
Maaf baru update, maklum mau lebaran ya, guys. Jadi nggak janji busa up rutin 🙏🤭😘 tapi, tetap usahakan juga buat up.
*
*
Riska merasa bahagia bisa bertemu dengan sahabatnya satu sekolah menengah atas dulu. Ulul Azmi satu-satunya laki-laki yang dekat dengan Riska. Pria itu dulunya tinggal di komplek perumahan elite yang sama dengannya, namun setelah lulus, keluarganya pindah ke Malang.
"Haaaa … Ulul ku!" seru Riska senang bertemu dengan sahabatnya lagi. Tanpa sadar dia ingin memeluk Ulul.
Mata Zayyan membesar saat melihat istrinya nyaris berpelukan dengan laki-laki lain. Sangat tidak bisa dibiarkan, segera saja dia tarik tangan Riska dan ia peluk pinggang sang istri.
Hap.
Zayyan berhasil memeluk istrinya dari belakang. Rahang pria itu mengeras, dia sangat tidak suka istrinya berpelukan dengan pria lain.
"Ingat! Kamu sudah punya suami," ujar Zayyan dengan nada dingin membuat Riska tertawa polos.
"Hehe … maaf, Mas. Aku lupa kalau punya suami," balas Riska polos membuat Zayyan menahan nafas, saking kesalnya pada Riska.
Sabar … sabar Zayyan … kalian baru menikah, wajar kalau dia lupa, batin Zayyan berusaha meredam kekesalannya.
Pemuda tampan itu memandang iri pada tangan Zayyan yang melingkar di perut Riska. Setelah beberapa saat Riska melepas paksa pelukan suaminya.
Dia kembali tersenyum manis melihat sahabatnya yang telah sukses.
"Selamat ya, Lul. Kamu sudah punya galery sendiri dan bujuk pameran sendiri!" Riska memberi selamat pada sang sahabat.
Ulul tersenyum hangat. Dia mendalami bola mata teduh Riska, hatinya bergetar saat melihat gadis cantik di hadapan nya.
"Ini juga berkat kamu, Minnie. Andai saja kamu dulu tidak mendorongku untuk terus mengejar cita-cita ku, pasti sudah lama aku tidak melukis lagi dan aku tidak bisa berdiri di titik ini!" Ulul berbicara dengan lembut dan ramah.
Minnie??
Menjadi tanda tanya besar dalam kepala Zayyan. Mengapa pria jelek di hadapannya ini memanggil sang istri dengan panggilan Minnie.
Tiba-tiba Zayyan teringat dengan sereal kartun Mickey mouse. Pasangan dari Mickey adalah Minnie. Si tikus betina.
"Istri saya bukan tikus, jadi, jangan panggil Minnie!" larang Zayyan dengan nada diplomatis. Dia menatap tajam bola mata Ulul, membuat pria itu bingung, karena dia merasakan aura permusuhan dari sorot mata Zayyan.
"Saya tahu dia manusia, Tuan. Tapi, panggilan Minnie itu adalah panggilan kesayangan saya untuk SAHABAT TERSAYANG SAYA?!"
Ulul sengaja menekankan kalimat akhirnya. Dia seolah menegaskan kalau Riska punya tempat tertinggi di hatinya. Rasa cemburu berkobar dalam hati Zayyan. Bendera perang telah berkibar antara Zayyan dan Ulul.
Namun, bukan Zayyan namanya kalau dia tidak bisa tenang dalam kondisi dipenuhi rasa cemburu.
"TERSAYANG? Kamu saja yang sayang sama istri saya, tetapi tidak dengan istri saya!" bantah Zayyan membuat Ulul mengepalkan tangannya erat.
Riska hanya bisa menelan ludahnya kasar melihat kedua manusia ini berdebat membuat kerongkongannya terasa kering. Niat hati ingin memamerkan suami pada sahabatnya, malah membuat sang suami berdebat dengan sang sahabat.
"Kamu sayang sama aku, 'kan, Minnie?" tanya Ulul butuh kepastian dari Riska. Yang ditanya malah gugup, takut salah bicara bisa-bisa perang dunia ketiga terjadi antara dirinya dan Zayyan.
Zayyan menatap lekat wajah sang istri dari samping. Dia memasang telinganya baik-baik untuk mendengar jawaban dari Riska.
"I-iya … aku sayang sama kamu, ta–," belum sempat Riska menyelesaikan ucapannya Zayyan lebih dulu menyela.
"Kamu pilih dia atau aku? Lebih sayang dia atau aku?" Zayyan lebih dulu bertanya, amarah dan rasa cemburu sudah mendominasi hatinya.
Riska termangu mendengar pertanyaan Zayyan. Dia sendiri bingung harus menjawab apa, karena Riska harus menjaga perasaan dua pria berharga dalam hidupmu.
Yang pertama sang suami, yang kedua sang sahabat.
*
*
Siap-siap singa jantan meledak di next bab yah bunda 🤭🤭 hari ini author crazy up.
Bersambung.
Jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah kakak 🥰🥰
Salem Aneuk Nanggroe Aceh ❤️
*
*