riska.


Begitupun Riska yang tidak kewalahan bermain dengan Syila, karena gadis itu tidak nakal.


Saat sedang asik bermain, Rina mendatangi mereka berdua.


"Kesayangan, Mama …"


Rina mendekati mereka berdua. Riska tersenyum canggung saat beradu pandang dengan Rina yang tersenyum ramah padanya.


"Hai, Riska … saya titip anak saya sama kalian sebentar ya. Karena sebentar lagi saya mau ketemuan sama gurunya Syila. Tidak apa-apa, 'kan?" tanya Rina meminta pendapat darinya.


Riska menganggukkan kepalanya. Dia tidak mempermasalahkan hal tersebut, karena Rina tidak ikut dengan mereka.


"Boleh, Mbak."


Rina mengusap pundak Riska dengan lembut.


"Gadis baik, serasi dengan Zayyan. Semoga kalian bahagia dan cepat dapat momongan," ujar Rina lemah lembut membuat Riska tersenyum malu.


*


*


Riska membelai punggung Syila dengan lembut. Anak kecil itu terlelap di atas pangkuan Riska, saat ini mereka sedang dalam perjalanan menuju makam Kevin. Zayyan menceritakan semua yang dibicarakannya dengan Rina tadi, agar tidak ada rahasia di antara mereka.


"Kasihan banget ya, Mas … terus orang tua Mas Kevin gimana?" tanya Riska penasaran.


"Orang tua Kevin udah meninggal waktu kamu SMA karena kecelakaan beruntun. Kevin yatim piatu dan dia anak tunggal, jadi hidup sebatang kara. Untungnya orang tua Kevin kaya, jadi kehidupan Kevin terjamin," jelas Zayyan seraya fokus menyetir.


"Orang tua Mbak Riska gimana? Kenapa Syila dititipkan pada kita. Aku tidak keberatan menjaga Syila karena dia anak baik. Cuma penasaran saja sama keluarga Mbak Rina."


Zayyan tersenyum kecil. Dia paham maksud Riska.


Riska sangat terkejut mendengarnya. Dia tidak menyangka ada orang tua yang jahat seperti itu. Menganggap anaknya aib.


"Kenapa mereka jahat sekali? Tega menelantarkan anak mereka hanya gara-gara anaknya hamil di luar nikah." Riska bertanya dengan nada kesal.


"Sayang, tingkat kelapangan hati manusia itu beda-beda. Mungkin bagi kita itu adalah masalah biasa, bagi orang lain itu masalah luar biasa."


Pipi Riska bersemu merah saat Zayyan memanggilnya sayang. Andai tidak ada Syila, pasti dia sudah menerkam Zayyan saat itu juga.


*


*


Zayyan meneteskan air matanya saat berhadapan dengan gundukan tanah kuburan Kevin. Dia merasa sangat bersalah, karena dulu pergi begitu saja tanpa mau mendengar penjelasan Kevin dan Rina. Dia merasa paling tersakiti, padahal Kevin sedang sakit parah kala itu.


Begitupun Rina yang ingin menghabiskan waktunya bersama Kevin, menemani sang pujaan hati di sisa hidupnya.


"Maafkan aku, Vin. Andai waktu itu aku bersikap lebih dewasa dan hatiku lebih lapang, pasti aku bisa menemanimu di sisa hidupmu," batin Zayyan sedih.


Berbeda dengan Syila yang tersenyum manis. Dia menepuk lembut tanah kuburan sang ayah.


"Assalamualaikum, Daddy … Syila datang lagi, kali ini Syila bawa Papa Zayyan dan Mama Riska. Syila seneng banget karena punya dua papa dan dua mama … hihihi."


"Daddy, kapan pulang dari surga? Syila udah rindu banget sama Daddy … pengen peluk Daddy dan pengen pamer Daddy sama teman-teman Syila yang suka ejek Syila karena nggak punya Papa!"


Gadis kecil itu terus berceloteh dengan segala kepolosan nya. Dada Riska dan Zayyan terasa sangat sesak mendengar celotehan Syila.


Tampaknya gadis kecil itu tidak paham kalau ayahnya telah pergi untuk selama-lamanya.


Syila mendongak melihat wajah tampan Zayyan.


"Papa, surga itu di mana sih? Kenapa Daddy betah banget di sana?" tanya Syila polos membuat Zayyan tak sanggup lagi menahan kesedihannya.


Dia segera memeluk salah satu kakinya dan memeluk erat tubuh Syila. Begitupun dengan Riska yang ikut menangis.


"Suatu saat nanti … kita semua pasti akan ke surga juga. Tapi, bukan sekarang. Butuh waktu lama untuk ke sana! Syila yang kuat yah … jangan sedih lagi, karena Daddy Kevin sudah suruh Papa buat jagain Syila!" balas Zayyan dengan suara serak.


Suasana di kuburan tampak mendung. Mereka menumpahkan segala tangis rindu di sana.


*


*


Guys, karakter Rina di sini cuma figuran yah dan dia figuran protagonis ❤️🌹💋 dalam artian dia baik. Nggak jahat …


Mau up lagi nggak?? Hayukk vote Mingguan nya ❤️🌹


...Banyak yang berspekulasi di kolom komentar. Tidak ada yang benar satu pun hihi … yukk tebak alur nya, kalau bener author kasih pulsa 15k besoknya, dengan syarat follow author dan ig author Balqis7850....


Bersambung.


Jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah kakak.


Salem Aneuk Nanggroe Aceh ❤️🙏