Mas Duda Rasa Perjaka

Mas Duda Rasa Perjaka
Pribahasa Mark



Matanya sudah berkaca-kaca mendengar ejekan sang kakak.


Zayyan … Zayyan … dia kita hatinya sudah kuat seperti badman, ternyata masih lembut seperti hello Kitty.


"Tapi, waktu itu kamu komen status ku pakai emoticon nangis," balas Zayyan dengan suara serak membuat David kembali tertawa tanpa menoleh sang adik.


"Ha ha … salah pencet dulu. Padahal aku mau kirim emoticon muntah, tapi karena buru-buru mau meeting jadinya nggak sengaja ketekan emoticon nangis," ujar David jujur membuat hati Zayyan terasa sangat sakit.


Pria itu tidak menyangka kalau kakaknya sangat jahat dan menyebalkan.


Tidak sadar kalau dirinya yang mencari gara-gara terlebih dahulu. Wajar kalau David membalas semuanya.


Zayyan tidak menjawab lagi. Mark yang sedari tadi terpesona dengan kecantikan ibu Riska yang tak lain adalah Laila pun menoleh ke arah Zayyan dan David, karena tiba-tiba suasana panas menjadi hening.


Gleg.


Mark terkejut melihat mata Zayyan berkaca-kaca. Tinggal ditanya kamu kenapa, dapat dipastikan air mata yang menumpuk itu jatuh semua.


"Dav," panggil Mark membuat David yang sedari tadi tertawa menoleh ke arahnya.


"Apa?" tanya David tak mengerti.


"Sebentar lagi akan hujan, lebih baik sedia payung mulai sekarang!" Mark segera beranjak dari sana meninggalkan David yang tak mengerti apa-apa.


"Hujan apanya? Mendung juga kagak, Mark!" tukas David melihat ke arah Mark yang bergegas menaiki anak tangga.


"Lihat ke samping mu," suruh Mark membuat David segera melihat ke arah Zayyan.


Gleg.


Pertama kali yang dilihat adalah mata Zayyan berkaca-kaca. Lalu bibir Zayyan bergetar seperti menahan Isak tangis agar tak keluar.


Alamak … bisa gawat ini.


"Zay," panggil David lembut tak dihiraukan oleh Zayyan.


Pria itu segera beranjak dari sofa lalu mendekati istrinya yang sedang bermain dengan Syila. Ada Laila, Naima, Jack Lee dan Raja di sana. Mereka semua berkumpul setelah mendapat kabar bahagia dari Zayyan dan Riska.


David menelan ludahnya kasar. Sepertinya harus bersiap-siap mendapatkan amukan dari ibunya.


Zayyan mendekati istrinya.


"Pulang yuk," ajak Zayyan dengan suara parau membuat Riska mengerutkan keningnya.


Dia melihat mata suaminya berkaca-kaca seperti lampu taman yang hampir pecah.


"Kamu kenapa, Mas?" tanya Riska lembut membuat Zayyan yang sedari tadi menahan tangis pun langsung pecah.


Naima dan Jack Lee terkejut melihat putranya menangis.


"Zay … kenapa? Mark jahil lagi?" tanya Naima lembut pada putranya. Karena biasanya yang menjahili Zayyan adalah Mark.


Zayyan memeluk erat tubuh istrinya lalu menunjuk ke arah David yang duduk di sofa.


Semua mata menatap tajam ke arah David membuat duda sad boy itu hanya bisa pasrah.


"Sudah jadi duda sad boy malah selalu sad. Entah kapan aku jadi duda happy?" gumam David pelan.


"DAVID?!"


Pria itu langsung berlari menuju kamarnya saat sang ibu mengambil sapu.


"Anjrittt … aku harus lari, kalau tidak pantat ku bakal menjerit kesakitan," seru David cepat.


Sedangkan Mark yang mengintip dari celah pintu hanya bisa tertawa lepas menikmati kemalangan kakaknya. Dia merasa sangat senang karena akhirnya David juga mendapatkan amukan dari orang tua mereka. Karena selama ini yang mendapat amukan cuma Mark saja.


"Hihihi … itu baru sapu, Dav. Belum juga sendal terbang," gumam Mark seraya tertawa cekikikan.


*


*


Bersambung.


Jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah kakak 🥰🥰


Salem Aneuk Nanggroe Aceh