Mas Duda Rasa Perjaka

Mas Duda Rasa Perjaka
Gadis Desa



Kedatangan Mark membuat perdebatan kecil antara Zayyan dan David terhenti, lebih tepatnya sudah selesai. Zayyan sadar kalau dirinya telah salah dan terlalu cepat menyikapi apa yang dia lihat tanpa mau mendengar.


Mereka bertiga berkumpul di ruang tamu. Sudah lama ketiga saudara itu tidak berkumpul bersama. Mereka mengobrol tentang banyak hal.


"Aku mau cari pengasuh!" ujar David tiba-tiba membuat Zayyan dan Mark terhenyak.


"Buat Syila?" tanya Mark serius.


"Buat aku!" ketus David kesal membuat Zayyan terkekeh geli sedangkan Mark mendengus kesal.


"Ya buat Syila lah. Aku mau dia punya temen di rumah, karena dia bakal pindah sekolah lusa. Lokasi sekolah barunya dekat dengan perusahaan cabang ku di Bandung. Aku dan Syila bakal tinggal di rumah ku yang ada di dekat perusahaan! Rencananya aku mau cari pengasuh biar aku nyaman kerja, karena gak ingat-ingat Syila terus!"


David bercerita membuat mereka semua mengerti. Mark manggut-manggut, dia mengerti kalau David akhir-akhir ini sibuk dan setelah mendengar cerita kakaknya tentang kejadian naas yang menimpa Syila. Wajar kalau David mengambil opsi pindah rumah.


"Cari aja di yayasan," saran Mark serius membuat David berpikir sejenak.


Berbeda dengan Zayyan punya ide lain.


"Menurutku lebih baik cari gadis desa aja sih. Karena biasanya yang dari desa lebih baik, karena nanti kita tahu rumahnya, keluarganya. Kalau terjadi sesuatu, enak buat minta pertanggungjawaban."


Zayyan menjelaskan idenya. David berpikir sejenak, begitupun Mark yang setuju dengan saran Zayyan.


"Emang ada gadis desa yang punya pengalaman rawat anak?" tanya David khawatir kalau gadis yang dimaksud tidak bisa merawat Syila dengan baik.


"Tinggal cari yang punya pengalaman aja." Zayyan menjawab dengan singkat.


Bibi Mariana tak sengaja mendengar pembicaraan tiga pria dewasa itu. Dia tersenyum cerah, teringat keponakannya yang pengangguran di desa.


Sang bibi meletakkan nampan di atas meja. Tak lupa ditata minuman dan cemilan untuk ketiga tuan mudanya.


"Terima kasih, Bi." Mereka bertiga berterima kasih pada sang pelayan membuat wanita tua itu tersenyum manis.


"Sama-sama, Den."


Sang bibi masih berdiri di sana membuat David melihat gelagat aneh dari sang pelayan.


Wanita tua itu tersenyum kecil, dia memberanikan diri untuk menawarkan keponakannya yang berasal dari kampung untuk menjadi baby sitter Syila.


"Begini, Den. Tadi bibi tidak sengaja mendengar kalau Den David mau cari pengasuh buat Syila. Kebetulan keponakan saya di kampung sedang menganggur, dia punya pengalaman rawat anak kecil, karena punya tiga adik yang dia rawat dari kecil. Apa Den David berkenan buat menerima keponakan bibi sebagai pengasuh Non Arsyila?"


Sang bibi menjelaskan maksudnya dengan berani. David dan yang lainnya berpikir sejenak, mereka saling beradu pandang.


"Berapa umur keponakan, Bibi?" tanya David serius.


"21 tahun, Den. Anaknya cantik, ceria dan pekerja keras! Dulu waktu masih sekolah dia sering nyuci baju tetangga biar punya uang jajan sekolah. Tapi, sekarang mah udah nggak lagi, karena banyak tetangganya udah punya mesin cuci, Den. Dia juga penyayang anak-anak, Den!"


Sang bibi mendeskripsikan sosok keponakan dengan penuh semangat. Matanya berbinar ketika teringat keponakannya di desa. Padahal David hanya bertanya umur, namun sang bibi menjelaskan banyak hal.


Mendengar cerita sang bibi membuat David penasaran dengan sosok gadis itu. Cantik?? Ah sepertinya tidak secantik para model yang mengincar David.


Namun, pria itu tersenyum kecil. Dia penasaran bagaimana kecantikan gadis desa. Apakah menarik?


Ahh … apa yang dibayangkan oleh duda sad boy itu!


"Hais, kok aku jadi mesum gini? Ngebayangin yang tidak-tidak. Padahal orangnya aja belum kulihat," batin David menggerutu kesal, karena otak jahatnya membayangkan paha mulus gadis desa itu.


*


*


Udah author up 3 bab. Tinggal tunggu aja yah, doakan author supaya dilancarkan ide nya biar bisa up lagi. 🥰❤️


Bersambung.


Jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah kakak 🥰🥰


Salem Aneuk Nanggroe Aceh ❤️🙏


Maaf banget yah baru up lagi ya, guys 🌹🥰❤️