
Zayyan dan Riska duduk di kursi besi panjang taman belakang. Sedangkan Mark, David dan Risky duduk di kursi yang jauh dari mereka.
Tampak kedua calon pengantin itu gugup. Mereka berdua tidak tahu harus berbicara apa, karena terlalu malu dan gugup.
Ekhm … uhuk uhuk.
Riska berdehem dan pura-pura batuk guna membunuh keheningan. Sudah lima menit mereka duduk bersama, namun Zayyan tak memulai berbicara.
Pria tampan itu langsung menoleh ke arah Riska. Sorot matanya tampak khawatir.
"Kamu batuk? Sudah minum obat?" tanya Zayyan polos tak peka sama sekali sontak membuat Riska batuk betulan.
Uhuk uhuk.
Sontak pria itu langsung berdiri ingin beranjak dari sana untuk melapor pada ibunya kalau Riska sakit.
"Haduh, kamu beneran batuk. Tunggu di sini, ya. Biar aku minta kunci mobil biar bisa beli obat untuk kamu!" ujar Zayyan khawatir.
Segera Riska mencekal tangan pria itu membuat Zayyan tanpa sadar.
"Aku baik-baik saja. Jangan pergi, di sini saja!" larang Riska seraya mencekal tangan Zayyan.
Deg deg deg serrr.
Jantung Zayyan berdegup kencang seperti atlet maraton yang sedang berlari kencang mengejar lawannya.
Di seberang sana, ada duda sad boy (David) duda pebinor (Mark) dan jomblo fisabilillah (Risky) melihat pemandangan menggelikan itu.
"Cuit cuit." David bersiul keras menggoda Riska dan Zayyan.
"Kalau ku pandang anak jaman sekarang pacaran." Mark mulai bernyanyi.
"Cuit cuit ~," – David dan Risky bersiul menggantikan musik.
"Awalnya memang cuma berpegangan tangan~," nyanyian Mark sengaja menyindir Riska dan Zayyan yang berpegangan tangan.
"Dikit-dikit mulai berani ciuman~," lirik Mark mampu membuat Riska dan Zayyan salah tingkah.
Segera saja Riska menarik tangannya kembali.
"Maaf," cicit Riska salah tingkah membuat Zayyan ikutan salting brutal.
"Ciuman ~," sahur Risky dan David serempak.
"Setelah itu mulai pelukan, mulai ciuman, panggilannya sayang!" Risky dan David ikut bernyanyi.
"Asekk~!" teriak Mark kencang membuat kesabaran Zayyan habis.
Segera pria itu melepas sepatunya lalu melempar ke arah Mark, segera pria itu menyingkir membuat sepatu itu meluncur ke arah David.
Bagaikan slow motion, David menunduk membuat lemparan sepatu itu mengenai Risky yang tak sempat mengelak.
Bugh.
Sepatu Zayyan tepat mengenai hidung mancung Risky membuat mata pria tampak itu juling dan hidungnya berdarah.
"Kakak ipar!" teriak Zayyan panik ketika melihat Risky terkena lemparan sepatunya.
Sedangkan David dan Mark terkejut dan langsung memegang tubuh Risky yang hampir roboh.
Mata keduanya nyaris keluar dari tempatnya.
"OMG ini bukan salahku!" ujar David cepat.
"Aku pun bukan." Mark menggelengkan kepalanya cepat.
Zayyan dan Riska berlari ke arah mereka. Mark dan David saling beradu pandang ketika melihat wajah panik Zayyan. Keduanya menganggukkan kepalanya serempak, mereka berdua satu pemikiran.
"Hayo, Zayyan … hayo … hidung anak orang hampir patah!" seru Mark menakuti adik bungsunya membuat wajah Zayyan berubah pucat.
"Ih parah kamu, Zay. Berdarah ini hidung si Risky. Mana dia calon kakak ipar mu lagi! Bisa-bisa gagal nikah kamu, karena nggak dapat restu darinya!" tambah David ikut menakut-nakuti Zayyan.
Mata pria itu langsung berkaca-kaca dan memerah siap untuk menumpahkan tangisnya.
"Tapi, aku tidak sengaja. Aku ingin melempar Mark tadi." Zayyan menjawab dengan terbata-bata dan suaranya serak.
"Ayah, Bunda! Abang berdarah!" teriak Riska panik memanggil kedua orang tuanya dengan nada tinggi membuat jantung Zayyan berdetak kencang.
Sedangkan David dan Mark semakin gencar menakut-nakuti adik bungsu mereka.
"Hayo Zayyan … gagal nikah kamu."
"Hayo Zayyan."
"Kenapa, Nak? Ya Allah .. kenapa hidung kamu berdarah, Bang?"
Laila, Raja dan orang tua Zayyan berlari ke arah mereka.
Sontak saja Zayyan tak sanggup menahan tangisnya lagi. Dia langsung sesenggukan berlari memeluk ibunya.
"Mama … hiks … aku tidak sengaja!" tangis Zayyan pecah membuat semua orang terkejut begitu juga David dan Mark.
"Eh gawat, dia ngadu sama Mama, Mark," bisik David panik.
"Mampus lah kita," cicit Mark gugup.
Zayyan mengadu pada ibunya tanpa terlewati apapun membuat Naima dan Jack Lee langsung menatap tajam ke arah David dan Mark.
"KALIAN?!" teriak Jack Lee murka langsung melepas sepatunya membuat Mark dan David langsung balik badan.
"AMPUN, PA?!" teriak keduanya serempak kabur dari sana.
*
*
Wkwkwkwk 🤣🤣 pernah nggak dijahili sama kakak sendiri?? Author pernah dan sering terjadi 🤣🤣
Bersambung.
Jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah kakak 🥰🥰
Salem aneuk Nanggroe Aceh ❤️