Mas Duda Rasa Perjaka

Mas Duda Rasa Perjaka
Bertemu Mantan Istri Dengab Istri Baru



Suasana di taman anak begitu canggung. Zayyan menyetujui permintaan Rina, dia telah meminta izin pada Riska. Zayyan juga mengajak istrinya untuk bertemu dengan Rina. Awalnya Riska menolak, karena merasa tidak enak hati. Hingga pada akhirnya, dia ikut juga, karena Zayyan bilang takut ada fitnah bila berdua saja dengan Rina.


Syila tampak bahagia bertemu dengan Zayyan. Dia ingin memeluk pria itu, namun Rina lebih dulu menyuruh putrinya untuk bermain.


"Mas, aku ke sana dulu ya," pinta Riska membunuh keheningan membuat Zayyan menganggukkan kepalanya. Dia tahu Riska tidak nyaman.


"Iya, hati-hati."


Setelah Riska pergi, suasana semakin canggung dan dingin. Zayyan benar-benar telah berubah, dia tidak membuka suaranya. Rina tersenyum kecil melihat ekspresi kaku Zayyan.


"Santai saja, Zay. Anggap saja kita berdua masih sahabatan seperti waktu dulu," celetuk Rina berusaha mencairkan suasana.


"Tidak ada persahabatan antara pria dan wanita, kecuali salah satu di antaranya ada yang menyimpan rasa. Dan aku sudah tidak cinta sama kamu lagi, jadi persahabatan kita sudah putus sejak aku memutuskan untuk tidak cinta sama kamu," balas Zayyan jujur dengan raut wajah datar.


Pria itu tidak takut perkataannya menyakiti hati Rina. Karena dia tidak lagi memprioritaskan wanita di hadapannya ini.


Rina yang mendengarnya terkekeh kecil, meski sakit hati, dia memaklumi sikap Zayyan. Dirinya yang membuat Zayyan berubah seperti ini.


"Kamu memang selalu jujur, Zay," gumam Rina pelan.


"Langsung to the point saja, apa yang ingin kamu bicarakan."


Zayyan tidak ingin membuang-buang waktu untuk berlama-lama dengan sang mantan. Baginya waktu harus dihabiskan untuk bekerja, ibadah dan keluarga. Bukan dengan orang asing atau manusia pemberi luka seperti Rina.


"Aku mau minta maaf," ujar Rina serius dengan raut wajah sendu.


"Sudah aku maafkan dari dulu. Ada lagi?" Zayyan membalasnya dengan cepat membuat Rina memilin gaunnya.


Dia resah melihat Zayyan yang sudah amat berubah. Wanita itu hanya ingin menjalin hubungan baik dengan mantan suami sekaligus sahabat baiknya. Itu saja, tidak lebih.


"Apa kita tidak bisa sahabatan seperti dulu, Zay?" tanya Rina sedang raut wajah sendu.


"Tidak." Zayyan menolaknya dengan tegas.


"Oke," gumam Rina pelan.


"Apa kamu bahagia dengan kehidupan mu sekarang?" tanya Rina lagi.


"Apa aku terlihat seperti orang kesusahan sekarang?" Zayyan benar-benar menutup pintu hatinya untuk Rina. Rasa sakit itu masih kentara dalam dada. Meski berulang kali sudah berusaha ikhlas, faktanya setiap luka pasti punya bekas.


Zayyan benar-benar trust issue pada Rina. Dia terlanjur kecewa pada wanita di hadapannya ini, sehingga dirinya menutup rapat-rapat pintu hatinya untuk Rina, agar wanita ini tidak punya peluang untuk masuk ke dalamnya lagi.


"Sepertinya kamu bahagia selalu," batik Rina tersenyum getir.


Wanita itu menghela nafas berat.


"Apa kamu tidak punya pertanyaan untukku?" tanya Rina mengganti topik pembicaraan.


Zayyan terdiam sejenak. Dia tidak melihat kehadiran Kevin.


"Di mana Kevin? Apa dia mencampakkan mu lagi?" tanya Zayyan drangb nada sinis membuat raut wajah Rina berubah sendu.


"Kevin sudah meninggal," lirih Rina pelan membuat Zayyan terhenyak. Pria itu terkejut, ada rasa bersalah dalam hati, karena telah berkata yang kurang baik untuk Kevin.


"Kapan dan penyebabnya apa?" tanya Zayyan serius tak dapat menutupi keterkejutan nya.


Bagaimanapun Kevin adalah sahabatnya juga. Zayyan terlibat cinta segitiga dengan Kevin dan Rina.


"Lima tahun yang lalu. Kevin sakit kanker otak! Apa kamu tahu alasan dia tiba-tiba menghilang saat itu?"


*


*


Bersambung.


Jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah kakak 🥰🥰


Salem Aneuk Nanggroe Aceh ❤️ i