
Rina terdiam sesaat. Dia merenungi pertanyaan Zayyan, berusaha mencari cinta di dalam hatinya untuk sang mantan suami, namun tak ada.
Dia menyayangi Zayyan sebagai sahabat. Bukan sebagai seorang pria. Dari dulu sampai sekarang di hatinya hanya ada Kevin dan Kevin.
"Aku punya dua alasan, pertama aku punya rasa malu, setelah apa yang aku lakukan padamu, aku tidak mau kembali lagi, karena malu. Kedua, aku tidak mencintaimu, Zay … aku bisa berumah tangga dengan orang yang kucintai meski dia tidak mencintaiku. Tapi, aku tidak bisa berumah tangga dengan orang yang tidak kucintai, meski dia mencintai ku."
Rina berkata dengan jujur dan lugas. Nama Kevin masih bertahta dalam hatinya. Meski pria itu telah pergi untuk selamanya. Dia masih mencintai Kevin.
Zayyan tersenyum tipis mendengarnya. Tidak ada rasa sakit lagi saat mendengar jawaban Rina. Hatinya telah beku dan saat ini hatinya sudah dimiliki oleh Riska.
"Tidak punya rencana untuk menikah lagi?" tanya Zayyan asal membuat Rina menggelengkan kepalanya cepat.
"Aku cinta mati sama Kevin dan aku tidak mau salah pilih suami, kasihan Syila nantinya. Apalagi dia cewek … takut kenapa-kenapa kalau aku salah pilih suami." Rina menjelaskan alasannya ingin janda saja. Dia masih mencintai almarhum suaminya dan tak ingin anaknya disakiti oleh ayah tiri nantinya.
"Makam Kevin ada di mana?" tanya Zayyan merindukan sosok sahabat baiknya itu.
Rina mengeluarkan ponselnya, lalu mengetikkan alamat makam suaminya, setelahnya dia kirimkan untuk Zayyan.
Zayyan membaca alamat tersebut.
"Kapan kamu mau ke sana?" tanya Rina serius.
"Sekarang … mumpung aku lagi cuti," jawab Zayyan membuat Rina tersenyum cerah.
"Kalau begitu aku titip Syila ya … tolong bawa dia ke makam Kevin."
"Emangnya kamu mau ke mana?" tanya Zayyan heran.
"Aku mau pergi jauh," canda Rina membuat Zayyan memutar bola matanya malas.
"Aku serius!" tegas Zayyan tak suka dengan candaan Rina.
"Hihi … jangan tegang begitu, Zay … aku cuma bercanda. Aku mau urus berkas Syila dulu. Tahun ini dia masuk SD! Tolong jaga dia ya selama aku tidak ada. Anaknya baik kok, apalagi dia rindu banget sama kamu," jelas Rina serius.
Tampak harus kecil itu sangat akrab dengan Riska.
"Syila pengen punya Papa. Sedangkan Kevin udah nggak ada. Dia selalu nangis waktu diejek teman-temannya karena yatim. Jadi, aku tunjukin foto kamu dan bilang kalau kamu Papa tirinya. Syila senang sekali dan bangga punya dua Papa. Dia ngotot minta ketemu sama kamu sampai mogok makan, itulah sebabnya kemarin aku datang ke pernikahanmu meski tidak diundang … maaf ya," jelas Riska panjang lebar.
Dia meminta maaf pada Zayyan. Berharap pria itu berlapang hati mau menjadi pengganti Kevin.
Zayyan menghela nafas berat.
"Iya nggak apa-apa. Lain kali kalau kamu mau bicara sesuatu padaku, lewat nomor istriku saja. Aku sudah menikah dan aku tidak mau ada pertengkaran gara-gara kesalahpahaman," balas Zayyan datar.
Rina tersenyum lebar. Dia menganggukkan kepalanya semangat.
"Terima kasih, Zay … ya sudah aku mau bilang sama Syila dulu kalau kamu bakal bawa dia. Soalnya satu jam lagi aku ada janji temu sama temenku yang kebetulan mengajar di SD tempat Syila belajar nantinya."
Rina segera bangkit bergegas menuju Riska dan Syila.
"Kesayangan, Mama …"
*
*
Guys aman pelakor yah jadi santai saja wkwkwkwk 🤣🤣
Gimana mau lagi nggak??
Bersambung.
Jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah kakak 🥰🥰
Salem Aneuk Nanggroe Aceh ❤️ i